Bergaya Sekaligus Berdonasi

Masker, hand sanitizer, alat pelindung diri (APD), alkohol, dan sarung tangan lateks adalah benda-benda yang keberadaannya masih sangat sulit untuk didapatkan hari ini. Hal tersebut terjadi dikarenakan aksi spekulan penimbun yang memainkan harga dan juga dikarenakan kapasitas produksi terbatas yang tidak bisa memenuhi kebutuhan akan barang-barang tersebut yang mendadak meningkat. Kelangkaan itu tentu saja menjadi sesuatu hal yang sangat menyulitkan untuk orang banyak termasuk tenaga medis yang membutuhkannya. 

Atas dasar hal tersebut beberapa lapisan masyarakat yang ada pun berinisiatif untuk bergerak sendiri. Ada yang menyediakan serta memproduksi sendiri alat perlindungan diri alternatif, tak sedikit pula yang menggalang donasi guna membeli kelengkapan-kelengkapan tersebut. Gerakan-gerakan ini perlahan meraih momentum ditengah kebuntuan untuk menularkan semangat untuk menyebarkan kebaikan.

Bila di waktu kemarin kami mengabarkan ada beberapa kolektif yang bergerak untuk membantu sesama dengan beragam programnya. Kali ini ada beberapa nama lagi yang masuk dalam radar kami. Gerakan yang mereka lakukan adalah dengan membuat merchandise, dan kemudian keuntungan dari hasil penjualannya akan didonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan ataupun untuk pengadaan bantuan kelengkapan untuk tenaga medis. Beraksi secara lokal, inisiatif ini muncul dari berbagai penjuru daerah yang ada di Indonesia, seperti yang dilakukan olehh Fun.Demic, Jama-Jama, Perpusrakyat, dan Aduide.

Mungkin programnya nampak sama, tapi ada sedikit perbedaan pembagian untuk hasil dari penggalangan dana mereka. Misalnya Fun.Demic, mereka mengatakan setiap pembelian 1 paket merchandise berupa kaos dan stiker sama dengan berdonasi sebesar Rp. 40.000, yang akan di sumbangkan melalui kitabisa.com untuk membantu semua orang yang sedang berjuang melawan wabah ini, sekaligus membantu UMKM tempat mereka melakukan produksi agar tetap mendapatkan penghasilan. Lalu, yang datang dari Palembang yaitu Jama-Jama Project. Mereka yang tergabung dalam gerakan Sriwijaya Youth Action ini akan mendonasikan Rp. 100.000 dari keuntungan penjualan kaos yang mereka produksi untuk mendukung gerakan yang ada. Bekerjasama dengan ilustrator lokal Palembang untuk artwork-nya, selain donasi mereka juga berharap bisa memberikan edukasi tentang CoViD-19 dengan menyertakan berbagai macam leaflet edukasi bersama paket kaos mereka.

Selanjutnya datang dari Aduide. Penggalangan yang mereka lakukan adalah sebuah bentuk kolaborasi antar komunitas dan para seniman. Dengan 100% keuntungan dari penjualan akan mereka donasikan untuk kebutuhan tenaga medis yang bertugas di garis depan untuk menangani wabah virus Corona, terutama di wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Dan yang terakhir adalah dari Perpusrakyat. Bagi yang belum tahu, mereka adalah sebuah wadah bagi para pecinta literasi di Jambi yang telah berdiri sejak tanggal 17 November 2017 di Desa Mendalo Indah, Kabupaten Muaro. Tujuan utama dari kegiatan yang mereka lakukan adalah untuk membantu masyarakat kelas menengah ke bawah dan mengedukasi mereka untuk bisa melakukan pencegahan penyebaran wabah. Keuntungan dari penjualan merchandise yang mereka buat akan dibelanjakan untuk paket sembako untuk kebutuhan pangan warga yang terdampak virus Corona.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Fun.Demic, Aduide, Perpusrakyat dan Jama Jama Project
Featured Image: Arsip thirdsector.com.au

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading