ARTJOG 2020; Edisi Khusus Pameran Seni Rupa di Tengah Pandemi 

Tak ada antrian panjang dibibir pintu masuk, tak ada orang-orang yang silih bergantian mengamati karya, tak ada hingar bingar dalam sebuah pertujukan. Begitulah kondisi dalam pembukaan pameran seni rupa ARTJOG: RESILIENCE yang dibuka langsung oleh Ketua penyelenggara Heri Permad lalu diikuti oleh kurator Agung Hujatniko, para seniman, dan disambut hangat oleh gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, dan para jajaran lainnya yang disiarkan secara daring. Namun dengan kondisi demikian, tentu pameran ini adalah  gelaran yang patut diapresiasi. Dengan kondisi serba terbatas dan dalam keadaan terhimpit wabah bukan tanpa resiko agenda ini dijalankan. Menilik kondisi yang terjadi, untuk meminimalisir penyebaran penyakit pihak penyelenggara pun mengakali pameran ini dengan konsep daring dan kunjungan terbatas yang kini sedang dipersiapkan.

Setelah sebelumnya di bulan April lalu pihak penyelenggara mengumumkan penundaan pameran hingga 2021 karena virus Covid-19 yang kian mewabah di Indonesia, namun  akhirnya pada Sabtu (08/08) kemarin, gelaran tahunan pameran seni rupa ARTJOG ini resmi dibuka dengan mengusung tema khusus, Resiliece. Dan akan terselenggara sampai 10 Oktober 2020 nanti. 

Pada kondisi pendemi global seperti yang saat ini sedang terjadi, pihak penyelenggara tetap mengupayakan agendanya dapat terlaksana, tentu dengan kondisi yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan pameran-pameran sebelumnya.  Format pameran daring pun menjadi sebuah pilihan yang efektif ditengah masih berlakunya pembatasan fisik. Namun tentu pembatasan tersebut bukan menjadi batasan ruang gerak kreativitas para seniman.  

“Festival tahun ini berbeda, tidak hanya didasari oleh keinginan untuk bangkit, tapi lebih pada upaya untuk menguji kembali ketahanan kita.” ungkap Direktur ARTJOG Heri Pemad dalam sambutanya secara virtual.

Melalui Risdayani Daniswara selaku Juru Bicara ARTJOG 2020, ia menjelaskan meskipun pameran ini telah terselenggara di Jogjakarta National Museum (JNM) dan ada rencana untuk dibuka secara luring, namun saat ini para pengunjung belum dapat datang secara  langsung ke lokasi pameran. Untuk sementara pengunjung dapat menyaksikan pameran secara daring di laman resmi artjog.co.id.

“Kami sedang mempersiapkan kunjungan langsung terbatas nanti dengan menjalankan sistem sesuai protokol kesehatan,” ujar Salsabila.

Karya Eko Nugroho

Selain dari konsep pameran yang berbeda, para pengisi ruang pamer pun sama halnya. Jika ARTJOG sebelumnya  sering mengundang para seniman dari luar negeri dan menyebarkan undangan terbuka, dalam pameran kali ini pihak penyelenggara hanya memfokuskan kepada para seniman yang telah dipilih dari dalam negeri. Meskipun demikian, tentu para pengisi ini bukan para seniman sembarang. Dari mulai Djoko Pekik, Ugo Untoro, Eko Nugroho, Tisna Sanjaya, pematung kawakan Nyoman Nuarta sampai dengan perupa kontemporer Agan Harahap dan puluhan seniman lainnya turut memeriahkan gelaran ini. Dengan setidaknya 170 lebih karya rupa yang akan dipamerkan. 

 “Resilience tidak pernah berarti nekat, tapi ia adalah kemampuan untuk terus bergerak, bertahan dan menguatkan” tutup ARTJOG dalam situs resminya.

Selain pameran dengan memajang karya, pihak penyelenggara pun telah menyiapkan konten audio-visual dengan harapan para pengunjung yang datang secara daring tak bosan dengan pameran yang diselenggarakan. Selain audio visual,  beberapa program yang menarik pun telah disiapkan, yang bisa kamu cari tau secara langsung di laman website resminya. Tertarik untuk berkunjung dan mengikuti semua rangkaian acaranya? Langsung saja kunjungi situs dari ARTJOG Resilience di sini

 

Suasana Ruang Pameran

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip ARTJOG

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading