Art for Society, Aksi Solidaritas Seniman Muda Garut

Satu dekade terakhir, untuk kedua kalinya kabupaten Garut diterjang bencana  banjir bandang. Belum selesai dibayangi krisis pandemi, bencana ini tentu menimbulkan krisis baru. Seperti kita ketahui, pada Minggu malam hingga Senin (12/10) dini hari, hujan deras mengguyur wilayah selatan kabupaten Garut. Sejumlah sungai besar yang ada di wilayah kecamatan Pameungpeuk, Cikelet dan Cibalong meluap dan menyebabkan banjir bandang. Setidaknya ada ribuan rumah yang terendam banjir diberbagai desa dan masyarakat pun diungsikan ke tempat yang lebih aman guna mencegah resiko banjir susulan. Tak hanya rumah saja, namun banjir ini juga menyebabkan terendamnya puluhan hektar lahan pertanian warga juga disusul dengan banyaknya longsoran tanah.

Melihat bencana yang terjadi, para pegiat seni di kota Garut tergerak hati untuk menginisiasi sebuah kegiatan amal bertajuk ‘Art for Society: Charity and Showcase’. Inisiasi yang datang dari kolektif Humafield dan Ruang Kampus dengan melibatkan para seniman muda di kota Garut ini semata-mata adalah bentuk solidaritas mereka untuk membantu warga yang terdampak banjir.

“Insisiasi awalnya datang dari Hayya, dia mengajak beberapa komunitas., salah duanya adalah Humafield dan Ruang Kampus. Nggak banyak tanya yang dua komunitas itu langsung hayu, udah aja kegiatan ini terselenggara. Kemudian dalam kegiatan ini, kan kalo bentuknya hanya minta donasi mah udah banyak ya. Tapi dalam kegiatan ini bentuknya bukan hanya minta donasi, tetapi ada yang ‘dijual’ dalam hal ini adalah pertunjukan sastra dan musik,” kata Yokeu dari kolektif Humafield.

Acara amal ini akan terselenggara selama tiga hari, terhitung dari 16 sampai dengan 18 Oktober 2020 di gedung Bale Paminton, Garut. Setidaknya ada lebih dari 30 seniman muda lintas disiplin seni dari berbagai kelompok maupun individu yang turut bergabung dalam aksi solidaritas ini, mulai dari seniman yang bergiat di musik maupun pegiat sastra. Tak hanya pertunjukan kesenian saja yang ditampilkan, namun dalam kegiatan ini ada juga lapak baca, pajang karya visual, sampai dengan kopi yang hasil dari penjualannya tersebut akan sepenuhnya disumbangkan kepada korban. Sekali lagi, kolaborasi antar lini kreatif adalah upaya paling efektif dalam menanggulangi pelbagai krisis yang ada, termasuk bencana.  

Kemudian inisiatif kegiatan ini juga merupakan perwujudan bahwa seni bukan hanya untuk hiburan semata, lebih jauh, seni juga berfungsi sebagai wujud kepedulian kepada sesama.Mengutip puisi WS Rendra: ‘Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan’, agaknya semangat itu pula yang dibawa oleh penyelenggara juga para pengisi acara dalam kegiatan ini. 

“Kemudian campaign yang kedua di Art for Society ini, ketika lagi susah kayak begini –bencana alam, sosial, dan sebagainya- kita bertanya seni bisa apa?. Disitu berbicara tentang jarak antara seni dan masyarakat, muncul pertanyaan ‘apakah masyarakat yang meninggalkan seni atau seni yang meninggalkan masyarakat?’. Nah dari pertanyaan itu muncul apakah kita bisa untuk mengentaskan jarak tersebut. Ketika ada bencana bisakah seni menjadi suatu hal yang bermanfaat.” lanjut Yokeu   

Nantinya hasil donasi yang terkumpul akan disalurkan secara langsung kepada masyarakat yang terdampak. Dalam penyalurannya tersebut, pihak penyelenggara tak hanya memberikan sumbangan berbentuk logistik saja, namun nantinya mereka juga akan menggelar sebuah pertunjukan seni dibeberapa posko pengungsian. Inisiatif tersebut merupakan bentuk trauma healing kepada masyarakat yang terdampak yang dibuat secara khusus oleh para seniman muda di Garut.

“sebenernya acara yang berlangsung selama tanggal 16 sampai 18 Oktober ini merupakan road to, nanti jika donasi sudah terkumpul kita bakal nge-list kebutuhan apa aja yang nantinya diperlukan disana. Setelah itu kita mau menetap dulu disana sekitar 1 atau 2 hari, melakukan residensi dan melihat keadaan, lalu membuat pertunjukan yang kira-kira bakal nempel di kepala para pengungsi disana untuk mengurangi rasa trauma” pungkas Yokeu kepada Siasat Partikelir. 

Jika kalian tergerak untuk turut bersolidaritas, kalian bisa langsung berdonasi ke no rekening 1481475797 (BCA/AN: Yokeu Darisman) atau via Gopay ke 085156910362 (AN: Zia Tauzirie), atau bisa menghubungi langsung pihak panitia ke 089618084706 (Nuriyah) untuk mengetahui lebih jauh seputar kegiatan juga kondisi saat ini.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Art For Society

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading