Cerita Tur Europe Calling 2018 bersama Gilang Pultn dari Rubah di Selatan

Teks: Adjust Purwatama
Foto: Gilang Pultn

Tidak terasa perjalanan Tur Europe Calling 2018 sudah lewat setahun, tapi euforia yang ada masih dirasakan bagi para personil Rubah Di Selatan. Salah satunya Gilang Pultn, gitaris sekaligus visual designer dari band ini. Perjalanan ke Eropa merupakan satu dari banyaknya mimpi yang dia miliki, bisa tur dan bertemu orang baru selama di Eropa bisa jadi hal yang sangat luar biasa. Bagaimana musisi Indonesia bisa diterima dengan baik oleh pendengar di benua tersebut, bisa bertukar pikiran serta menambah jaringan baru dalam dunia musik merupakan hasil yang didapatkan selama tur.

Perjalanan tur selama sepuluh hari tahun lalu tentu punya banyak cerita, bagaimana enam orang yang dulunya tidak saling kenal menjadi sangat akrab selama masa perjalanan, bagaimana mencicipi suhu udara di Eropa yang tentu saja berbeda dengan yang ada di Indonesia dan bagaimana rasanya mencicipi berbagai jenis makanan yang ada di sana. Tak lupa sesi foto-foto untuk arsip di masa akan datang dilakukan. Gilang dengan kamera analognya mencoba menangkap berbagai momen yang dia temui sepanjang tur itu.

Semua negara yang dikunjungi punya cerita masing-masing yang jelas seru. Di Amsterdam saat itu tim dan Rubah Di Selatan mengambil jadwal untuk siaran di Red Light Radio. Siarannya lain dari kebiasaan yang ada, bukan pemilik tempat yang bertindak sebagai host. Melainkan si tamu sendiri yang jadi tuan rumah. Durasi yang diberikan cukup lama untuk Gilang CS berpromo soal band mereka dan juga soal Indonesia. Ini merupakan satu hal yang belum pernah mereka temui selama hidup dan berkarir di Indonesia.

“Kaget aja waktu ogut dan temen-temen RDS pas sampe di studio radionya, kok tiba-tiba kami dipersilahkan untuk ngehost sendiri, kok si empunya tempat malah santai aja pas kita utak-atik alatnya. Sebelumnya ogut sama temen-temen cuma dikasi tau sama Mas Yulio dan Mas Adjust kalo ada sesi interview di Red Light Radio. Eh taunya malah kita yang ngehost sendiri. Tapi ini bener-bener gokil sih, pengalaman yang ogut gak bakal lupain, jadi DJ di negeri orang. Haha,” kenangnya.

Cerita seru lainnya datang dari Prancis. Panggung sebenarnya bukanlah di Paris, melainkan di kota kecil bernama Lille. Sepertinya negara ini memang sedang tidak berkompromi dengan tim saat itu. Dimulai dari Stasiun Paris menuju Lille yang di mana kursi kami sudah diserobot oleh orang lain, hingga perpindahan tempat tinggal yang awalnya di Paris, dipindahkan ke daerah bernama Châtenay-Malabry dan sebuah momen ketinggalan kereta yang terjadi memang menjadi bukti kalau negara ini sedang tidak berkompromi kepada kami.

“Makanan paling absurd menurut ogut pas tur kemarin tuh kebab di Lille. Yang bikin absurd tuh, si kebab ini dimakan dalam kondisi dingin banget. Kayaknya baru dikeluarin dari kulkas dah, asli baru kemarin tuh ogut ngerasain makan kebab yang dingin gitu. Tapi Lille oks sih, apalagi Lena yang udah berbaik hati nemenin kita dan manggung bareng Ronie,” katanya.

“Satu hal yang paling buat ogut bahagia banget, yaitu bisa mengibarkan bendera merah putih di tiap panggung yang ogut ama temen-temen kunjungi. Bisa ngenalin kebudayaan Indonesia dan juga ngenalin musik tentunya. Juga bisa hadir di pameran Banksy tuh luar biasa senengnya. Yang dulunya cuma liat di internet, eh kesampaian bisa liat langsung karya-karyanya,” lanjutnya.

Perjalanan tur kemarin merupakan bagian dari program Siasat Trafficking yang kami gagas bersama Go Ahead Challenge. Rewardnya, ya tentu jalan-jalan sekaligus tampil di luar negeri maupun di dalam negeri. Siasat Trafficking sendiri sudah berjalan selama dua tahun, banyak nama yang berhasil menjadi delegasi. Tahun ini kami kembali, kesempatan besar terbuka bagi siapa saja. Korea Selatan menjadi destinasi selanjutnya, datang mengunjungi Zandari Festa dan juga tampil di beberapa titik di negara ginseng ini. Selain Korea Selatan, kesempatan untuk tur berkeliling Indonesia juga terbuka, mari bersama kenalkan karya kalian secara luas. (*)

 

Dokumenter “From Paris to Paris: Rubah di Selatan Europe Tour” juga bisa disimak di SPTV, kanal siar alternatif yang akan segera diluncurkan bersama tampilan segar situs Siasat Partikelir yang baru. Pantau terus jangan sampai lolos untuk suguhan kejutan SPTV

 

Tahun ini, Synchronize Fest Balik Lagi Secara Luring!

Penantian panjang akhirnya terjawab sudah! Synchronize Fest memastikan diri akan digelar secara offline pada 7, 8 , 9 Oktober 2022 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema “Lokal Lebih Vokal”,...

Keep Reading

Mocca Gelar Konser di Metaverse

Di ranah musik, kini istilah blockchain bukan lagi suatu hal yang asing. Sebelumnya, penjualan karya lewat NFT sudah banyak dilakukan oleh musisi, kini konser musik di metaverse pun menjadi salah...

Keep Reading

Trailer Film Biopik Sex Pistol Resmi Dirilis

Kabar baik untuk kalian para penggemar Sex Pistols. Baru-baru ini (4/4) FX Networks telah merilis trailer resmi untuk serial film biopik Sex Pistols berjudul “Pistol”. Film yang dikabarkan bakal tayang...

Keep Reading

Pemerintah Ukraina Bangun Museum Perang dalam Aset NFT

Invasi Rusia atas Ukraina terus berlanjut. Di tengah kekacauan yang terjadi, tentu banyak korban yang berjatuhan, entah itu dari satuan militer atau pun warga sipil yang tak bersalah. Perang yang...

Keep Reading