Barang Memorabilia John Lennon Dijual dalam Aset NFT

Non-fungible Token atau yang lebih akrab disebut NFT kian menunjukan pamornya. Semua orang berlomba menjadi sukses dari NFT, tak terkecuali musisi.  Baru-baru ini putra tertua John Lennon, Julian Lennon, dikabarkan akan menjual berbagai benda memorabilia koleksi pribadinya yang berkaitan dengan John Lennon dan Beatles.

Lelang online akan berlangsung di Julien’s Auctions pada 7 Februari, dengan Julian Lennon menawarkan kesempatan kepada penggemar musik untuk “memiliki sepotong sejarah musik”.

Sementara Julian akan menyimpan item fisik dari koleksinya, penawar  akan memiliki kesempatan untuk membeli memorabilia versi NFT dalam pelelangan. Setiap item, yang akan disajikan sebagai koleksi audio-visual, akan menyertakan narasi oleh Julian Lennon.

“Saya telah mengumpulkan barang-barang pribadi ini selama sekitar 30 tahun, dan saya agak muak dengan mereka yang dikurung di lemari besi, di mana saya harus menyimpannya karena saya tidak ingin mereka rusak,” Ungkap Julian Lennon dikutip dari Variety. “Kami melakukan beberapa pameran di Eropa dengan barang-barang itu, dan niat saya adalah untuk mengambil koleksi dan berkeliling, dan saya masih berharap pada suatu saat, tetapi jelas beberapa tahun terakhir tidak membantu (karena adanya pandemi,red).” lanjutnya.

Koleksi NFT termasuk catatan tulisan tangan oleh Paul McCartney dari tulisan “Hey Jude”, yang aslinya ditulis untuk Julian untuk menghiburnya selama masa perceraian John dan Cynthia Lennon. Penawaran untuk NFT ini dimulai dari $30.000 atau sekitar 430.393.500 rupiah.

Barang-barang lainnya termasuk mantel Afghanistan yang dikenakan oleh John Lennon dalam film Beatles Magical Mystery Tour, sebuah gitar Gibson Les Paul yang diberikan oleh John Lennon kepada putranya dan jubah hitam yang dikenakan oleh Lennon dalam film Help! .

Sebagian dari hasil penjualan koleksi NFT ini akan disumbangkan untuk The White Feather  Foundation, sebuah organisasi kemanusiaan.

“Saya sebenarnya merasa sangat tidak enak karena menyimpan semua barang itu, dan saya hanya merasa bahwa ini adalah cara unik untuk melanjutkan warisan ayah dan untuk menunjukkan kepada orang-orang koleksi yang saya miliki, dan dengan video dan narasi, untuk memberi orang sedikit lebih banyak. daripada yang biasanya mereka dapatkan dan dengar beberapa cerita yang belum pernah mereka dengar sebelumnya dalam bentuk seni baru dan media yang berbeda.

“Ini adalah peluncuran yang lambat selama tahun depan atau lebih dari beberapa item. Saya memiliki banyak proyek yang terjadi tahun ini, termasuk album baru, dan [item] ini terkait dengan beberapa di antaranya. Saya tidak bisa mengatakan lebih banyak lagi — Anda akan mengerti mengapa ketika itu terjadi. Rilis pertama akan dilakukan pada 8 April dan itu akan memberi tahu Anda tentang kampanye yang akan datang.”

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsp dari berbagai sumber

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading