Berdialog: Syahrasi

Dedikasi adalah barang mahal. Untuk mendapatkannya dari seseorang, kadang-kadang tidak cukup bila hanya mengandalkan uang. Ini semua soal makna. Maksudnya, sesuatu harus memiliki arti, hingga cukup patut untuk diperjuangkan sampai ke tahap rela bekorban.

Banyak kisah-kisah terkait dedikasi yang menginspirasi, salah satunya terdapat pada perhelatan Rock In Celebes. Di usia gelaran megah tahunan yang telah menapaki angka kesepuluh itu, ada sosok bernama Syahrasi yang hingga kini tetap konsisten dalam memberi guratan warna di setiap edisi festival musik tanah Makassar tersebut. Mari berkenalan dengan sosok Syahrasi.

 Bagaimana ceritanya bisa sampai ikut berkontribusi di RIC?

Rock in Celebes itu lahir di Chambers, dan saya terlibat langsung di awal karena saya bekerja di Chambers sebagai Desainer. Di poster RiC 2010 masih ada tampak label “Chambers Show”, yang merupakan seri event yang rutin diselenggarakan oleh Chambers sejak 2005.

Dan setelah 10 tahun berselang, apa arti RIC bagi Mas?

Ajang reuni tahunan dengan teman-teman di scene Makassar. Kesempatan untuk update info seputar scene musik nasional dan lokal.

Sejak kapan tertarik menggeluti seni visual?

Hobi menggambar sejak kecil. Belajar software-software desain grafis seperti Adobe Photoshop dan Corel Draw sejak awal akhir 90-an/awal 2000-an

Menurut anda, apa dampak RIC yang paling terasa terhadap kancah musik Makassar?

Buat saya pribadi, banyak band yang saya jadi kenal musiknya dan bisa lihat manggung live pertama kali di Rock In Celebes. Ini berlaku buat band nasional dan band lokal Makassar/Sulawesi.

Diluar menjadi designer untuk RIC, apalagi kesibukan anda?

Tetap sebagai Desainer di Chambers. Lalu, sering juga menjadi desainer lepas untuk beberapa clothing brand.

Menurut Mas, kenapa seseorang bisa sampai berdedikasi terhadap suatu hal?

Jika sesuatu hal tersebut dianggap penting dan bermanfaat, setidaknya untuk diri sendiri. Lebih baik lagi jika juga penting dan bermanfaat untuk orang banyak.

Lalu, apa yang membuat Mas begitu berdedikasi terhadap Rock In Celebes?

Karena menjadi bagian dari sebuah tim yang berdedikasi

Sejauh ini, Rock In Celebes edisi tahun berapa yang paling berkesan untuk Mas?

Yang pertama dan yang ketiga. Yang pertama, jelas karena pertama kali ya, belum pernah dialami sebelumnya jadi lebih berkesan.  Yang ketiga, karena menampilkan Suffocation, dan kebetulan saya juga dapat kesempatan ikut mengantar mereka dari Jakarta ke Makassar setelah tampil di Hammersonic 2012.

Apa harapan Mas terhadap Rock In Celebes di umurnya yang sudah mencapai 10 tahun?

Bisa tetap konsisten memberikan sumbangan kepada scene musik lokal dan nasional.

Tantangan terbesar untuk menjadi seorang desainer sebuah festival sekelas Rock In Celebes itu apa?

Saat ini tugas sebagai desainer di Rock In Celebes sudah di-share dengan beberapa orang. Karenanya fokus saya saat ini lebih ke menjaga brand identity Rock In Celebes tetap konsisten tapi bisa fleksibel mengakomodasi style-style desain yang berbeda.

foto syahrasi

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Syahrasi

Sebuah Pertanyaan Residensi, Mengapa Jalan-jalan untuk Seniman itu Penting?

Seperti apa sebenarnya peran residensi seni, dan bagaimana dampak sebuah kunjungan sementara terhadap proses kreatif seniman? Karena makin ke sini istilah residensi jadi template untuk sekadar program plesir yang dilakukan...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Tahun ini, Synchronize Fest Balik Lagi Secara Luring!

Penantian panjang akhirnya terjawab sudah! Synchronize Fest memastikan diri akan digelar secara offline pada 7, 8 , 9 Oktober 2022 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema “Lokal Lebih Vokal”,...

Keep Reading

Mocca Gelar Konser di Metaverse

Di ranah musik, kini istilah blockchain bukan lagi suatu hal yang asing. Sebelumnya, penjualan karya lewat NFT sudah banyak dilakukan oleh musisi, kini konser musik di metaverse pun menjadi salah...

Keep Reading