Babi Setengah Kucing dalam Single Muchos Libre

Setiap makhluk hidup bebas dan berhak untuk memilih jalan hidupnya dan ingin menjadi siapa dirinya kelak. Termasuk juga binatang. Berbicara dalam konteks yang sama, kini unit garage rock asal kota Bandung, Muchos Libre telah meluncurkan karya teranyarnya berjudul ‘Butaneko’ pada Jumat (18/12). Bercerita tentang Babi yang memilih menjadi Kucing, lagu tunggal ini dibalut dengan musikalitas yang khas dan berkecepatan penuh.

Dalam lagu tunggalnya kali ini, Muchos Libre menuangkan segala imajinasi liarnya. Sepadan dengan musiknya yang kencang, mereka menyisipkan cerita yang sedikit absurd dengan rapalan lirik bahasa Jepang. Buta (?) dan Neko (?) merupakan dua kata dari Bahasa Jepang yang memiliki arti Babi dan kucing. Keduanya lalu disatukan menjadi “Butaneko” untuk dijadikan judul dari sebuah lagu.

Buta berarti babi, sedangkan Neko adalah kucing. Judul single terbaru Muchos Libre ini menceritakan tentang seekor babi ternak yang diakhir hidupnya kita ketahui hanya akan menjadi daging olahan. Namun sang babi memilih untuk menjadi kucing supaya tidak menjadi daging olahan.

“Single terbaru Muchos Libre ini menceritakan tentang seekor babi ternak yang diakhir hidupnya kita ketahui hanya akan menjadi daging olahan. Namun sang babi memilih untuk menjadi kucing supaya tidak menjadi daging olahan,” katanya.

Diceritakan, istilah “Butaneko” juga merupakan ungkapan yang kerap dilempar oleh Bagongtempur (vokal) dan teman-teman asramanya saat ia berada di Jepang. Istilah itu tujukan  untuk menggambarkan sifat orang yang malas. Berasal dari kata “butanuki” (daging babi), “Butaneko” juga mereka anggap sangat pas bila dijadikan metafora terkait orang-orang yang menjalani kehidupannya dengan setengah hati.

“Butaneko adalah metafora kehidupan manusia dibanyak kalangan, begitu banyak orang didikte untuk menjadi dokter, professor, pengusaha sukses ataupun staff pemerintahan atas keinginan orang tua-nya atau oleh lingkungan sekitarnya. Sehingga banyak orang tidak diberikan kesempatan untuk memilih menjadi sesuatu yang sejalan dengan hatinya.” Jelas sang vokalis.

Sementara dalam prosesnya, lagu tersebut digarap tahun 2016, ketika itu Bagongtempur sedang belajar bahasa Jepang untuk kepergiannya ke Negeri Sakura dan tengah menggandrungi band asal Jepang bernama The 5678’s juga dibuat kagum oleh salah satu band garage rock asal Bandung, Boys Are Toys yang memiliki lagu dengan lirik pelesetan dari bahasa Jepang. Lirik yang dibuat secara kilat dan sederhana itu ditujukan agar Korongmentah (vokal)  juga para pendengarnya yang lain bisa dengan mudah menghafalnya serta menyanyikannya.

Muchos Libre sendiri adalah band garage rock asal bandung yang beranggotakan Bagongtempur (Vokal), Korongmentah (Vokal), Hilman Hakim Nugroho (Drum), Nizar Oktriyadi (Bass),  Ardian Aziz Oktriyana (guitar), dan Rizky Varama (Guitar). Band ini terbentuk di tahun 2010, memiliki ciri khas aksi panggung dua vokalis bertopeng Luchador yang eksentrik dengan banyolan kasar yang membuat gelak tawa di setiap panggungnya. Pada ajang Extreme Moshpit Award yang diselenggarakan di November lalu, mereka berhasil memenangi penghargaan dalam kategori The Most Extreme Video untuk klipnya yang berjudul ‘Miris & Sinting’.

Selain dirilis dalam format audio, ‘Butaneko’ juga dikemas ke dalam video animasi yang terispirasi dari anime yang berjudul “Ping-Pong”. Video musik tersebut digarap oleh duo bersaudara Korongmentah dan Bagongtempur di tengah masa pandemi, di mana banyak waktu senggang dan tak ada kesibukan berarti kala itu. Berbeda dengan video musik pada umumnya, Animasi “Butaneko” juga diberikan lirik dengan huruf Hiragana dan Kanji dengan tujuan supaya para penonton (khususnya penonton di Indonesia) tidak bisa membaca tulisan tersebut.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Muchos Libre

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading