Berdialog: Alfi Zachkyelle (Kampoong Monster)

Industri animasi di Indonesia mungkin tidak sebesar industri yang lain, namun geliatnya tetap ada dan terus berkembang hingga saat ini. Orang-orangnya pun tidak dapat dipandang sebelah mata. Beberapa ada yang menarik perhatian masyarakat karena menoreh prestasi khususnya di tingkat internasional. Salah satu dari sekian banyak rumah produksi dan orang-orangnya, ada nama Kampoong Monster yang sangat aktif di dunia ini. Adalah Alfi Zachkyelle salah satu pendiri dari rumah produksi tersebut. Dirinya pernah meraih penghargaan “First Winner for National Comic Competition” pada tahun 2000, juga sempat mendapatkan penghargaan bertaraf internasional seperti, Asia Europe Project 1 untuk kategori  “The Best Comic at Festival Comic Asia and Representing Indonesia” di Singapura pada tahun 2005. Dalam perkembangannya membangun studio ini bersama temannya, banyak suka duka yang telah dilewati. Bukan mainnya, Alfi tetap teguh dan selalu memiliki pegangan, yaitu, apapun kondisi jangan pernah sekali kali menyesal, putus asa dan mundur dari arena perang. Dirinya juga sempat berprofesi sebagai kontributor antologi komik bersama 12 artist komik dari Asia dan Eropa lainnya untuk karya bertajuk “Go Home”. Kami berkesempatan untuk mengobrol dengannya, silahkan disimak.

Halo mas Alfi, boleh ceritakan siapa dan apa yang mas kerjakan?

Saya seminggu tiga hari, selain ngelola Kampoong monster, saya mengajar beberapa kampus jurusan Animasi. Disela-sela itu saya mencicil ngerjain komik yang sempet tertunda dari tahun 92-an.

Untuk Kampoong Monster sendiri, kegiatannya mencakup apa saja?

Kampoong Monster studio yang berfungsi sebagai laboratorium kreatif tentunya mencipta serta mengelola objek kekayaan intelektual berupa karakter desain dan konsep cerita ke dalam konten kreatif seperti film TV / bioskop, animasi, komik, toys, game dan cosplay. Fokus tema utama kontennya adalah fantasy, mythologi, aksi petualangan super hero, fiksi sains, mecha, misteri, horror dan extra terrestrial. Gagasan visualnya merekonstruksi kembali mitologi nusantara dan dunia ke dalam bahasa visual yang lebih sederhana, membumi dan dikemas secara kekinian melalui pendekatan sains fiksi. Beberapa konten telah dipublikasikan oleh media massa dan elektronik berupa serial program TV animasi, serial komik, web series dan web komik. Bisa dibilang kami juga berperan sebagai IP butik atau Intelectual Property atau bahasa sederhananya adalah butik ide. Selain mencipta konten berupa karakter desain, KaMons juga menjadi tempat riset mitologi dan folklore. Ide itu kemudian ditransformasikan dan dikemas ke dalam media komik, animasi dan game. 

Bisa ceritakan mengenai workflow seorang animator di industri ini?

Animator kalo mengikuti role kerjanya adalah menggerakan asset yang sudah di buat sesuai arahan yang diberikan sutradara,ini khusus untuk pipeline 3D, sementara seorang 2D animator menterjemahkan cerita berbentuk storyboard dengan mengikuti arahan sutradara. 

Tentang industri animasi di Indonesia, bagaimana mas Alfi melihatnya?

Sekarang ini sudah cukup lumayan berkembang, indikatornya adalah jumlah tayang film animasi di berbagai media, dari feature film hingga web series. Dan banyaknya studio studio animasi baru di beberapa kota di Indonesia. Jadi Animasi Indonesia telah berkembang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Kebutuhan animasi untuk kepentingan kebutuhan iklan sudah cukup terpenuhi. Demikian juga kebutuhan animasi untuk kebutuhan trik dalam film live juga sudah terpenuhi. Bahkan untuk kebutuhan film live mancanegara pun trik melalui animasinya dilakukan oleh animator Indonesia. Film animasi asing, termasuk yang sedang beredar di Indonesia, juga dibuat oleh animator Indonesia.

Karya apa yang paling susah dalam masa produksinya? 

Serial TV Vatalla Sang Pelindung, karena durasi yang sangat panjang ( 18 menit x 13 episode ) dan dengan SDM yang terbatas.

Tentang video musik dari Yellow Claw yang berjudul “Amsterdamned”. Bagaimana latar  belakang terjadinya kerjasama ini?

Kebetulan Character Designer dan komikus untuk komik Amsterdamned itu sahabat saya namanya Rhoald. Lalu, dirinya kemudian merekomendasikan Kampoong Monster ke Rumah Produksi yang sedang mengerjakan video klip tadi untuk membantu produksi mereka.

Karya apa saja yang sudah dirilis oleh Kampoong Monster?

Kebanyakan film animasi pendek, seperti Vatalla: Sang Pelindung (serial tv), 7 Arca, Roklin, Vienetta: Negara Terakhir, dan banyak lainnya. Oh ya, juga ada komik seri. Untuk yang lagi W.I.P ada 3 produk, pertama salah satu produk onderdil motor sport, kemudian satu komik dan animasi promosi EO Esport dari salah satu game online yang lagi booming di dunia. Dan yang terakhir animasi panduan produk radar untuk aviasi. Semuanya bisa dicek di website kami yaitu, kampoongmonster.wixsite.com. 

Bagaimana mas Alfi melihat fungsi dari animasi dan komik?

Fungsinya menurut saya untuk penyampai pesan. Karena cara bertutur secara visual menurut saya lebih efektif dan efisien. Animasi juga bisa mentransmisikan konten kreatif yang mengandung unsur lokal sekaligus merancang pengembangan bisnisnya. Mengemas dan mendokumentasikan ulang nilai-nilai kearifan lokal yang sudah mulai hilang kedalam media yang mudah diterima oleh masyarakat saat ini.

Kalau di kami, fungsinya untuk merekonstruksi kembali mitologi nusantara dan dunia ke dalam bahasa visual yang lebih sederhana, membumi dan dikemas secara kekinian melalui pendekatan sains fiksi. Beberapa konten telah dipublikasikan oleh media massa dan elektronik berupa serial program TV animasi, serial komik, web series dan web komik.

Suka duka berkarya di industri ini seperti apa?

Kalau sudut pandang sebagai senimannya sukanya bisa mengeksplorasi ide ide dengan bebas dan tentunya mengikuti alur perkembangan di industrinya. Ga enaknya atau dukanya adalah waktu untuk keluarga jadi berkurang. Kalo dari sudut pandang pemilik bisnis, sukanya adalah rasa syukur bisa berbagi rezeki ke teman teman yang mengerjakan dan terlibat di dalamnya. Dukanya sewaktu invoice banyak masuk tapi kas deficit karena klien telat bayar hahaha.

Banyak orang yang ingin kerja dan berkarya di industri ini, adakah tips ampuh dari mas Alfi?

Saran saya cuma satu. Apapun kondisi jangan pernah sekali kali menyesal, putus asa dan mundur dari arena perang. Yang nentuin seberapa sustain bisnis lu bukan sdm, uang dan keluarganya, tapi pemetaan dan taktis strategis yang sesuai dengan nature dan habit lu sebagai entrepreneur.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Kampoong Monster

Nada Siasat: Bermimpi di Ujung Maret

Memasuki bulan Maret, pertunjukan musik secara langsung kini sudah diberi lampu hijau oleh para pemangku kebijakan. Gelaran musik dari yang skala kecil sampai skala besar kini sudah mulai muncul ke...

Keep Reading

Galeri Lorong Langsungkan Pameran Seni Bernama IN BETWEEN

Berbagai momentum di masa lalu memang kerap menjadi ingatan yang tak bisa dilupakan. Apalagi jika irisannya dengan beragam budaya yang tumbuh dengan proses pendewasaan diri. Baru-baru ini Galeri Lorong, Yogyakarta...

Keep Reading

Refleksikan Sejarah Lewat Seni, Pameran "Daulat dan Ikhtiar" Resmi Digelar

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta mengadakan sebuah pameran temporer bertajuk “Daulat dan Ikhtiar: Memaknai Serangan Umum 1 Maret 1949 Melalui Seni”. Pameran ini sendiri akan mengambil waktu satu bulan pelaksanaan, yakni...

Keep Reading

Ramaikan Fraksi Epos, Kolektif Seni YaPs Gelar Pameran Neodalan: Tilem Kesange

Seni tetap menjadi salah satu jawaban untuk menghidupkan dan menghangatkan kembali keadaan di masa pandemi. Untuk itu dengan gerakan gotong royong dalam ruang seni baur Fraksi Epos mengajak kolektif seni...

Keep Reading