Bercerita Tentang Titik Terendah Manusia

Dalam rangka memperingati Hari Mental Health 10 Oktober 2019, dan Bulan Sumpah Pemuda Indonesia, Karsha, sebuah band yang mengusung aliran Chamber Pop/Folk Alternative merilis video musik dari single berjudul “0/10” . Lagu tersebut bercerita tentang mental illness atau tentang kondisi manusia yang sedang terpuruk pada titik terendahnya.

Walau memiliki lirik yang terdengar putus asa, namun lagu tersebut memiliki arasemen musik yang cukup bersemangat dan menggebu. “Ini adalah konsep yang kami pilih untuk menggambarkan kondisi kontradiksi, dimana para penderita mental illness kadang terjebak dalam 2 dunia, antara realita dan imajinasi, antara harapan dan kekecewaan”. Ungkap mereka dalam sebaran press release.

Secara spesifik, video klip tersebut juga mengangkat isu “love yourself overated”,  sebagai kritik bagi sebagian kaum millennials, yang menjadikan semboyan “love yourself” sebagai mantra pencipta delusi untuk menutupi sikap egoistis dan kekurangan diri sendiri.

“Yang lebih menyedihkan adalah mereka tidak sadar bahwa sifat ignorance mereka juga berpotensi melukai orang-orang yang ada di sekitar mereka, tak terkecuali orang yang seharusnya benar-benarmereka jaga,” ungkap band dengan personil Agustina Lestari (vokal), Alfin (gitar, vokal), Yusdhy Prakoso (gitar), Ari Armanda (gitar), Yuri Ramadan (bass), dan Yordannata Rindhi (drum) tersebut.

Digarap secara mandiri, video tersebut pun menggunakan konsep sederhana dan low budget. Namun band yang berdiri sejak tahun 2017 di Yogyakarta itu tetap berupaya untuk mempertahankan esensi dari lagu “0/10”.

Video “0/10” sudah bisa dinikmati sejak 11 Oktober 2019 pada halaman Youtube milik Karsha.

 

 

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading