BAP. Rangkum Kehidupannya Tahun Lalu dalam Album Penuh Kedua

BAP., moniker rap-rapan dari Kareem Soenharjo, telah merilis album keduanya dengan tajuk Momo’s Mysterious Skin. Seperti biasa, musisi eksperimental tersebut melakukan hampir semua proses penggarapan album sendiri, mulai dari pembuatan, perekaman, hingga produksi. Dalam 12 trek dalam Momo’s Mysterious Skin, Kareem mencoba mengangkat persoalan kebanggaan, cinta, kehidupan, dan aspek lain di kehidupan dalam jangka waktu 2020.

“Seni adalah satu-satunya konstanta dalam hidup saya selain keluarga dan teman, dan dari dulu bagaimana mereka bekerja mengingatkan saya pada kanvas polos yang dilukis dari hari ke hari,” tulis Kareem dalam keterangan persnya.

Dalam album sepanjang 33 menit itu, Kareem mengambil beberapa sampel dari musisi-musisi Indonesia seperti Shark
Move, The SIGIT, White Shoes & The Couples Company, and Maliq & D’Essentials. Dalam salah satu singgelnya, “Same Shoes, No Company” misalnya, ia mengambil bebunyian dari salah satu tembang andalan White Shoes & The Couples Company, “Kisah dari Selatan Jakarta”.

Selain nomor tersebut, BAP. juga telah merilis dua nomor lain sebagai singgel dari Momo’s Mysterious Skin. “Painting with Suwage” dirilis sebagai singgel pembuka sedangkan “Richter/Richter” dirilis tepat sebelum albumnya keluar.

Sebelumnya, BAP. telah merilis sebuah album yang mendapat banyak perhatian karena sisi eksperimental dari hip hop gayanya dengan judul Monkshood yang ia lanjutkan juga dalam album ini. Setelahnya, ia merilis sebuah merilis sebuah singgel tapi ganda bersama raper lain, Basboi, dengan judul Songs To Begal To dengan dua trek di dalamnya, “Begal” dan “Post Begal”

Kareem Soenharjo memang musisi produktif. BAP. hanya salah satu monikernya. Dengan nama alias lain, Yosugi dan BAPAK., ia melakukan eksperimen lain dengan musik elektronik dan rok secara berturut-turut.

Momo’s Mysterious Skin sendiri akan dirilis dalam bentuk vinil, kaset, dan cakram padat. Sejauh ini, album tersebut dapat ditemukan di akun Bandcamp BAP. dan The Store Front. Di layanan musik digital, ia hanya memasukkan tiga singgel yang sudah dirilis sebelumnya. Semua rilisan tersebut dikerjakan bersama La Munai Records.

“Saya sudah menerima bahwa karya saya tidak akan memuaskan setiap orang, karena saya memang tidak bertujuan begitu. Nikmati atau tidak, saya tidak peduli lagi,” simpul BAP. tentang albumnya ini.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari BAP.

Gelisah Tak Punya Uang, MRNMRS Rilis Lagu Baru

“Money” merupakan judul dari nomor terbaru MRNMRS yang dirilis pada Kamis (2/12). Dalam lagu tersebut, trio asal Bandar Lampung tersebut mencoba mengangkat situasi dunia yang membuat para musisi seperti mereka...

Keep Reading

Rock In Solo Kembali Hadir dalam Format Bebeda

Setelah beberapa tahun vakum, salah satu festival musik rock raksasa yang berbasis di Jawa Tengah, Rock In Solo, akhirnya datang lagi di bulan Desember ini. Di tengah terpaan pandemi yang...

Keep Reading

Seperangkat Alat untuk Menopang Rumah Tanggamu dari Radiohead

Radiohead telah mengumumkan sekumpulan merchandise untuk mendukung promosi album kompilasi plus plus mereka, Kid A Mnesia. Beberapa barang dagangan band asal Inggris ini lumayan bisa dijadikan kado pernikahan untuk pengantin yang...

Keep Reading

The Hauler Rawk yang Bangkit dari Reruntuhan Palu

Bicara soal musik di Kota Palu ternyata bukan lah mantan wakil wali kotanya saja. Kota tersebut juga menjadi tempat bersemayam banyak pembawa musik keras yang aktif mengeluarkan karya. Setelah sebelumnya...

Keep Reading