Balutan New Wave dalam Kisah Cinta Kumorebi

Kumorebi baru saja merilis album mini perdana mereka, Asking for Some Time, di derasnya aliran rilisan yang keluar pada Jumat (29/10). Kuartet asal Jakarta ini secara keseluruhan merupakan unit pop yang membalut musik mereka dengan nuansa new wave.

Kebanyakan tema lirik yang mereka celupkan ke nomor-nomor di album mini ini mengarah pada suatu kisah cinta yang berujung pahit.

Asking for Some Time sendiri memiliki tema secara garis besar, yaitu perjalanan seseorang dalam suatu hubungan cinta sampai akhir dari hubungan yang pahit. Hal ini dimulai dengan lagu ‘Trouble on a Saturday Night’ yang menceritakan tentang awal mula dari sebuah hubungan, dan berakhir dengan ‘Allegory in My Mind’ yang membicarakan tentang kesedihan dan kepahitan dari akhir hubungan, dan keharusan seseorang untuk berlanjut dalam hidup,” jelas K?morebi dalam keterangan pers mereka.

Mereka sedikit memasukan setidaknya dua unsur 5 Stages of Grief dalam tema perjalanan tiap nomor dalam Asking for Some Time. Intinya, setelah memulai hubungan yang berakhir menyedihkan, unsur yang diceritakan di sini merupakan merangkum perjalanan empat unsur teori tersebut yang pertama dalam tahap tragisnya kehilangan dan fokus sedikit pada penerimaan dan melanjutkan hidup.

Kumorebi bisa dikatakan untuk pendatang baru. Mereka terbentuk Juli tahun lalu sebagai proyek solo dari sang vokalis sekaligus gitaris Chaska Hermawan. Lalu, Bradley Kustiono (bas) datang dan Chaska pun memutuskan untuk menjadikan Kumorebi sebagai band. Akhirnya, Mahir Karim (drum) dan Leana Shaqira (kibor) untuk melengkapi formasi menjadi band yang mumpuni.

Kumorebi memiliki warna musik yang potensial untuk meramaikan kancah musik Tanah Air. Chaska, Bradley, Leana, dan Mahir sangat bisa untuk bisa menjadi besar ke depannya. Nomor penutup album ini, “Allegory in My Mind”, sudah dirilis sebelumnya sebagai singgel tahun ini.

“Sebagai band, kita memiliki filosofi untuk mendorong tiap orang dalam perjalanan mereka mengekspresikan diri mereka masing-masing, dan untuk mengejar hal yang kalian dambakan, menggapai hal yang belum diketahui. Kita juga ingin berkontribusi dalam industri permusikan independen Indonesia untuk membuat jenis musik dalam negeri yang lebih beragam dan intuitif,” tutup mereka dalam keterangan yang sama.

 Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Kumorebi

Catatan Perjalanan Rich Brian di Album Mini Brightside

Rapper, penyanyi serta produser asal Indonesia, Rich Brian baru-baru ini resmi merilis album mini terbarunya yang bertajuk Brightside. Lewat album mini berisi 4 lagu ini Rich Brian mengatakan bahwa Brightside merupakan...

Keep Reading

Keseruan Selanjutnya di Soundhead Gig Vol. 3: Parsing Echoes

Tak bisa dipungkiri, pandemi yang terjadi beberapa tahun terakhir telah berhasil meluluhlantakan berbagai lini industri hiburan, tak terkecuali industri pertunjukan musik. Namun, ditengah tantangan yang ada, para pelaku industri terus...

Keep Reading

Kisah Cinta di Balik Pertunjukan Musik dari The Rang-Rangs

Trio punk rock asal Bekasi, The Rang-Rangs, kembali melanjutkan cerita asmaranya yang tak konvensional. Dalam materi terbarunya kali ini The Rang-Rangs mencoba mengangkat cerita persoalan jatuh hati di arena pertunjukan...

Keep Reading

Album Tersembunyi Mendiang January Christy Akhirnya Dirilis

Di era ‘80-an, tak sedikit orang yang mengidolakan January Christy. January Christy merupakan penyanyi pop jazz Indonesia yang unik. Range vokalnya tidak lebar, namun suaranya yang berat memberikan kenyamanan dan...

Keep Reading