Sukses dengan gelaran pertamanya di Jakarta, pada 29 November 2019 lalu, Bikin Panggung pun berlanjut ke edisi kedua. Dengan menyulap sebuah space di café bernama Maison De La Sol menjadi venue musik sederhana, pertunjukannya berlangsung dengan apik dan hangat, meski saat itu Kota Kembang tengah diselimuti cuaca dingin akibat sempat diguyur hujan.

Ada 5 band yang didaulat untuk mengisi edisi Bandung ini: Heals, Fuzzy, I, Under The Big Bright Yellow Sun, The Hollowcane, dan tentu saja Hursa, karena selain dalam rangka memberi panggung bagi band-band yang dirasa potensial, Mimaksi Entertainment juga Siasat Partikelir selaku penggagas memang menggunakan Bikin Panggung ini sebagai medium untuk mempromosikan album “Harap dan Tuah” milik band dengan komposisi Gala (vokal & kibor), Pandji (gitar), Goldy (drum), serta Irvan (synth & synth bass) tersebut.

“Bandung dipilih karena kota ini jaraknya dekat dengan Jakarta. Lalu, akhir-akhir ini banyak band-band keren yang munculnya dari Bandung. Jadi, saya berpikir kalau akan menarik sekali kalau Bikin Panggung ini bisa digelar di Bandung juga,” ungkap Bobby Chaniago selaku pihak Mimaksi Entertainment yang juga merupakan manager dari Hursa terkait pemilihan Bandung sebagai lokasi BIkin Panggung edisi kedua.

Malam itu pun para line up tampil dengan maksimal, dan entah kebetulan atau tidak terdapat tiga band di Bikin Panggung ini yang dikabarkan  tengah sibuk memproses albumnya. Mereka adalah The Hollowcane, Fuzzy, I, serta Heals.

The Hollowcane yang berawakan Ega (gitar & vokal), Ilham (Bass), Mario (gitar), Dicky (drum), dan Anjar (synthesizer) ini didapuk sebagai penampil pertama. Band yang mulai muncul kepermukaan dengan membawa single bertajuk “Sound of the Mountain” tersebut telah merampungkan sesi rekaman albumnya jauh-jauh hari. Rencananya paket karya itu akan segera meluncur di sekitaran akhir bulan Desember 2019.

“kita memulai recording untuk materi album itu dari Februari 2019 dan rampung di April 2019,” ungkap Egga. Rencananya akan ada 10 lagu pada album yang menurut penjelasan dari para personilnya, akan sangat cocok bila menjadi lagu latar dalam bermain skateboard. “Kami tidak terlalu perduli dengan definisi orang-orang terhadap musik kami, tapi saya setuju kalau musik The Hollowcane ini digambarkan sebagai ‘musik pengiring bermain skateboard’,” jelasnya.

Selanjutnya ada penampilan Fuzzy, I. Proyek ambisius milik Egi Hisni (vokal), Fathara Rizqi (bass), Alyuadi Febryansyah (gitar), Dissa Kamajaya (synthesizer/sequencer), dan Hendrawan Saputra (drum) ini juga tengah disibukkan dengan agenda menggarap album. “Bila dipersentasikan, persiapannya mungkin sudah sejauh 70 persen, sekarang kita tinggal memoles dan memilih lagu-lagunya saja,” ungkap sang gitaris, Alyuadi.

Egi Hisni selaku vokalis memiliki gambarannya sendiri soal materi-materi album yang direncanakan akan meluncur pada pertengahan tahun 2020 tersebut. “Sebenarnya materinya tidak jauh-jauh seperti karya-karya sebelumnya, tapi dipoles sedikit ‘kecantikan’ yang akan membuatnya berbeda,” jelasnya.

Tekait proses pengkaryaan, Alyuadi mengungkapkan kalau Fuzzy, I tidak membatasi para personilnya untuk bereksplorasi. “Waktu awalnya kita pengennya ngangkat musik post-punk, tapi pas kita workshop malah cukup melenceng jauh. Sampai bingung juga sebenarnya mendefinisikan musik Fuzzy, I yang sekarang,” katanya.

Setelah penampilan unit post-rock mutakhir yaitu Under The Big Bright Yellow Sun serta Hursa yang menyajikan nomor-nomor pamungkas dari album “Harap dan Tuah”, maka acara pun ditutup oleh Heals. Bikin Panggung sendiri adalah panggung pertama mereka di tahun 2019 ini. Penuhnya moshpit pada saat itu menandakan bahwa banyak orang yang merindukan penampilan dari band tersebut.

Masih belum banyak informasi terkait penggarapan proyek album kedua band yang beranggotakan Alyuadi Febryansyah (gitar, vokal), Reza Arinal (gitar, vokal), Octavia Variana Lantang (bass, vokal), Muhammad Ramdhan (Gitar), dan Adi Reza (drum) ini, namun sang manager yaitu Vando mengklarifikasi bahwa kabar tersebut benar adanya.

Edisi Bandung ini berakhir cukup mulus tanpa kendala berarti. Semuanya terlihat nyaman, aman, dan menikmati. Setidaknya itu terlihat dari beberapa senyum yang terbit di wajah para pengunjung. Lalu, di kota mana lagi Bikin Panggung akan berlangsung?

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Mas Jawjaw