Cloudburst Merilis Ulang Album Kedua

Terbentuk di Yogyakarta sejak tahun 2011, Cloudburst ternyata masih belum berhenti dalam melancarkan manuver yang mampu mencuri perhatian para penikmat musik Tanah Air. Band metal/hardcore asal Yogyakarta itu dikabarkan telah merilis ulang album kedua bertajuk self-titled yang diluncurkan dalam rangka merayakan turnya bersama Goddes Of Fate yang berlangsung di Singapura (17 November 2019) juga Kuala Lumpur, Malaysia (18 November 2019).

Album yang dirilis secara eksklusif dibawah label Pantura yaitu Samstrong Records ini nantinya akan dikemas dalam bentuk double disc. CD yang pertama merupakan album kedua Cloudburst yang sempat dirilis pada tanggal 20 Desember 2018 di Indonesia, dan 4 Januari 2019 untuk International Release. CD kedua merupakan lagu tambahan yang dikemas dengan tajuk Tour Edition. Berisikan dua lagu dengan nomor Animal Instinct yang merupakan single terbaru dari Cloudburst sendiri, dan juga satu lagu cover Drain Me milik Snapcase pelopor Metallic Hardcore asal Buffalo, New York.

Sebelumnya Cloudburst sempat merilis Dead Demo (2014), lalu dilanjutkan dengan merilis sebuah materi split dengan Warmouth (2014). Dua tahun berselang Cloudburst kembali membagikan teror gelap mereka berupa satu album penuh bertajuk Crying of Broken Beauty (2016), album perdana yang membawa mereka mendapatkan penghargaan “The Metal Rebel’s 20 Best Indonesian Metal Album”.

Cloudburst yang beranggotakan Yogi SA (Gitar), Ridho N (Bass), J Yudha (Drum), dan A. Okta (Vokal) tidak pernah berhenti menuai decak kagum. Mereka sempat mendapatkan pujian kritis dari beberapa media internasional seperti Vice, Metal Hammer Magazine, Unite Asia dan Decibel Magazine.

Media-media tersebut menyebutkan bahwa album kedua milik Cloudburst sebagai album terbaik yang patut untuk didengarkan. Album kedua milik Cloudburst sudah dapat didengarkan melalui kanal Spotify dan untuk Tour Edition mereka sudah dapat didengarkan melalui halaman Bandcamp milik Samstrong Records.

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Samstrong Records

Geliat Kreatif Dari Sulawesi Tengah Dalam Festival Titik Temu

Terombang-ambing dalam kebimbangan akan keadaan telah kita lalui bersama di 2 tahun kemarin, akibat adanya pandemi yang menerpa seluruh dunia. Hampir semua bentuk yang beririsan dengan industri kreatif merasakan dampak...

Keep Reading

Memaknai Kemerdekaan Lewat "Pasar Gelar" Besutan Keramiku

Di pertengahan bulan Agustus ini, ruang alternatif Keramiku yang mengusung konsep coffee & gallery menggelar acara bertajuk “Pasar Gelar” di Cicalengka. Gelaran mini ini juga merupakan kontribusi dari Keramiku untuk...

Keep Reading

Semarak Festival Alur Bunyi Besutan Goethe-Institut Indonesien

Tahun ini, Goethe-Institut Indonesien genap berusia 60 tahun dan program musik Alur Bunyi telah memasuki tahun ke-6. Untuk merayakan momentum ini, konsep Alur Bunyi tetap diusung, namun dalam format yang...

Keep Reading

Head In The Clouds Balik Lagi ke Jakarta

Perusahaan media serta pelopor musik Global Asia, 88rising, akan kembali ke Jakarta setelah 2 tahun absen karena pandemi pada 3-4 Desember 2022 di Community Park PIK 2. Ini menandai pertama...

Keep Reading