Bukti Keseriusan Angsa & Serigala

Apa yang terbesit di pikiran bila mendengar nama Angsa & Serigala? Pasti berpikir bila band ini sudah tidak aktif lagi. Jangan salah, mereka masih ada. Walaupun album terakhir yang mereka rilis itu di tahun 2018 silam, tapi hingga saat ini mereka masih tetap aktif di media sosialnya. Tahun dirilisnya album “Ruang Waktu” memang patut untuk disyukuri, sebab kenapa? Karena di tahun itu mereka kembali dari hiatus yang cukup lama. Album tersebut adalah kali kedua mereka merilis sesuatu, proses pengerjaannya memang cukup memakan waktu lama dari yang pertama, tapi toh karya bagus memang patut untuk ditunggu. Selain album baru, di waktu itu juga mereka keluar dengan formasi baru, bila dulu sering terlihat segambreng, kini mereka hanya berlima. Formasi lima orang ini pun hanya menyimpan dua orang personil lama, yaitu Hendra Araji (vokal) dan Meyga Sukmana (pianika). 3 lagi adalah personil baru, mereka adlaah Viddy (drum), Vicky (bass), dan Esa Prakasa (gitar.

“Album “Ruang Waktu” merupakan karya orisinil Angsa & Serigala yang juga sekaligus proses transformasi baik secara formasi personil maupun genre musik, walaupun tanpa iringan trumpet dan biola, materi lagu album kedua ini di aransemen dengan musik dan lirik yang lebih matang dan kuat.” Terang mereka.

Dengan formasi baru ini, mereka kembali melanglang buana ke berbagai pentas musik tanah air. Kemudia disusul dengan merilis beberapa video lirik apik yang tentunya ada di album kedua mereka tersebut. Waktu demi waktu terus dilalui, hingga akhirnya mereka tiba di masa yang serba terbatas seperti sekarang ini. Bukan hanya mereka saja yang merasakan dampak yang tidak mengenakkan dengan adanya wabah Covid-19, tapi kita di seluruh dunia pun turut merasakannya. Banyak konser yang dibatalkan, banyak tempat yang tak bisa dikunjungi, dan banyak lainnya adalah permasalahan yang sedang kita hadapi dewasa ini.

Single Angsa & Serigala '7 Hari'

Terkadang, titik terendah kehidupan dapat membuka mata tentang apa yang sebenarnya kita inginkan. Dari sana, Portee Goods dan Angsa & Serigala memutuskan untuk berkolaborasi untuk mengemas pesan tersebut lewat video musik dari single mereka berjudul “7 Hari” dan telah dirilis 7 Agustus 2020. Single dari Angsa & Serigala ini bercerita tentang keresahan terpendam para white collars akan rutinitas yang tak dilakukan dengan sepenuh hati. Situasi tersebut beririsan dengan salah satu target pasar Portee Goods, yaitu karyawan. Bersama team Studio Major Minus, makna lagu 7 hari berhasil diterjemahkan dengan baik lewat sajian visual surealis yang mengadopsi interpretasi realita abnormal dari seorang pengidap Schizophrenia.

“Tujuh hari penuh ku semakin menjauh dari yang ku mau. Terpacu memburu semua impianku yang ternyata semu.” Terang Angsa & Serigala

Video musik “7 Hari” disutradarai oleh Shabila Hidayati dan menggambarkan bagaimana perasaan karakter utama yang diperankan sang vokalis, Hendra Araji, dalam mengejar impian yang semu dalam tekanan rutinitas pekerjaannya. Seluruh proses pengambilan gambar dilakukan selama 12 jam di studio Selatan 22, Bandung. Di zaman yang serba digital saat ini, kehadiran platform digital sangatlah membantu bagi band/musisi untuk terus berkarya. Kemudahan-kemudahan seperti inilah yang harusnya dijalankan dengan sangat serius di tengah kondisi yang ada saat ini. Masih banyak cara untuk menciptakan pasar sendiri. Inisiatif dari pihak band/musisi harus dilakukan agar dapat mendukung keberlanjutan bisnis yang mereka miliki. Salah satu cara adalah dengan melakukan kolaborasi antar pihak. Baik musisi antar musisi, ataupun musisi dengan entitas lainnya. Semangat kerja sama harusnya lebih bisa digaungkan dengan lebih besar lagi. Semoga kita semua bisa melewati krisis ini ya.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Angsa & Serigala

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading