Band Ska asal Jakarta Timur, Artificial Life reuni. Untuk pertama kalinya dalam interval waktu sepuluh tahun, mereka naik panggung. Kejadian ini bisa dibilang langka. Kalau tidak ada band reggae D’jenks, bisa jadi tidak pernah terjadi.

Pada 6 April 2019 yang lalu, D’jenks merilis EP yang berisi lima lagu Artificial Life yang mereka rekam ulang. Secara khusus, album ini merupakan penghormatan terhadap musik yang pernah dihasilkan oleh Artificial Life.

Artificial Life merupakan band ska yang mewarnai zaman eksploitasi musik ini di akhir 90-an dulu. Bersama dengan Bulletin Records, mereka merilis satu-satunya album penuh bertajuk sama dengan nama bandnya. Band ini, besar dari sisi samping Jakarta yang seringkali terabaikan.

Di 90-an, musik ska di Jakarta tumbuh semarak tidak di pusat kota. Berbagai GOR (gedung olah raga) di sisi timur, utara atau barat kota menjadi tuan rumah mingguan untuk acara-acara yang mengakomodir banyak band ska, punk dan hardcore. Biasanya, line up bisa diisi lebih dari dua puluh band. Artificial Life menapaki jalan itu dan kemudian menjadi besar dengan sokongan basis massa yang unik sekaligus loyal karena mau mengikuti mereka ke banyak tempat.

Ketika demam ska melanda, merekapun kebagian kue dengan mendapatkan kontrak rekaman bersama label besar. Hasilnya adalah album self titled yang tidak meledak, tapi diakui level kualitasnya. Album itu menempel di banyak kepala orang, bahkan hingga nyaris dua dekade setelah dirilis.

D’jenks menerjemahkan memori itu jadi sekumpulan penyegaran dalam bentuk musik. Kendati tidak belok terlalu tajam dari musik aslinya, lagu-lagu Artificial Life menemukan kondisi baru dan menemui banyak orang-orang yang bisa jadi belum pernah mendengarkan karya mereka sebelumnya.

Di MissQi Bistro Lounge di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, kecintaan banyak orang pada Artificial Life dirayakan. Jalanan sesak, cari parkir lumayan susah. Campur aduk lalu lintas malam minggu bercampur dengan kuantitas massa dadakan yang muncul. Agenda paling utama, selain penampilan D’jenks, adalah kembalinya Artificial Life bermain bersama-sama.

Sayangnya, penampilan mereka tidak panjang. Semua orang yang ada di tempat itu bersenang-senang. Microphone nampak bergerak liar, teriakan nyanyi bersama ada di mana-mana. Suasananya menyenangkan sekali; hangat, sesak, penuh keringat dan kebahagiaan.

Semoga setelah malam itu, mereka memutuskan untuk sering-sering main. Supaya menuntaskan kerinduan orang banyak. Syukur-syukur merilis karya baru. Ini gambar-gambar yang terekam dari malam itu. (*)

Teks dan foto: Felix Dass