Budaya Skateboard dan Perayaannya di Go Skateboarding Day

21 Juni selalu ditandai sebagai hari raya umat skateboard di seluruh dunia. Di tanggal tersebut, para skateboarder berkumpul, bersenang-senang, dan merayakan apa yang mereka cintai. Dari fenomena inilah, kita bisa melihat kalau skateboard tidak hanya berfungsi sebagai olahraga saja, lebih dari itu, diperlukan sebuah tekad besar untuk memainkannya, dan juga sering kali terlihat olah raga ini memiliki nilai hidup seperti kebersamaan. Kerap kali bila bertanya kepada para skateboarder, apa yang disenangi dari olah raga ini? Jawabannya adalah “dengan skateboard, kita bisa menumbuhkan rasa kebersamaan, kesalahan melakukan trik digunakan sebagai dorongan agar lebih rajin lagi berlatih, dan yang terpenting lagi, kita orangnya pantang menyerah.” Tahun ini mungkin menjadi tahun yang berat bagi semua orang, tak terkecuali para skateboarder, dengan adanya himbauan dari pemerintah, perayaan Go Skateboarding Day tak bisa semeriah tahun-tahun sebelumnya. Tapi bukan berarti semangat yang ada tetap hilang.

Merunut kembali ke belakang, bernaung bersama payung organisasi bernama International Association of Skateboard Companies (IASC), Go Skateboarding Day kemudian disahkan menjadi sebagai perayaan di tahun 2004, dan diharapkan dapat terus menghadirkan sesuatu yang positif kepada mereka yang mencintai olah raga ini. Selain itu, guna dari adanya perayaan hari skateboard ini adalah untuk lebih memperkenalkan serta mengedukasi masyarakat luas, bahwa skateboard dan para peminatnya bukanlah berandalan yang sering kali dipikirkan oleh orang banyak. Awalnya, Go Skateboarding Day dirayakan dengan sesuatu yang sederhana, skating dan makan-makan. Seiring berjalanannya waktu, perayaannya digelar dengan lebih besar lagi. Yang paling mencolok dari perayaan ini adalah kegiatan konvoi keliling kota sebelum menuju ke pesta yang sesungguhnya. Biasanya, kegiatan yang dilakukan adalah perlombaan berbagai trik, masak-masak, hingga penampilan band.

Skateboard pertama kali ditemukan pada pertengahan tahun 1950 oleh seorang peselancar yang bernama Frank Nasworthy, seiring dengan perkembangan era surfing di daerah California, Amerika Serikat. Awal mula ide muncul adalah saat dirinya ingin mencari sesuatu yang bari tapi bersifat sama seperti surfing dan bisa dilakukan di daratan. Mulai saat itulah permainan skateboard dimainkan, dan papan pertama yang dibuat hampir mirip dengan papan surfing, namun ukurannya agak kecil.Pertama kali muncul ke permukaan, papan dari skateboard masih diciptakan oleh tangan manusia dan terbuat dari kayu yang menggabungkan ban sepatu roda dan disambungakan oleh trucks dari sepatu roda yang sangat tebal dan berat. Pada saat itu orang juga belum mengenal nama “skateboard” seperti sekarang ini, dahulu olah raga ini lebih dikenal dengan nama “Sidewalk Surfing”.

Revolusi besar-besaran terjadi pada era tahun 1960-an, ketika itu skateboard mulai mengambil peran di mana-mana. Pengikutnya kian hari kian bertambah dan menjadi sangat besar. Kompetisi skateboard pertama kali dilakukan di tahun 1965, dan saat itu John Steverson pun mengatakan bahwa “para pemain olahraga ini adalah sebenar-benarnya penemu, mereka pelopor, mereka adalah yang pertama.Tidak ada sejarah di Skateboarding, semua dibuat oleh kalian semua. Olahraga ini sedang berkembang, dan akan menemui titik terangnya di masa depan.” Setelah kompetisi pertama berhasil digalakan, di tahun-tahun berikutnya, olahraga ini semakin populer dan banyak anak muda yang kemudia beralih dari baseball ke skateboard.

Lalu, pada perjalananya, banyak merek bermunculan. Salah duanya adalah yang bernama Hobie dan Makaha. Keduanya melihat skateboard sebagai peluang besar untuk bisnis mereka, atas dasar itu, mereka kemudian memproduksi berbagai kebutuhan untuk olahraga ini. Hal ini pun mendapat antusias besar dari para pemain, karena apa? Berkat keduanya, mereka tidak perlu lagi bersusah payah untuk membuat papan. Tinggal membeli dan memainkannya. Popularitas skateboard mulai meningkat ketika sebuah majalah lokal yang membahas permainan ini mulai terbit, namanya adalah Skateboarder Magazine. Majalah ini tentu saja pada masanya menjadi sebuah media yang sangat membantu para skateboarder untuk lebih mengetahui secara lengkap mengenai banyak hal dari olahraga tersebut. Makaha sebagai salah satu merek pada waktu itu benar-benar mengeruk keuntungan yang luar biasa, tercatat mereka berhasil mengumpulkan keuntungan sebanyak 4 juta dolar Amerika dalam jangka waktu dua tahun yaitu 1963 hingga 1965.

Selain itu, olahraga ini juga memiliki sebuah yayasan yang bernama Go Skateboarding Foundation. Mereka adalah organisasi filantropi nirlaba yang mendukung dan didukung oleh para pemain skateboard, dibentuk pada tahun 2005 sebagai tanggapan atas kemurahan hati dari para penikmat skateboard yang terus menerus ada. Donasi-donasi yang masuk ke Go Skateboarding Foundation banyak digunakan untuk membantu mendanai ragam program yang akan dan sudah mempromosikan olahraga ini, yang kemudian mampu memberikan dampak positif ke masyarakat luas, dan kehidupan para skateboarder muda. Go Skateboarding Foundation memberikan sebuah pengalaman positif dari kegiatan skateboard dengan menciptakan peluang yang menginspirasi dan memberdayakan para skateboard di masa depan.

Go Skateboarding Day telah banyak berjasa untuk menyatukan para skateboarder ke dalam semangat nyata perihal apa yang mereka cintai, konsekuensi positifnya adalah banyak pemerinta kota yang akhirnya membangun fasilitas skatepark, mempromosikan toko skate lokal dan juga arena DIY, serta mengumpulkan donasi untuk berbagai kegiatan amal. Perayaan ini telah memiliki tempat di hati para pecinta skateboard di seluruh dunia, dan tumbuh secara eksponensial setiap tahun.

HAPPY GO SKATEBOARDING DAY 2020.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Penampilan Monumental Di Konser Fundamental

Jumat malam memang terlalu brengsek jika harimu harus dilalui dengan hujan lebat disertai banjir dan macet di selatan Jakarta. Kebrengsekan itu pulalah yang saya rasakan saat menuju Kemang untuk menyaksikan...

Keep Reading

Menyajikan Lebih Dari Musik!

Familiaxshow telah sampai pada seri ke-7 yang akan digelar pada 18 September 2022. Gig 3 bulanan sekali ini pertama kali digulir 6 Maret 2020 dengan fokus memberikan ruang bagi lineup...

Keep Reading

Geliat Kreatif Dari Sulawesi Tengah Dalam Festival Titik Temu

Terombang-ambing dalam kebimbangan akan keadaan telah kita lalui bersama di 2 tahun kemarin, akibat adanya pandemi yang menerpa seluruh dunia. Hampir semua bentuk yang beririsan dengan industri kreatif merasakan dampak...

Keep Reading

Memaknai Kemerdekaan Lewat "Pasar Gelar" Besutan Keramiku

Di pertengahan bulan Agustus ini, ruang alternatif Keramiku yang mengusung konsep coffee & gallery menggelar acara bertajuk “Pasar Gelar” di Cicalengka. Gelaran mini ini juga merupakan kontribusi dari Keramiku untuk...

Keep Reading