Banksy Kembali Berulah dengan Membeli Perahu Penyelamat

Seniman yang satu ini memang selalu identik dengan karyanya yang merespon pelbagai fenomena sosial yang terjadi di seluruh dunia. Tak hanya berkarya, ia pun kerap terlibat secara misterius dalam pelbagai kegiatan penting. Seperti yang baru-baru ini ia lakukan. Banksy, seniman jalanan asal Inggris itu telah membeli  sebuah perahu untuk menyelamatkan para pengungsi yang berusaha mencapai tanah Eropa dari Afrika Utara. Kapal tersebut telah beroprasional sejak tanggal 18 Agustus kemarin. Dilansir dari The Guardian, kini perahu sedang berada di Mediterania tengah bersama dengan para awak dan 89 orang pengungsi lainnya, termasuk 14 wanita dan empat orang anak kecil.

Kapal putih dengan panjang 31 meter itu dinamai Lousie Michel. Nama tersebut diambil dari nama seorang feminis anarkis asal Perancis. Sebagian banyak awak kapal adalah perempuan dan pimpin oleh Pia Klemp, seorang aktivis penyelemat migran. Maka tak aneh jika kemudian perahu tersebut diberi nama yang identik dengan tokoh feminis. Seperti yang kita ketahui, Banksy adalah seniman yang ahli menggambar diberbagai medium, pada kapal ini pun dibubuhi karya Banksy. Kapal putih itu dilukis dengan cat warna merah muda dan menampilkan seorang gadis kecil yang memakai rompi pelampung dengan memegang pelampung pengaman berbentuk hati. Sebelumnya kapal tersebut dimiliki oleh otoritas bea cukai Prancis. Perahu tersebut terbilang berukuran kecil namun kecepatannya bisa melampaui kapal-kapal penjaga pantai Libya yang biasa mengejar mereka dalam setiap misi penyelamatannya.

Keterlibatan Banksy dalam misi penyelamatan ini dimulai pada tahun lalu, tepatnya pada bulan September 2019. Saat itu Banksy mengirim email kepada Pia Klemp. Dalam email tersebut Banksy mengatakan bahwa ia tertarik untuk membiayai operasional kelompok Pia dalam upaya menyelamatkan para migran.

“Halo Pia, saya telah membaca tentang cerita Anda di koran. Anda terdengar seperti badass, ”tulisnya. “Saya seorang seniman dari Inggris dan saya telah membuat beberapa karya tentang krisis migran, jelas saya tidak bisa menyimpan uangnya. Bisakah Anda menggunakannya untuk membeli perahu baru atau sesuatu? Tolong beritahu saya. ” tulis Banksy  

Awalnya Pia mengira bahwa kiriman email tersebut  merupakan lelucon. Namun akhirnya ia tersadar bahwa keputusan Banksy mendukungnya karena sikap politik Pia bersama kawan-kawannya yang juga telah berpengalaman dalam pelbagai misi penyelamatan. 

Kapal 'Lousie Michel' milik Banksy

“Saya tidak melihat penyelamatan laut sebagai aksi kemanusiaan, tetapi sebagai bagian dari pertarungan anti-fasis,” katanya dikutip dari The Guardian. 

Perencanaan misi dilakukan secara rahasia antara London, Berlin, dan Burriana tempat dimana Lousie Michel nantinya berlabuh. Kerahasiaan misi ini pun sengaja dilakukan karena para awak kapal khawatir jika perhatian media  dapat mengganggu tujuan mereka. jika beredar kabar bahwa proyek yang dibiayai oleh Banksy akan segera berlayar menuju Mediterania tengah untuk menyelamatkan para migran, otoritas Eropa dapat mencoba untuk menggagalkan misi tersebut. Untuk itu, tim Banksy dan para aktivis penyelamat sepakat untuk merilis berita tentang kapal tersebut setelah melakukan penyelamatan pertama.

Mediterania sendiri merupakan jalur yang biasa digunakan oleh para migran untuk lari dari Afrika Utara. Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi, lebih dari 7.600 migran telah dicegat sepanjang tahun ini dan kembali ke Libya, para migran tersebut lari karena di Libya sendiri sedang dilanda perang di mana faksi politik yang berbeda terus berjuang untuk mendapatkan kekuasaan atas negaranya. Sejauh ini pada tahun 2020, diketahui lebih dari 500 pengungsi migran telah meninggal di laut Mediterania, jumlah korban sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi. Pada tahun ini setidaknya lebih dari 19.500 migran selamat dari penyebrangan Mediterania di sepanjang rute maritim dan berhasil mencapai Malta dan Italia.

Selain mendanai operasional penyelamatan migran, Banksy sudah jauh lebih banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang serupa. Melalui karya-karyanya yang fenomenal ia kerap menjadi bagian dari denyut perjuangan masyarakat akan keadilan sosial. Pada 21 Agustus 2020 kemarin, Yamen Eabed, seorang fotografer asal Palestina menggelar pameran foto dari karya visual Banksy yang tersebar  di Palestina. Hal tersebut dilakukan sebagai ucapan terimakasih kepada Banksy  karena telah membantu aktivitas perekonomian melalui pariwisata alternatif dengan karya-karya Banksy. Selain itu, pada Juli lalu Banksy telah melelang tiga lukisannya seharga  2,2 juta Euro di London. Semua hasil dari lelang tersebut sepenuhnya ia sumbangkan ke sebuah rumah sakit di Bethlehem, Palestina.  

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading