Banksy: Dari Buku Hingga Karya Lukis

Sebuah buku hardcover berjudul Banksy: You Are An Acceptable Level of Threat and if You Were Not You Would Know About, baru saja dirilis secara online. Buku setebal 248 halaman ini menampilkan koleksi besar dari fotografi yang menyoroti karya ikonik oleh seniman Inggris yang sangat sulit dipahami oleh orang-orang. Dari grafiti awalnya di Bristol pada akhir 1990-an hingga karya Seasons Greetings yang diresmikan pada 2018 pada hari Natal, edisi baru dari buku ini menceritakan seluruh karier dan karya seni jalanan dari Banksy. Buku ini juga menyoroti self-destructing Love is in the Bin artwork Sotheby sebagai “karya seni pertama dalam sejarah yang telah dibuat secara langsung selama lelang.” Selain itu, gambar-gambar yang memvisualkan pertunjukan Dismaland yang monumental, lukisan, dan pahatan media campuran dari The Walled Off Hotel, karya seni yang terinspirasi Basquiat di dinding Barbican, serta karya-karya baru dari Gaza dan New York juga menjadi sorotan dalam buku ini.

Deskripsi yang luas di sini mampu membantu para pembaca memahami konteks yang ada di balik karya-karya dan intervensi yang disebutkan di atas, juga termasuk ke dalam buku yang berukuran delapan kali sepuluh inci ini. Lihatlah halaman-halaman tertentu seperti jangkauan karier yang terapat di buku Banksy: You Are An Acceptable Level of Threat and if You Were Not You Would Know About dan belikah satu buku ini yang memiliki harga $ 27 USD di situs-situs ritel tertentu termasuk Amazon.

buku banksy - You Are An Acceptable Level of Threat and if You Were Not You Would Know About

Menyusul peluncuran bukunya tersebut, Banksy dikabarkan juga turut menyumbangkan triptych “Mediterranean sea view 2017” miliknya ke yayasan Sotheby, untuk dijual lelang dalam rangka membantu mengumpulkan dana bagi Rumah Sakit Anak dan Unit Stroke. Karya darinya ini telah dijadwalkan akan mengikuti lelang lintas-kategori di Sotheby pada 28 Juli, karya seni yang bermuatan politis ini diperkirakan akan mengumpulkan dana hingga £ 1,2 juta (sekitar $ 1,5 juta USD). Dalam catatannya, karya ini dibuat sebagai tanggapan terhadap krisis imigran Eropa pada tahun 2010, Banksy di karya ini melukisbuah  tiga kanvas tua yang kemudian menampilkan bentang laut gaya abad ke-19, dan menambahkan jaket pelampung dan pelampung yang ditinggalkan, untuk menyoroti kematian tragis ribuan imigran yang berusaha melintasi Laut Mediterania. Triptych akan ditawarkan dalam penjualan lelang lintas-kategori “Rembrandt to Richter” Sotheby, selain itu, juga akan adalah sebuah lukisan potret-diri terakhir karya terakhir dari Rembrandt, juga ada karya dari Gerhard Richter, karya Peter Rubens dan Frans Hals, dan ragam koleksi karya-karya avant-garde awal abad ke-20, yang dibuat oleh Fernand Léger dan Pablo Picasso.

Mediterranean Sea View 2019

Triptych dari lukisan minyak berbingkai diciptakan untuk Banksy Walled Off Hotel di Bethlehem. Karya ini akan ditampilkan dalam penjualan malam lintas kategori Rembrandt ke Richter Sotheby pada tanggal 28 Juli. Semua hasil dari penjualan “Mediterranean sea view 2017″ akan digunakan untuk membangun unit stroke akut baru, dan membeli peralatan rehabilitasi anak-anak untuk rumah sakit BASR di Betlehem. Alex Branczik, kepala seni kontemporer Sotheby untuk Eropa, mengatakan: “Di Mediterranean Sea View 2017, Banksy merusak tiga lukisan minyak lalu dia kerjakan sendiri untuk menciptakan sesuatu yang, sementara menyamar sebagai pemandangan laut abad ke-19, menyoroti salah satu yang terbakar. masalah abad ke-21.

“Di Rembrandt to Richter, triptych ini tergantung di galeri Sotheby bersama karya-karya beberapa pelukis lanskap terhebat sepanjang sejarah, termasuk Bellotto, Van Goyen dan Turner. Namun, karya Banksy berdiri sendiri karena pesan politiknya yang kuat.” Tutur Alex Branczik.

Beberapa waktu kemarin juga, Banksy kembali membuat heboh, kali ini dirinya memprotes orang-orang yang masih saja tidak memakai masker bila di tempat umum, salah satunya saat di dalam sebuah kereta. Melalui serangkaian stensil di London Underground, dirinya menampilkan tikus khasnya yang memvisualkan perihal “bila tidak menggunakan masker, kalian akan terkena virus.” Dalam sebuah video yang diunggah di halaman Instagram resminya, seniman jalanan tersebut terlihat sedang memasuki gerbong kereta bawah tanah sambil berpakaian serba putih yang terlihat seperti seorang  anggota kru pembersihan sebelum membuat karya stensil dan muralnya . Kemudian video tersebut menampilkan dirinya sedang berada di sekitar area tunggu dan mengedit sebuah video dengan judul “London Underground – undergoes deep clean”.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip sotheby dan Amazon

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading

Meramu Crossover Hardcore Ke Tahap Terbaru

Dari Sidoarjo, unit Crossover Hardcore yang tergabung dalam Voorstad akhirnya merilis mini album terbaru dengan tajuk Self-titled melalui label Greedy Dust Records. Ini merupakan rilisan kedua Voorstad setelah pada awal...

Keep Reading

Penegasan Warna Terbaru I Punch Werewolf

Penegasan eksistensi I Punch Werewolf melalui video klip lagu terbaru dengan judul Broken. Unit ini terus menggebrak kancah musik dengan beragam rilisannya. Untuk lagu ini sendiri dibuat lebih mengayun, namun...

Keep Reading