Black Lives Matter Masuk Nominasi Nobel Prize 2021

Dari banyak peristiwa yang terjadi disepanjang tahun 2020 lalu, tak bisa dipungkiri bahwa gerakan Black Lives Matter adalah salah satu gelombang protes yang paling mencuri perhatian. Bagaimana tidak, nyaris masyarakat diseluruh dunia membicarakan hal tersebut. Lini media sosial ramai dengan pelbagai dukungan yang ditujukan untuk para demonstran. Seketika isu soal rasisme menjadi pembicaraan yang terjadi di mana-mana diikuti dengan tingkat kesadaran akan kesetaraan.

Baru-baru ini salah seorang anggota parlemen Norwegia, Petter Eide, menominasikan gerakan Black Lives Matter untuk Hadiah Nobel Perdamaian 2021. Ia mengatakan bahwa gerakan tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa dalam hal meningkatkan kesadaran masyarakat global tentang isu rasialisme. Eide memuji ajakan bertindak yang inklusif dan transnasional sebagai salah satu faktor yang paling membedakan dibandingkan dengan pendahulunya.

“pencapaian luar biasa dalam meningkatkan kesadaran dan kesadaran global tentang ketidakadilan rasial” kata Eide dikutip dari USA Today “Pemberian hadiah perdamaian kepada Black Lives Matter, sebagai kekuatan global terkuat melawan ketidakadilan rasial, akan mengirimkan pesan yang kuat bahwa perdamaian didasarkan pada kesetaraan, solidaritas dan hak asasi manusia, dan bahwa semua negara harus menghormati prinsip-prinsip dasar itu” lanjutnya

Eide mengatakan Black Lives Matter meneruskan warisan gerakan keadilan rasial sebelumnya, seperti gerakan hak-hak sipil di AS dan gerakan anti-apartheid di Afrika Selatan. Martin Luther King Jr. memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1964, dan Albert Luthuli serta Nelson Mandela memenangkan hadiah tersebut masing-masing pada tahun 1960 dan 1993, untuk kampanye mereka melawan diskriminasi rasial di Afrika Selatan.

Sementara, dikabarkan bahwa Komite Nobel Norwegia tidak akan mengungkapkan siapa saja  nominator atau calonnya, nominasi tersebut juga tidak berarti menyatakan dukungan dari Komite. Para nominator tersebut merupakan pemimpin pemerintahan, profesor universitas terpilih, atau anggota organisasi internasional. Mereka dipersilahkan untuk mengumumkan pilihan mereka di antara ribuan yang lainnya.

Namun  dari rumor yang beredar nominasi lain yang terungkap sejauh ini adalah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Donald Trump, Greta Thunberg yang juga salah satu kandidat penting tahun lalu untuk hadiah tersebut . Sedangkan penentuan nominasi Hadiah Nobel Perdamaian 2021 akan berakhir pada 1 Februari 2021, kemudian pemenangnya akan di dipilih pada Oktober dan diikuti dengan selebrasi penghargaan yang akan digelar pada bulan Desember.

Di pertengahan tahun lalu, sebuah organisasi dan galeri seni bernama Compound, meluncurkan sebuah program pameran kelompok virtual yang menghadirkan ragam karya fotografi yang memotret berbagai bentuk gerakan demonstrasi mengenai Black Lives Matter. Diberi judul “The Art of Protest,” pameran virtual ini akan menampilkan pengalaman interaktif yang dikembangkan oleh agensi kreatif “dotdotdash”. Dalam prosesnya, agensi ini telah mengubah bentuk interior dari pos terdepan Compound Gallery ‘South Bronx, menjadi sebuah lingkungan 3D berbasis WebGL. Nantinya, teknologi ini mampu membawa pengunjung untuk menjelajahi berbagai karya yang dipamerkan. “The Art of Protest” akan lebih jauh menyoroti wabah lain yang menginfeksi orang-orang yang ada di Amerika Serikat, yaitu rasisme sistemik dan kebrutalan polisi.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Unplash/Nicole Baster

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading