Buku Cerita Baru dari Noni di EP BOYISH

Amaranggani atau lebih akrab terdengar dengan nama panggungnya Noni, adalah seorang penyanyi dan juga sekaligus seorang penulis lagu asal Jakarta. Sama seperti musisi kebanyakan, ketertarikannya kepada dunia musik semua diawali dengan mencoba. Di kasusnya Noni, dia pada awalnya sangat senang merilis lagu-lagu ciptaannya sendiri di Soundcloud, dari sinilah awal mula dia terjun ke dunia musik sebagai pemula. Selain piawai menulis lagu, dia juga memiliki ciri khas vokal yang unik dan mampu membuat banyak orang menjadi tertarik. Hal ini pun terbukti dari berbagai bentuk kolaborasi antara dia dan beberapa produser yang ada. Contohnys seperti di tahun 2018, Noni diajak oleh seorang produser bernama Zehan sebagai featured artist di dalam lagu yang berjudul “Linger”, dan menjadi momen pertamanya sebagai musisi yang lagunya dirilis di layanan musik dalam digital. Selain itu, dirinya juga pernah merilis single berjudul “Toxic Ovr Ya” yang mana di lagu ini dirinya bekerja sama dengan Andre&, seorang produser / DJ dibawah naungan Pon Your Tone.

Tercatat Noni juga pernah berkolaborasi dengan beberapa musisi dan produser seperti Dexfa (Sleeptight), Clevt (Goodbye), pxzvc (Swim (Take Me Back)), Kenny Gabriel (STAY), HNATA (LOST), CVX (Crawl), dan AndyHas (Supernova).  Pada tahun 2020, Noni bertekad untuk merilis lebih banyak lagu milik dirinya sendiri, hal itu pun dibuktikannya di pertengahan tahun ini dengan merilis dua lagu ciptaannya yaitu “Ocean Waves” dan “Things I Could Never Say To You” yang sampai hari ini sudah memiliki lebih dari 785.000 streams di Spotify. Rilisan ini kemudian disusuli oleh sebuah single berjudul “I Don’t Know You”. Single terakhir yang dilepas olehnya sebelum akhirnya merilis sebuah mini album adalah single berjudul “Boyish” pada bulan Oktober kemarin, judul dari single ini sendiri pun dama dengan mini albumnya.

Pembuatan mini album “BOYISH” yang berisikan 4 lagu utama dan 1 lagu bonus ini bisa dibilang sangat spontan. Kenapa begitu? Alasannya karena menurutnya semua proses produksi dilakukan di masa awal karantina akibat adanya Covid-19, dan juga bertepatan dengan diliburkannya perkuliahan. Nah, untuk mengisi waktu libur kuliahnya, Noni menumpahkan kreativitasnya dengan menulis lagu-lagu, yang kemudian digarap bersama dengan Ikki (CVX). Proses penggarapan mini album ini pun dilakukan secara virtual yang hanya mengandalkan sarana komunikasi WhatsApp dan e-mail.

(Sampul EP Boyish)

Keempat lagu baru tersebut seluruhnya diproduseri oleh CVX dan Noni sebagai co-producer sedangkan bonus track sekaligus penutup EP ini adalah versi remix dari “I Don’t Know You” yang diaransemen ulang oleh Enkara dan Adam Putra. Dalam proses pembuatan EP ini Noni mengambil banyak inspirasi dari berbagai musisi dan dari lintas genre. Namun inspirasi tersebut didominasi oleh genre R&B, khususnya Korean R&B, dan R&B dari tahun 90-an. Beberapa musisi yang menjadi inspirasinya adalah JoJo, Ariana Grande, SUMIN, Solange, Yerin Baek, Chloe x Halle, Crush dan masih banyak lagi.

Bagi Noni, mini album ini adalah sebuah buku cerita tentang berbagai permasalahan yang hinggap dan dihadapi Noni dalam lingkungan sosialnya sehari-hari. Track yang menjadi pembuka dari mini album ini adalah lagu “More”. Catatan uniknya adalah, lagu ini ternyata sebuah demo lama yang dibuat oleh Noni pada awal tahun 2019, dan kemudian dikerjakan ulang bersama CVX untuk masuk di mini album tersebut. Lagu ini juga merupakan karya pertama Noni yang dibuat tanpa menggunakan instrumen.

“Saya bikin “MORE” ini benar-benar tanpa instrumen, cuma modal buku tulis, perekam suara di ponsel, otak dan suara. Megang instrumen pas lagunya sudah selesai dibuat,” tutur Noni. Dalam lagu ini, Noni bercerita tentang seorang teman lelaki yang disukainya yang sedang terjebak dalam hubungan toxic, dan memiliki segudang keluhan tetapi sulit sekali untuk melepaskan. Noni memilih ‘MORE’ sebagai fokus track dari EP-nya karena lagu ini sangat merepresentasikan sikap ‘childish’ yang merupakan konsep dari EP “BOYISH” itu sendiri. Aku yakin ada momen-momen di mana ketika kalian dihadapi oleh suatu konflik, kalian merasa cara kalian menghadapinya itu kekanak-kanakan banget tapi rasanya benar aja untuk bersikap seperti itu. Nah, lewat EP ini aku mengajak pendengarku untuk menerima sisi kekanak-kanakan itu, tentu dalam batasan yang masih wajar. Karena berapapun umur kita, pasti bakal tetap ada jiwa kekanak-kanakan dalam diri kita,” tutupnya.

Dengan dirilisnya EP perdana ini, Noni berharap bisa memperkenalkan dirinya dengan baik sebagai musisi khususnya genre R&B kepada penikmat musik di Indonesia. Ia juga berharap pendengarnya bisa merasa terwakilkan oleh lagu-lagu yang ditulisnya.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Noni

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading