Program Menarik Bernama Women Composser Weekend

Merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh di tanggal 8 Maret lalu, untuk pertama kalinya, Yayasan Bandung Philharmonic berkolaborasi dengan Komunitas Perempuan Komponis: Forum & Lab untuk meluncurkan dua program webinar bertaraf internasional dengan menghadirkan komponis asal Thailand, Anothai Nithibhon dan komponis asal Irlandia, Anne-Mare O Farrell yang diberi tajuk Women Composser Weekend.

Dalam rangkaian webinar ini, kedua komponis akan berbagi cerita mengenai proses kreatif, strategi berkarya, serta pengalaman mereka sebagai seorang perempuan komponis dan musisi di negara masing- masing. Dengan dimoderatori Marisa Sharon Hartanto selaku Composer in Residence Bandung Philharmonic sekaligus artistic co-director Perempuan Komponis : Forum & Lab, kedua komponis akan membahas estetika musiknya.

“Kami ingin merayakan hari perempuan tahun ini dengan menghadirkan kisah-kisah baru yang menginspirasi musisi-seniman musik Indonesia. Karena, perempuan juga termasuk subjek sentral perkembangan musik kita hari ini,” ujar Halida Bunga Fisandra, head of community Perempuan Komponis: Forum & Lab.

Halida mengatakan, Bandung Philharmonic telah menorehkan rentetan konser dan program yang sukses dan tentu saja menarik bagi musisi muda Indonesia. Sedangkan Perempuan Komponis yang baru berumur satu tahun, kini tengah berkumpul bersama para perempuan musisi, komponis, arranger, pengaba, musikolog, peneliti dan penulis musik. Luasnya audiens musik yang beragam latar belakang dari kedua pihak, adalah alasan bahwa kolaborasi ini akan menjadi program yang bermakna bagi perkembangan musik, khususnya ekosistem seni kontemporer Indonesia.

“Perjalanan perempuan dalam lanskap musik di Indonesia mengalami banyak tantangan. Kami ingin belajar dari seluruh perempuan-bermusik baik di dalam maupun luar negeri, agar musisi-komponis Indonesia dapat memahami tentang pentingnya produksi pengetahuan oleh perempuan. Hal ini dapat kita pahami sebaik-baiknya demi lanskap musik yang lebih beragam, sehat dan setara,” kata Halida.

Selain itu, CEO Bandung Philharmonic, Airin Efferin juga menyampaikan, bahwa pada dasarnya Yayasan Bandung Philharmonic selalu percaya dan mendukung perempuan dalam leadership, baik itu di dalam organisasi mereka, seni, maupun masyarakat.

“Dengan senang hati kami mendukung dan menjadi tuan rumah Women Composer Weekend untuk merayakan Hari Perempuan Internasional 2022”, pungkas Airin.

Webinarnya sendiri akan digelar pada 12-13 Maret 2022, pukul 17:00 – 19:00 WIB melalui ZOOM meeting. Gelaran ini akan ditutup dengan RESITAL PEREMPUAN KOMPONIS yang menyuguhkan tujuh karya perempuan komponis Indonesia: Nyak Ina “Ubiet” Raseuki (Jkt), Mery Kasiman (Tangsel), Junita Batubara (Medan), Marisa Sharon Hartanto (Jkt), Ignatia Aditya Setyarini (Jkt), Dinar Rizkianti (Bandung) dan Gema Swaratyagita (Tangsel). Tayangan resital disiarkan melalui Youtube Channel Bandung Philharmonic, bebas biaya.

Ditambahkan juga oleh Gema Swaratyagita, co-artistic director Perempuan Komponis : Forum dan Lab, “bahwa melalui RESITAL PEREMPUAN KOMPONIS ini, kami ingin menjadikannya pemantik awal agar muncul lebih banyak lagi deretan nama perempuan komponis di Indonesia, dan terus mendorong mereka untuk tetap produktif dan kreatif dalam berkarya melalui ruang-ruang yang hadir. Saat ini sudah banyak ruang-ruang produktif berbasis perempuan yang mengutamakan produksi pengetahuan, kreatifitas dan bergerak melalui karya”.

Webinar ini dikenakan biaya yang nantinya akan digunakan untuk mendukung pelajaran musik bagi anak-anak di komunitas TUNAS Bandung Philharmonic. Pembelian tiket dapat menghubungi kontak whatsapp 0821 1806 5573. Informasi lebih lanjut dapat pula menghubungi instagram @Bandungphil atau @perempuankomponis

Berbicara tentang Perempuan Komponis: Forum & Lab, forum ini merupakan komunitas yang terbentuk di Jakarta pada Mei 2021 lalu dan digagas oleh lima perempuan dengan latar belakang komponis, musisi dan peneliti. Komunitas ini bisa dikatakan sebagai women’s movement yang memfokuskan diri untuk menjadi wadah bagi perempuan komponis musik, arranger, musisi, guru musik, musikolog, peneliti dan penulis musik serta ragam profesi musik lainnya di seluruh Indonesia.

Sedangkan Bandung Philharmonic sendiri dibentuk pada tahun 2015 yang didirikan oleh Airin Efferin, Fauzie Wiriadisastra, Ronny Gunawan, dan Putu Sandra Kusuma, Bandung Philharmonic memulai konser perdananya pada 2016. Keterlibatan musisi dan akademisi musik bertaraf internasional tentunya menegaskan bahwa Bandung Philharmonic dapat bersaing dan diakui oleh dunia. Robert Nordling, direktur musik dari Lake Forest Civic Orchestra dan Baroque on Beaver Island Festival; serta Michael Hall, seorang pengajar di Vander Cook College of Music (Chicago), terlibat langsung sebagai direktur artistik sejak 2015 lalu.

 

Visual: Arsip dari Forum Perempuan Komponis

Meramu Crossover Hardcore Ke Tahap Terbaru

Dari Sidoarjo, unit Crossover Hardcore yang tergabung dalam Voorstad akhirnya merilis mini album terbaru dengan tajuk Self-titled melalui label Greedy Dust Records. Ini merupakan rilisan kedua Voorstad setelah pada awal...

Keep Reading

Penegasan Warna Terbaru I Punch Werewolf

Penegasan eksistensi I Punch Werewolf melalui video klip lagu terbaru dengan judul Broken. Unit ini terus menggebrak kancah musik dengan beragam rilisannya. Untuk lagu ini sendiri dibuat lebih mengayun, namun...

Keep Reading

Metal Kecil Versi Paling Mutakhir Powerslaves

Powerslaves adalah nama legendaris dalam kancah musik rock tanah air. Unit rock ini baru saja melepas Metal Kecil (Remastered) (13/11/22). Single versi teranyar ini merupakan tindak lanjut dari “Semarang (Remastered)” yang...

Keep Reading

Hadiah Ulang Tahun Pernikahan

Vlaminora, unit musik baru asal Bali, melepas singel perdana bertajuk “Kemarau Rindu” bersama label rekaman asal Jakarta, demajors. Singel tersebut hadir di berbagai platform streaming digital mulai 12 November 2022....

Keep Reading