Bermula dari sesi ngobrol ngalor-ngidul di markas Grimloc Records di Bandung pada suatu sore, saya mendapatkan sebuah ajakan tak terduga yang membuat tidak bisa tidur nyenyak malam itu. DJ E-One Cronik, alias Evilcutz mengajak saya ikut serta dalam sebuah tur lintas negara di minggu terakhir bulan Februari 2019. Saya merupakan orang terakhir yang bergabung. Sebelum diajak, rupanya Dangerdope, Krowbar, Jerefundamental, dan Zillacov sudah menyatakan keikutsertaan mereka.

Setelah mendapat ajakan tersebut, dimulailah proses seminggu penuh saya mengurus perpanjangan passport, yang kebetulan saya lakukan berbarengan dengan Krowbar yang karena ketidaksengajaan itu, membuat saya tahu siapa nama aslinya.

Rombongan keberangkatan dibagi dua. Jere, Dangerdope dan Zillacov berangkat berbarengan dari Aceh pada 20 Februari 2019. Sementara saya, DJ Evilcutz, dan Krowbar berangkat dari Bandung keesokan harinya. Kami bertemu di Kuala Lumpur, check point pertama tur ini. Rombongan kami bertambah satu dengan kehadiran Ucok Munthe yang ikut serta bersama Jere, sebagai bentuk support beliau untuk tur ini.

Show pertama dilakukan di sebuah record store jejaring Grimloc, bernama Tandang Store di Kuala Lumpur. Setelah menghabiskan satu malam di Kuala Lumpur, kami bergegas menuju kota kedua dalam tur ini, Johor Bahru. Perjalanan ke sana kami tempuh selama kurang lebih tiga jam. Disana kami disambut oleh teman-teman dari Kompound Goods, yang malamnya akan kami menjadi tuan rumah show kedua. Suasana di sana sama meriahnya seperti tempat pertama. Benar-benar panas, figuratively and literally. Saking panasnya, laptop DJ E sampai hang di tengah-tengah sesi.

Lokasi terakhir tur adalah di Singapura. Negara yang kami semua, kecuali Jere, belum pernah kunjungi. Perjalanan ditempuh dengan bus antar negara, sekitar dua puluh menit dari Johor Bahru, ditambah dengan dua jam proses interogasi di imigrasi perbatasan. Choice Cuts Goods adalah tempat yang menjadi venue kami di Singapura.

Setelah show terakhir ini, kami rencananya akan beristirahat di hari terakhir, sebelum bertolak ke Indonesia. Ternyata, beberapa kawan lain di Singapura meminta kami untuk mengisi sebuah studio gig di kawasan Chinatown, yang tentu saja kami sambut dengan senang hati. Gig dadakan ini menjadi penutup manis tur bertajuk Raiders of The Boombash. (*)

 

Teks: Randslam
Foto: Dok tour/ Randslam