"Coming Back", Perspektif Bunyi Micron Terhadap Kesepian

Unit instrumental asal Pontianak, Kalimantan Barat, Micron, telah melepas nomor debut mereka yang berjudul “Coming Back“. Komposisi penuh bebunyian elektris ini mereka rilis pada 3 September lalu.

Micron beranggotakan Dede (synthesizer), Ryan (drum), John (gitar), dan Eru (gitar), mereka mencoba bereksperimen lebih dalam pada instrumen yang mereka kuasai untuk menciptakan materi-materi baru yang lebih segar.

Seperti terlihat dari formasi mereka, tidak ada pembetot bas di sana. Micron mengandalkan bunyi synth dari Dede untuk mengisi kekosongan nada rendah dalam komposisi mereka. Kehadiran tersebut dapat terdengar langsung di awal lagu, di mana suasana terasa begitu luar angkasa.

Musik yang diusung oleh Micron tidak terbatas pada satu genre musik saja, namun lebih variatif. Ini merupakan dampak dari perbedaan  latar belakang dan selera bermusik yang cukup jauh antara satu personel dan personel lainnya. Micron merasa musik yang mereka usung masih jarang dimainkan di kampung halaman mereka.

Secara keseluruhan, musik yang dimainkan Micron sangat dekat dengan postrock. Ini bisa dilihat dari adanya klimaks dalam komposisi “Coming Back”. Sepertinya, setiap komposisi postrock selalu memiliki bagian di mana setiap instrumen tiba-tiba dominan, termasuk synth yang menjadi fondasi utama lagu ini. Bagian ini juga kadang ditandai dengan pemain drum yang lebih sering memukul simbal yang bunyinya pecah seperti ride atau crash, menambah kesan energik dalam lagu.

Walaupun “Coming Home” merupakan sebuah nomor instrumental, Micron ternyata mencoba menyampaikan sebuah pesan di sana.

“Dalam lagu ini Micron bercerita tentang satu sisi dalam kehidupan manusia. Sejauh manapun kita pergi, ke manapun kita pergi, berada di keramaian, tertawa sebahagia apapun, pasti akhirnya kembali seperti semula, suasana hati yang sepi,” jelas Micron dalam keterangan pers tentang nomor debut yang digarap sekitar empat bulan ini.

Ini merupakan permulaan dari karier bermusik Micron. Mereka mengatakan bahwa mereka masih tekun mengeksplorasi musik yang baru bagi mereka ini.

“Saat ini Micron sedang fokus dalam menggali beberapa materi baru, bereksplorasi dengan teknik bermusik baru yang selama ini belum begitu banyak dimainkan di pasaran,” tutup Micron dalam keterangan yang sama.

 

Meramu Crossover Hardcore Ke Tahap Terbaru

Dari Sidoarjo, unit Crossover Hardcore yang tergabung dalam Voorstad akhirnya merilis mini album terbaru dengan tajuk Self-titled melalui label Greedy Dust Records. Ini merupakan rilisan kedua Voorstad setelah pada awal...

Keep Reading

Penegasan Warna Terbaru I Punch Werewolf

Penegasan eksistensi I Punch Werewolf melalui video klip lagu terbaru dengan judul Broken. Unit ini terus menggebrak kancah musik dengan beragam rilisannya. Untuk lagu ini sendiri dibuat lebih mengayun, namun...

Keep Reading

Metal Kecil Versi Paling Mutakhir Powerslaves

Powerslaves adalah nama legendaris dalam kancah musik rock tanah air. Unit rock ini baru saja melepas Metal Kecil (Remastered) (13/11/22). Single versi teranyar ini merupakan tindak lanjut dari “Semarang (Remastered)” yang...

Keep Reading

Hadiah Ulang Tahun Pernikahan

Vlaminora, unit musik baru asal Bali, melepas singel perdana bertajuk “Kemarau Rindu” bersama label rekaman asal Jakarta, demajors. Singel tersebut hadir di berbagai platform streaming digital mulai 12 November 2022....

Keep Reading