Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus memberi gelombang di berbagai kota, tak terkecuali Bandung yang terus menunjukan gairahnya.

Usai melepas album penuh Fundamental of Desire di tahun 2019 lalu, solis elektronik dari Bandung, Parakuat -moniker dari Eri RM, akhirnya kembali menghadirkan karya terbarunya. Kali ini ia melepas album penuh keduanya bertajuk Api dan Tanah, sebuah album dengan komposisi paling gres.

Menurut Parakuat, album ini menggambarkan iblis yang di ciptakan dari “api” dan manusia yang di ciptakan dari “tanah”. Secara garis besar album ini mengisahkan tentang zaman Mesir Kuno yang kompleks. Pertalian Raja Fir’aun & Nabi Yusuf dalam ranah politik sampai tauhid. Berawal dari TAKWIL MIMPI, menyusul ke bidang ekonomi MURA sampai tata pemerintahan, di tandai masa Nabi Yusuf menjabat sebagai bendaharawan & penasehat Raja.

Senada dengan tema yang dihadirkan, selain dari kaver album yang begitu identik, komposisi musik di album ini pun banyak menyisipkan bebunyian lain yang melibatkan bebunyian timur tengah seperti sampling sitar, veena, sampai tabla dengan tetap bersandar pada musik elektronik yang sedang disuguhkan.

Setidaknya ada delapan nomor lagu yang dihadirkan dengan garis cerita tentang iblis dan manusia, ihwal Nabi Adam & Hawa yang dipandang sebagai manusia pertama dan leluhur atas semua manusia modern.

Berbeda dengan album perdana yang melibatkan banyak kolaboraor, dalam Api dan Tanah keseluruhan materi diramu secara mandiri oleh Parakuat, termasuk proses mixing dan mastering secara analog.

Di wilayah aransemen, Parakuat mencoba menghadirkan komposisi bunyi yang terdengar minimalis sekaligus fresh dengan keseluruhan lirik berbahasa Indonesia lengkap dengan bebunyian berbasis piranti Modular Synthesizer yang membuatnya semakin terdengar eksotis.

Bagi yang belum tahu, Modular Synthesizer sendiri adalah alat musik elektronik yang terdiri dari banyak komponen (modul) berbeda yang digunakan dan digabungkan untuk menciptakan suara elektronik. Modul individu dihubungkan melalui kabel (kabel patch), sakelar, penggeser, dan panel patch. Rumit, barangkali begitulah ketika pertama melihat alat musik yang satu ini.

Kini album Api dan Tanah sudah bisa kalian dapatkan secara fisik berupa CD melalui jaringan distribusi demajor dan format kaset lewat Disasater Records. Sedangkan rilisan digitalnya dapat dibeli lewat gerai musik digital The Storeforont.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Parakuat

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading