Cerita Masa Lampau Mantrakama

Mereka adalah kelompok yang memainkan ragam musik di dalam setiap karyanya. Mereka adalah Mantrakama asal Depok. Berlatar kesukaan yang sama dan juga tergabung di sebuah komunitas seni, terbentuklah band ini di tahun 2014. Kiata (Vokal), Rinaldi (Gitar), Bagus Manson (Biola), Andri (Keyboard) dan Banone (Bass) menyebut musik mereka dengan post-folk.

“Cerita Masa Lampau” adalah salah satu lagu yang terdapat di EP “Gumam”, sebuah mini album yang mereka rilis pada awal tahun 2019. Dalam hidup, pasti selalu ada yang menjadi prioritas, mungkin itulah yang ingin mereka tunjukan dengan merilis video klip “Cerita Masa Lampau“, yang merupakan video klip perdana dari mereka. Video musik ini menceritakan tentang seseorang yang paling terdampak akibat kerusakan lingkungan hidup. Menggunakan media tanaman sebagai satu-satunya sumber “kehidupan” yang tersisa, orang tersebut mengelilingi kota untuk menyaksikan betapa buruknya alam telah dieksploitasi oleh manusia.

“Bukan semata-mata gue suci elo enggak. Cerita Masa Lampau berangkat dari teguran buat diri kita sendiri. Di tengah keluhan ‘panas banget, polusi mulu, kotor ih bau sampah,’ dan lain sebagainya, Sebenarnya siapa sih penyebab ketidaknyamanan ini kalau bukan manusia? Entah gimana caranya untuk kembaliin semuanya seperti semula, kita berharap teman-teman yang mendengar dan melihat karya kita sedikitnya bisa ikut tertampar juga.” jelas Kiata.

Lalu, ada sedikit cerita tentang lagu ini. Di mana mereka merasa tertampar, setelah menilik keadaan bumi yang mulai renta. Mereka melihat respon manusia yang acuh tak acuh pada lingkungan. Eksploitasi besar-besaran, tapi lupa mengasuhnya. Sementara dalam hidup, sinergi “manusia dengan bumi” sangat dekat jaraknya.

Setelah video klip ini rilis, Mantrakama akan fokus untuk mengerjakan materi baru untuk album pertama mereka yang direncanakan selesai pada tahun depan. Pada EP sebelumnya, Mantrakama merilis “Gumam” dengan berisi lima lagu yang menceritakan problematika kehidupan sehari-hari antara manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan bumi.

“Karena kedepannya kita akan fokus ke penggarapan materi album baru, paling kita akan mulai dengan rekaman single baru setelah ini. Jadi, video musik Cerita Masa Lampau yang menjadi bagian dari EP Gumam dijadikan sebagai penutup sebelum masuk materi baru.” tutup Aldi.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Mantrakama

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading