Bersama Steve Lillywhite Merayakan 25 Tahun Vauxhall and I

Jakarta beruntung. Di tahun 2019 ini, album legendaris Vauxhall and I milik Morrissey telah mencapai umur 25 tahun. Album ini, memuat hit legendaris The More You Ignore Me, The Closer I Get.

Tentu, untuk para penggila Morrissey dan The Smiths, ada banyak lagu lagi yang bisa digali dari album ini selain single tersebut. Sejarah mencatat bahwa Vauxhall and I merupakan salah satu album paling sukses milik Morrissey.

Pada Selasa, 19 Maret 2019, untuk merayakan 25 tahun dirilisnya Vauxhall and I, Kios Ojokeos menghelat sebuah seri diskusi penting bertajuk Putar Kembali Morrissey Vauxhall and I. Lebih spesialnya, diskusi ini menampilkan Steve Lillywhite, produser album ini yang sejak beberapa tahun terakhir pindah domisili ke Jakarta, bekerja di Jagonya Musik, label rekaman milik KFC. Selain itu, dua penggemar akut Morrissey juga didapuk untuk ikut jadi panelis, Aca dari Straight Answer dan Ade Paloh dari Sore. Diskusi ini dimoderatori oleh penulis puisi Mikael Johani.

Kesempatan langka ini mampir pada Jakarta. Lillywhite bercerita banyak tentang sejumlah kisah di belakang layak yang terjadi pada pengerjaan album tersebut. Mulai dari trik merekam gergaji sebagai sample suara sampai manajer George Michael yang terbang khusus dari New York ke London untuk kemudian menempuh jalan darat dua jam ke lokasi studio, tapi tidak ditemui oleh Morrissey. “Morrissey tidak mau menemuinya karena dia tidak menyukai rambut orang itu,” seloroh Lillywhite.

Di beberapa kesempatan, Lillywhite juga ikut bernyanyi bersama dengan sejumlah hadirin mengikuti track yang dimainkan dari album ini. Ia nampak senang diajak kembali ke memori itu.

Selain secara spesifik bercerita panjang lebar secara eksklusif tentang cara pengerjaan album Vauxhall and I, diskusi ini juga memotret dengan baik kenangan personal Aca dan Ade Paloh terhadap album ini.

“Morrissey punya kata-kata yang indah, tapi jahat,” kata Ade Paloh. Ia bercerita bahwa di era album ini, Morrissey pernah membuat dirinya betah berdiri berjam-jam dengan kondisi super berdempetan di sebuah pertunjukan solonya di Los Angeles, tempat Ade Paloh berdomisili waktu itu.

Sementara Aca, malah sampai berkaca-kaca ketika bercerita pengalaman personalnya mendengarkan Now My Heart is Full, lagu pembuka Vauxhall and I.

Diskusi ini direkam. Semoga saja, Kios Ojokeos tidak perlu waktu lama untuk merilisnya. Supaya lebih banyak orang bisa ikut merasakan magis Morrissey yang dirasakan orang lain di luar lingkaran dekatnya.

“Buat saya, Morrissey itu adalah kontradiksi dari apa yang ia tulis lewat karya-karyanya,” papar Lillywhite. Seharusnya, kalimat itu, sudah cukup bikin penasaran. Mari kita tunggu dokumentasinya dirilis. (*)

Teks dan foto: Felix Dass

Mari Rayakan Akhir Pekan Di M Bloc Fest 2022

M Bloc Space merayakan ulang tahunnya yang ke-3 dengan membuat beragam keriaan: The Writers Festival (24 – 25 September), M Bloc Music Week (25 September – 2 Oktober), Pasar Wastra...

Keep Reading

Sad But True Menggurat Kisah Sedih

Kuartet Sad But True, unit heavy pop-punk, kini solid digawangi oleh Anisham (vokal), Hery (Gitar), Ryan Fakk (Bass), dan Kicot (Drum) tidak ingin berlama-lama untuk menjadi pasif. Langkah konkret yang...

Keep Reading

Persembahan Dhira Bongs Pasca Pandemi

Dhira Bongs, solois pop asal Bandung yang makin melebarkan gaung dengan merilis album studio baru bertajuk A Tiny Bit of Gold in The Dark Ocean. Album penuh ketiga setelah My...

Keep Reading

Kejutan Dari Bas Boi Yang Menggandeng Feel Koplo

Melangkah tanpa henti, Basboi kembali merilis materi yang sudah beberapa kali iya bawakan sebagai kejutan di konser-konsernya berjudul U DA BEST. Sebelumnya, solois ini sukses menggelar tur albumnya di enam...

Keep Reading