Sosok: Wai Rejected

Kita tidak boleh memandang sebelah mata kepada band yang pernah melakukan tur berkeliling  Kalimantan melalui jalur darat. Itu bukan perkara mudah, untuk menembus rimbunan hutan di pulau terbesar di Indonesia tersebut, diperlukan suatu usaha keras, nyali berlimpah, dan mental baja, kalau bukan gila. Silakan angkat topi kepada Wai Rejected.

Meski tumbuh dan berkembang di Pontianak, kelahiran mereka terjadi di Malang pada tahun 2006. Sempat beberapa kali mengalami gonta-ganti personil, akhirnya mereka bertemu Doni sebagai vokalis. Kini unit rock tersebut terdiri dari Dhika (drum), Edho (bass), Theo (gitar/synth), Jhon (gitar), dan Doni tentunya.

“Saya bergabung di awal tahun 2017. Kemaren mereka sempat mengadakan audisi untuk mengisi posisi vokal. Saya mengikuti kompetisi tersebut, karena kebetulan memang suka dengan karya-karya Wai Rejected,” ungkap Doni.

Doni adalah vokalis kelima. Menurut Theo, ia mampu memberikan warna baru pada Wai Rejected. “Vokalis pertama kita adalah Odi. Karena karakternya suaranya begitu kuat, saat ia keluar, akhirnya kami berusaha mencari yang serupa seperti Odi, tapi hasilnya ternyata tidak memuaskan.  Audisi pun dibuka untuk menentukan vokalis kami yang kelima. Selain karena karakter suaranya yang unik, Doni terpilih karena ia berhasil memperlihatkan keseriusan.”

Tur Kalimantan tersebut dilakukan  pada tahun 2018 dalam rangka merayakan perilisan album “Terbitlah Terang”. Total ada delapan titik yang kami kunjungi, terdiri dari kota Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Palangkaraya, Sintang, Sanggau, Kuching (Malaysia), dan Singkawang.

“Kami mendapatkan banyak pengalaman berharga saat tour Kalimatan tersebut. Berbekal dua mobil dari Samarinda dan map digital di smartphone, kami mulai dari titik terjauh dulu, yaitu Samarinda. Perjalanan ke sana memakan waktu dua hari tiga malam. Saking jauhnya, kita baru bisa mandi saat malam ke dua, tepatnya di Palangkaraya,” ucap Theo.

Meski dirasa sulit, Theo mengungkapkan bahwa tour Kalimantan itu juga menjadi momen bagi Wai Rejected untuk menciptakan jaringan yang lebih luas lagi. “Kata orang-orang, kami ini cukup gila karena berani melakukan tour Kalimantan melalui jalur darat. Meski saat itu kami senang menjalaninya, kami tidak mau lagi mengulangi tour tersebut,” tambahnya.

Proses perampungan album sendiri tergolong singkat, hanya memakan waktu selama tiga bulan hingga resmi keluar pada tanggal 26 Mei 2018. Semua materi lagunya adalah hasil olahan dari setiap referensi masing-masing personil.

“Saat itu kami bersepakat untuk membebaskan para personil dalam hal eksplorasi pada proses penggarapan album, karena tidak bisa dipungkiri, tiap anggota memilliki perbedaan referensi, dan itulah yang menciptakan musik Wai Rejected seperti sekarang,” jelas Theo. Meski dibebaskan berekspolorasi, mereka juga bersepakat untuk memberi benang merah pada konsep materinya, yaitu rock alternatif.

Setalah tour Kalimantan, lalu apa lagi? Rupanya, band tersebut tengah berupaya untuk bisa melangsungkan tour Pulau Jawa. Semoga saja bisa terwujud, dan mungkin bila mereka benar-benar cukup gila, bisa saja perjalanan Wai Rejected nantinya akan berjalan lebih jauh lagi.

Sepertinya, petualangan Wai Rejected masih akan terus berlanjut.

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Wai Rejected

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading