Berinteraksi dengan Teman Imajiner Lewat Aplikasi Acute Art 

Menyusul kesuksesan karya seni COMPANION milik seniman dan perancang Amerika Serikat Brian Donnelly yang dikenal secara profesional sebagai KAWS dengan menggunakan teknologi augmented reality (AR)-nya, Acute Art kini mengumumkan peluncuran karya AR pertama yang berkolaborasi bersama Nina Chanel Abney, seorang seniman dan pelukis kontemporer Afrika-Amerika yang kreasinya kerap mengeksplorasi berbagai isu ras, gender, budaya pop, homofobia, dan politik. Karya yang disebut “Imaginary Friend” alias teman imajiner itu kini bisa dinikmati melalui aplikasi Acute Art yang tersedia di Google Play Store (Android) dan App Store (iOS).

Karya AR milik perusahaan yang berkantor di London, Inggris, itu sejatinya dibuat untuk memperingati hari ulang tahun ke-57 Kota Washington DC pada bulan Maret kemarin yang bertepatan dengan peristiwa bersejarah di mana Dr. Martin Luther King Jr menyampaikan pidato “I Have a Dream”-nya di kota yang dijuluki novelis Charles Dickens dengan “City of Magnificent Intentions” itu. Abney mengaku di sisi visual karya yang ia kurasi bersama Acute Art itu terilhami oleh tokoh-tokoh fantasi seperti jin sakti dan ibu peri yang sering muncul dalam dongeng kartun. “Di samping itu, kreasi saya ini adalah sebuah perwujudan dari kata bijak yang banyak diyakini orang saat ini, yakni ‘terkadang kami percaya tidak ada hal baik yang dapat terjadi pada kami, jadi mustahil kebaikan itu ada’,” kata dia pada Hypebeast.

Aplikasi Acute Art

Abney membenarkan bila citra visual yang ia buat itu termotivasi pula dengan situasi masyarakat modern yang minim rasa saling percaya satu sama lain. “Sekarang, jika ada teman yang ingin membantu, teman yang dibantu pasti menanam rasa curiga: “Ada kepentingan apa, nih?”,” kata dia lagi. Sebagai seorang seniman, Abney memandang seni AR sebagaimana yang ia kerjakan belakangan itu tidak hanya menawarkannya kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan konstruksi ruang publik dan kehidupan sosial yang baru, tapi menurut dia “realitas berimbuh” itu bahkan memberikannya petunjuk bagaimana sebuah karya bisa dijadikan perangkat komunikasi yang interaktif.

Abney menaruh harapan besar teman imajinernya itu bisa menjadi pendamping yang mampu mengalihkan kesedihan, rasa trauma, serta kesusahan yang tengah dialami pengunjung. “Di era di mana nilai, keyakinan, dan sesuatu yang dianggap ‘kepercayaan’ sudah diabaikan seperti sekarang ini, barangkali ciptaan saya itu dapat diperlakukan sebagai teman pemaling yang mengurangi rasa ketidakpastian itu”. Sebelum dirilis untuk publik, “Imaginary Friend” dalam bentuk besar garapan aplikasi yang dikurasi oleh kritikus seni asal Swedia Daniel Birnbaum itu akan dipamerkan di beberapa kota besar di dunia, yang antara lain sejumlah lokasi di Negeri Paman Sam seperi Chicago, Grand Canyon, New York, Los Angeles, dan Washington, DC. Sementara Paris, London, Tokyo, dan Berlin menjadi kota pilihan selanjutnya. Versi yang lebih kecil “Imaginary Friend” tersedia bagi siapa saja yang memiliki aplikasi Acute Art untuk ditempatkan dan berinteraksi di rumah.

Sebelum meluncurkan teman imajiner bersama Abney, bulan Mei lalu Acute Art dan Olafur Eliasson berkolaborasi untuk menghasilkan wunderkammer, seni AR dari unsur alam. Olafur Eliasson sendiri adalah seniman Denmark-Islandia yang terkenal dengan pahatan dan seni instalasi berskala besar yang menggunakan bahan-bahan dari alam seperti cahaya, air, dan suhu udara untuk menciptakann pengalaman seni baru bagi penikmatnya. Kerja sama seni ini juga sudah bisa diunduh secara gratis melalui aplikasi Acute Art.     

Teks: Emha Asror
Visual: Arsip Acute Art

   

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading