Cara Menghibur dan Berbagi ala Culture Project

Di zaman yang serba digital saat ini, kehadiran platform digital sangatlah membantu bagi band/musisi untuk terus berkarya. Tidak ada ruang untuk manggung? Bisa diciptakan. Contoh besarnya ada di Code Orange saat mereka melakukan siaran langsung dalam rangka perilisan album terbaru. Saat itu hanya ada mereka dan para kru di dalam area konser. Penontonnya? Dari rumah masing-masing. Platform streaming musik semisal Spotify saat ini juga sangat digandrungi oleh banyak orang, Youtube apalagi. Semua bisa dimanfaatkan untuk berkarya dan terus menjalankan bisnis.

Kemudahan-kemudahan seperti inilah yang harusnya dijalankan dengan sangat serius di tengah kondisi yang ada saat ini. Masih banyak cara untuk menciptakan pasar sendiri. Inisiatif dari pihak band/musisi harus dilakukan agar dapat mendukung keberlanjutan bisnis yang mereka miliki. Salah satu cara adalah dengan melakukan kolaborasi antar pihak. Baik musisi antar musisi, ataupun musisi dengan entitas lainnya. Semangat kerja sama harusnya lebih bisa digaungkan dengan lebih besar lagi. Tak bisa konser offline, konser online jawabannya. Buatlah konten online sebanyak mungkin, agar para penikmat musik bisa terus melihat perkembangan dari band/musisi kesayangannya. Hal ini tentunya bisa memberikan dampak positif bagi keduanya. Titik balik terbaiknya adalah saat semua ini berakhir, orang-orang akan berkumpul bersama dalam suatu pertunjukan musik guna melihat band/musisi kesayangannya tampil. Hal itu pun coba direalisasikan oleh Culture Project.

poster culture project dunia untuk berbagi

Hidup di negeri ini menurut Culture Project sangatlah komplit. Sumber daya alam nan indah dan cantik tiada tara yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke adalah harta terbesar kita yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Culture Project adalah Umariyadi Tangkilisan (gitar), Zhul Usman (vocal), Ayub Lapangadong (bass), dan Riyan Fawzi (gitar/synthesizer). Mereka adalah kolektif musik asal Palu yang terbentuk pada tahun 2008 silam. Musik yang mereka mainkan adalah populer world music (begitu mereka menyebutnya). Saat ini wabah Covid-19  menghantam banyak negeri, termasuk Indonesia juga. Dan kini kita telah dihadapi dengan sesuatu yang bernama New Normal. Kebiasaan baru dengan prosedur kesehatan yang harus kita anggap normal dalam aktivitas harian kita.

Merespon kondisi yang tidak dalam keadaan baik-baik saja ini, Culture Project merespon hal tersebut dengan kerja kreatif. Dibantu oleh teman-teman kolektif, mereka merilis kembali lagu yang berjudul “Dunia Untuk Berbagi”. Lagu ini sendiri adalah lagu lama dari Culture Project. Meski begitu, lagu ini masih sangat relevan untuk keadaan hari ini bahkan mungkin untuk kedepan. Sebuah kesadaran tradisional bahwa kita ternyata lemah jika sendiri dan kuat jika berbagi energi. Saat kompetisi hidup semakin sengit hingga saling memangsa justru kita mencoba saling menguatkan. Dunia butuh kesadaran ini dan kita sedang menuju kesana. Video sesi ini sendiri sudah bisa dinikmati di kanal Youtube milik mereka. Silahkan meluncur.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Culture Project

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading