Berdialog: Popo Mangun

Popo Mangun adalah seniman asal Tanggerang yang memiliki minat khusus terhadap pola dekoratif. Corak dan warna pada tiap karyanya adalah hasil penemuan-penemuannya tentang berbagai hal di kehidupan sehari-hari. Baginya semua peristiwa dalam hidup merupakan sumber inspirasi.

Mari berkenalan dengan Popo Mangun lebih jauh lagi.

Kamu dulu berkuliah di jurusan Komunikasi, bagaimana ceritanya hingga bisa menekuni kesenian seperti sekarang? Sejak kapan memulainya?

Yes, benar gue dulu kuliah di Jurusan Komunikasi, mungkin karena dulu gue sedikit Introvert dan lebih suka melampiaskan komunikasinya melalui menggambar sepertinya dari situ akhirnya memilih untuk menekuni dan berkomunikasi dengan menggunakan visual. Tapi untuk benar-benar serius secara komersil di dunia visual sebenarnya sudah dimulai sejak semasa kuliah dulu.

Dikatakan pada sebuah artikel, kamu mengusung aliran art deco dalam proses berkarya. Kenapa kamu memilihnya?

Sebenarnya lebih tepatnya bisa dikatakan decorative pattern kali ya atau seniman yang mengusung karya seni dekoratif dengan menggunakan pola-pola dan warna-warna yang di-create berdasarkan pengalaman pribadi.

Apa yang menjadi karakteristik dalam tiap karyamu?

Sebenernya gue gak pernah membuat karya yang spesifik untuk terlihat berkarakteristik, karena dari segi prosesnya pun gue lebih suka meng-hybrid pattern-pattern yang gue buat dan sifatnya selalu fleksibel sesuai keadaan dan mood yang sedang dirasakan saat itu, namun bisa dikatakan belakang ini gue lagi banyak mengeksplorasi banyak media dan medium dalam proses pengkaryaan.

Selama ini, biasanya karya-karyamu terinspirasi dari hal-hal apa saja?

Inspirasi sebenarnya datang dari mana saja, dari masakan istri, macetnya Jakarta, sampai deadline kerjaan yang malah kadang mendatangkan inspirasi. Malah sampai akhirnya gue dapet formula buat dapetnya inspirasi itu dari mepetnya waktu yang kayanya sedikit. Misal gue lagi ada deadline di kantor gue, sampai rumah gue gak mau waktu gue cuma abis karena kerjaan kantor, sampai akhirnya gue melampiaskan waktu yang sedikit itu untuk bikin karya yang maksimal.

Lalu, siapa seniman lokal maupun internasional yang banyak menginspirasimu, dan kenapa?

Seniman lokal yang menginspirasi ya? Wah banyak sekali, tukang bubur ayam, barista kopi  dan istri yang buatkan gue sarapan juga bisa dibilang seniman lokal yang menginspirasi lah ya hehe dari merekalah yang kasih gue tenaga buat bikin karya di setiap rasa yang saya rasakan dari setiap makanan dan minumannya hehe.

Sejak kapan minat kamu terhadap seni berkembang signifikan? Adakah peristiwa tertentu yang melatarinya?

oh ya ada, saat waktu orang tua gue mempertanyakan gue lulus kuliah mau kerja jadi apa? gue bilang gue mau kerja jadi seniman! hehe dari situ mereka memandang gue sebelah mata, apa iya bekerja sebagai seniman punya masa depan yang cerah? Disitulah gue memutuskan buat ngebuktiin kalo gue bisa hidup dari menggambar, bisa menghidupi keluarga dan istri gue, ada income yang gak cuma dapat penghasilan tapi juga kepuasan karena karya yang gue buat juga di appreciate orang banyak.

Apa karyamu yang paling kamu favoritkan dan membanggakanmu sebagai seniman?

Wah kayanya hampir semua karya yang gue buat selalu jadi favorit gue ya haha, tapi terakhir yang seru dan menarik adalah ketika gak sengaja mengajak orang tua gue ke salah satu acara di Road To Soundrenaline di Bandung yang waktu niatnya cuma lagi jalan-jalan di Mall, terus mampir ke acara tersebut dan orang tua gue baru sadar kalo di salah satu acara itu ada karya instalasi anaknya haha surprise!

Kalau ditanya soal membanggakan kayanya hampir semua karya yang gue buat membanggakan semua ya haha paling engga membanggakan buat gue sendiri juga sih, misal waktu jaman kuliah, gue bisa lepas dari hutang sama temen gue dan diselamatkan dengan gue bayar hutang tapi pake karya yang gue kasih gratis haha, terus waktu gue ngumpulin uang buat nikah salah satunya dari gue jual beberapa karya buat nambahin modal dan budget dari semua proyek gambar yang gue ambil, dan yang terakhir dari membawa orang tua gue datang melihat langsung karya gue sih haha mereka kaya surprise gitu, “oh ternyata anaknya bisa buat karya kaya gini ya,” haha.

Menurutmu, pola pikir apa yang paling dibutuhkan seorang seniman agar tetap konsisten?

Pola pikir yang open minded sih, jangan terlalu bangga dengan karakter yang sudah didapat. tapi cobalah untuk lebih jauh peka terhadap keadaan sekitar, cobalah untuk melakukan eksplorasi lebih jauh ke medianya, dan terakhir jangan mudah bangga dengan apa yang sudah didapat, karena banyak di atas sana yang lebih jauh hebat dan konsisten dari kita.

Bagaimana kabar dari Morning Drawing?

Morning Drawing sekarang sudah jadi artefak dari arsip-arsip karya yang sudah gue dan teman-teman buat. tapi sebenarnya gue dan teman-teman punya planning untuk Morning Drawing ini sendiri, mungkin dari dulu yang kita kenal sebagai komunitas, next-nya mau gue coba buat sebagai media platform untuk merchandise dan media partner.

Kenapa kedua itu? Karena gue punya keinginan dari teman-teman yang punya karya gak cuma lagi selesai dengan hanya di posting di Instagram, tapi bisa di eksplorasi lebih jauh seperti merchandise yang bisa di pakai oleh kita setiap harinya, yang fungsinya bukan cuma sebagai artistik. Lalu media partner karena memang ingin membantu memberitakan dan menginformasikan event-event atau project-project yang dibuat teman-teman agar lebih banyak yang tau dan ter-networking dengan sendirinya.

Kamu juga sering bereksplorasi di ranah fotografi bila dilihat melalui akun Instagram Moving Photo Club. Sejak kapan itu dimulai?

oh iya Moving Photo Club hadir karena kesukaan gue menonton gigs musik yang intim dan ingin mendokumentasikannya dengan medium lain selain menggambar salah satunya fotografi. Konsep Moving Photo Club sendiri sudah bisa di cerna dari judul nama projectnya Klub foto yang gerak, kenapa bergerak? karena memang hampir keseluruhan hasil fotonya shaking itu karena sewaktu pengambilan fotonya gue ikut moshing dan bergerak sesuai tempo dan beat lagu yang sedang dimainkan, alhasil menghasilkan foto yang seakan-akan bergerak.

Apa proyek terdekat yang sedang kamu garap?

Proyek yang lagi di garap sebenarnya lagi bangun Rumah Tangga sih. Literally pengen membangun rumah dengan tangga hehe, jadi di lantai atas pengen buat studio menggambar, dan kamar tidur lalu di lantai bawahnya ada cafe kecil buat teman-teman main bersilahturahmi hehe.

Teks dan Wawancara: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Popomangun

Semarak Festival Alur Bunyi Besutan Goethe-Institut Indonesien

Tahun ini, Goethe-Institut Indonesien genap berusia 60 tahun dan program musik Alur Bunyi telah memasuki tahun ke-6. Untuk merayakan momentum ini, konsep Alur Bunyi tetap diusung, namun dalam format yang...

Keep Reading

Head In The Clouds Balik Lagi ke Jakarta

Perusahaan media serta pelopor musik Global Asia, 88rising, akan kembali ke Jakarta setelah 2 tahun absen karena pandemi pada 3-4 Desember 2022 di Community Park PIK 2. Ini menandai pertama...

Keep Reading

2022, Jazz Gunung Kembali Lagi!

Setelah lebih dari dua tahun berjibaku beradaptasi dengan pandemi, kini pertunjukan musik kembali mendapatkan ruangnya kembali. Satu persatu festival musik muncul lagi. Salah satunya adalah Jazz Gunung yang tahun ini...

Keep Reading

Turtles. Jr Bakal Jajal Rebellion Fest di Inggris

Grup punk rock asal Bandung, Turtles Jr, baru-baru ini telah berbagi kabar gembira. Unit yang dihuni oleh Boentar (drummer), Boodfuck (vokal), Dohem (bass), dan Buux Frederiksen (gitar) ini di tanggal...

Keep Reading