Berdialog: Ben Sihombing

Ben Sihombing merupakan sosok yang menarik. Dirinya terlahir dalam keluarga yang sangat menyukai musik. Ayahnya, Franky Sihombing, merupakan sosok penyanyi dan pencipta lagu. Kakaknya, Petra Sihombing juga demikian. Bisa dibilang, selain handal dalam bermusik, Ben Sihombing juga orang yang sangat menyenangkan. Hal itu bisa kita lihat di setiap dirinya mengunggah hal-hal unik di media sosial miliknya. Dalam waktu dekat ini, ia akan merilis debut album pertamanya. Lalu, di album ini, dia akan menjadi sosok Ben Sihombing yang baru. Simak hasil Berdialog kami bersamanya.

Awalnya bagaimana sih lo mulai berkecimpung di dunia musik? Apakah terinspirasi dari sang ayah dan kakak?

Pada awalnya, gue gak pernah mau jadi penyanyi. Karena bokap gue pun seorang musisi yang udah ngerilis 30 album rohani. Terus juga gue lihat Petra, kakak gue udah mulai nyanyi hampir 10 tahun.  Dari situ gue mulai mikir “ngapain juga gue jadi penyanyi?’”.  Tapi, saat gue waktu itu pacaran sama mantan gue yang hampir berjalan selama 5-6 tahun, entah kenapa tiba-tiba gue memutuskan untuk nulis lagu. Dulu juga sering nulis lagu buat kakak gue untuk albumnya yang pertama, sampai akhirnya ternyata gue merasa suka nyanyi, namun masih “blank” akan insight di industri musik ini. Setelah gue nyiptain beberapa lagu, akhirnya gue memutuskan untuk ngeluarin single pertama gue “Set Me Free”.

Di single lo yang “Sebegitunya” dan “Nafasku” tergambar jelas perbedaannya dari karya-karya lo yang udah ada. Untuk jenis musik, terinspirasi dari siapa?

Jadi, sebenernya gue suka banget sama jenis musik yang berbeda-beda, referensi gue dalam mendengarkan musik pun banyak. Tapi karena keterbatasan gue yang cuman bisa mainin gitar, akhirnya gue selalu stuck untuk  buat lagu bergenre pop-folk selama 3 tahun pertama di karir gue bermusik. Lagipula, gue pun ngerasa gagal out setiap gue tampil, berasa gak maksimal. Akhirnya, gue coba-coba untuk mengulik lagu yang sebelumnya gue suka dengerin. Rekaman selama 2 bulan bareng Petra, akhirnya jadilah album gue yang akan rilis nanti dengan konsep yang bener-bener mateng. Single dari “Sebegitunya” dan “Nafasku” ini menjadi batu loncatan sebagai cuplikan dari album gue nantinya

Gue suka banget sama duo alternative-rock, namanya Tears for Fears. Dan gue juga seneng banget dengerin hampir semua musik pop tahun 80-an, makanya gue interpretasikan ke dalam karya-karya terbaru gue belakangan ini

Sejak kapan lo mulai merasa untuk harus “ganti” dari musisi melankolis menjadi “Ben Yang baru”?

Semenjak 2,5 tahun lalu, tepatnya awal tahun 2017. Sayangnya pada saat itu gue belum mencoba keluarin aja. Disitu gue merasa ada bibit-bibit untuk menjadi “Ben yang baru”. Ceritanya berawal ketika gue sering banget bawain lagu melankolis, tapi bagaimana gue berpenampilan serta berinteraksi di media sosial sama sekali ga merepresentasikan gue sebagai musisi melankolis. Katakanlah gue terlihat goblok, gak di-filter dan seenak jidat banget di sosmed. Makanya orang-orang kayak bingung “kok beda banget deh?”.

Dalam single “Nafasku”, lo menceritakan tentang kegalauan. Apa sumber dari kegalauan tersebut?

Hampir setiap lagu yang gue tulis berdasarkan pengalaman gue sendiri. Kalau gue boleh cerita sepintas, kehidupan percintaan gue ribet banget. Maka dari itu, gue suka ada masalah seputar percintaan dan selalu menjadi inspirasi untuk menggarap karya. Nah, di single ini, dulu gue punya mantan di Bandung yang berjalan selama beberapa tahun. Lalu ada momen dimana gue ketahuan selingkuh, mantan gue bukannya nanya “lo selingkuh ya?” tapi malah nanya “lo masih sayang nggak sama gue?”. Di single ini lah gue mengutarakan jawaban atas pertanyaan dari mantan gue terdahulu.

Sebenernya sih dari 4 tahun gue berkarir, gue selalu ngeluarin banyak single. Sampai akhirnya, di awal tahun 2019 ini mulai Januari sampai Maret ini gue kelarin album akhirnya. Gue produksi album di rumah kakak gue bersama temen gue, berhari-hari selama 2 bulan gue selalu rekaman. Entah kenapa kita bertiga tahu kalau ini bakalan jadi album yang 80s banget.

Kalau boleh cerita sedikit, akan jadi apa sih album lo nanti?

Nuansa musik tahun 80-an sih udah pasti. Jika selama ini gue berkutat di pop, di album ini gue mencoba untuk memberikan sedikit twist RnB. Pastinya akan terdengar lebih dancy, groovy dan up beat. Di album gue yang akan dirilis ini seharusnya bakal ada 9 lagu dan dihadirkan pada kuartal pertama awal tahun 2020. Kalau lo coba teliti, single Nafasku ini sebenernya liriknya melankolis, sedih banget. Sedihnya sih nggak hilang, tapi gue kemas dengan musik yang berbeda supaya kedengerannya nggak sedih-sedih amat.

Kakak gue, Petra Sihombing yang punya andil besar dalam penggarapan album ini. Karena dia bener-bener ngerti apa yang gue mau. Walaupun Petra sendiri sudah berkolaborasi dengan banyak musisi Indonesia, kita berdua punya ikatan yang sangat spesial diluar hubungan kita sebagai adik-kakak. Merasa effortless banget gue kerjasama dengan dia.

Apa tantangan terbesar lo dalam penggarapan albumnya?

Nunggunya sih. Gue pribadi udah gak sabar buat ngeluarin album ini. Karena gue masih ada perform yang mesti membawa lagu yang melankolis sedangkan hati gue udah pengen banget menghadirkan “Ben yang baru”. Kayak kemarin pas beres perform di Underground Stage Lokatara, gue udah mikir “kayaknya asik banget sih gue bawain materi baru”. Mungkin setelah perform di Lokatara Music Festival 2019 gue bakal mencoba untuk bawain materi baru meskipun albumnya belum resmi rilis.

Di karir bermusik lo ini, apa bucket list yang belum tercapai?

Gak banyak sih. Gue cuman pengen album ini cepet keluar, buat short movie yang pakai lagu gue dan ngeluarin lagu baru bersama kakak gue, Petra. Tiga hal ini yang pengen gue kejar di tahun 2020

Selain 3 hal tadi, ingin berkolaborasi dengan penyanyi lain, mungkin?

Belum sih, karena udah mulai terpenuhi. Bocoran sedikit, di bulan Desember ini gue bakal ngeluarin single Bersama lirikus dan rapper Laze. Kebetulan kita tetanggaan, hahaha. Sampai jumpa ye!

Teks: Nabila Putri Viatikara
Visual: Arsip Ben Sihombing

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading