Bangor yang Mengganggu di Nomor "Pembebasan"

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia atau pun dalam bahasa etnis Sunda, Bangor sepadan dengan kata Nakal atau Mengganggu. Agaknya trio stoner/doom Adhit (gitar & vokal), Heavy (drum), Fajar (bass & vokal) yang menghuni grup Bangor paham betul artinya ‘menganggu’ sampai disisipkan ke dalam musik yang mereka usung.

Baru-baru ini Bangor melepas nomor tunggalnya yang perdana berjudul “Pembebasan”. Sebuah langkah awal untuk mengenalkan diri ke arena musik yang kini mulai ‘berisik’ lagi di luar jaringan. Lewat “Pembebasan” Bangor sedang berupaya menarasikan permasalahan dan sosok di baliknya yang kerap melarikan diri.

“Lagu ini bercerita tentang seseorang yang mencari sosok permasalahan yang melarikan diri.” Tulis Bangor dalam keterangan pers.

Lewat nomor perdananya ini, secara musikal Bangor sedang menyuguhkan suasana yang gelap sekaligus mengawang lengkap dengan riff riff heavy metal yang kerap kita temui dibeberapa lagu serupa. Tempo lambat serta struktur lagu yang dibuat secara progresif, sang vokalis Adhit melengkapinya dengan suara vokal nyaris hymne para serdadu yang sedang berangkat perang.

“Dengan dirilisnya single perdana ini, semoga dapat membuka pintu pada pendengar untuk mulai mendengarkan lagu lagu yang akan datang” harap Bangor

Di wilayah produksi, nomor “Pembebasan” direkam oleh bangor secara mandiri. Selain itu mereka pun melibatkan nama Sobron Haki (Hurt’em) untuk proses mixing dan mastering.

Sedikit mengenai band. Bangor merupakan unit yang terbentuk pada tahun 2017 yang lahir dari salah satu kampus desain di Yogyakarta. Seiring berjalannya waktu mereka sempat tampil di beberapa event pameran maupun gigs lokal.

Kini nomor “Pembebasan” sudah bisa kalian simak di toko musik daring Bandcamp dan akan disusul dengan perilisan pada platform digital lainnya.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Bangor

Mari Rayakan Akhir Pekan Di M Bloc Fest 2022

M Bloc Space merayakan ulang tahunnya yang ke-3 dengan membuat beragam keriaan: The Writers Festival (24 – 25 September), M Bloc Music Week (25 September – 2 Oktober), Pasar Wastra...

Keep Reading

Sad But True Menggurat Kisah Sedih

Kuartet Sad But True, unit heavy pop-punk, kini solid digawangi oleh Anisham (vokal), Hery (Gitar), Ryan Fakk (Bass), dan Kicot (Drum) tidak ingin berlama-lama untuk menjadi pasif. Langkah konkret yang...

Keep Reading

Persembahan Dhira Bongs Pasca Pandemi

Dhira Bongs, solois pop asal Bandung yang makin melebarkan gaung dengan merilis album studio baru bertajuk A Tiny Bit of Gold in The Dark Ocean. Album penuh ketiga setelah My...

Keep Reading

Kejutan Dari Bas Boi Yang Menggandeng Feel Koplo

Melangkah tanpa henti, Basboi kembali merilis materi yang sudah beberapa kali iya bawakan sebagai kejutan di konser-konsernya berjudul U DA BEST. Sebelumnya, solois ini sukses menggelar tur albumnya di enam...

Keep Reading