Archipelago Rebels, Perayaan 25 Tahun Perjalanan Navicula

Sebagai bentuk perayaannya yang ke-25 tahun dalam menyusuri belantara industri musik, The Green Grunge Gentlement dari Bali,  Navicula, baru saja melepas album terbarunya yang ke-11 bertajuk Archipelago Rebels (29/06). Album yang memuat 11 nomor ini merupakan hasil kolaborasinya bersama Akarumput, Bali Wariga, serta label rekaman yang berbasis di Jakarta, demajors.

Sebelum memperkenalkan album terbarunya ini, sebelumnya Navicula juga sempat melakukan pemanasan dengan merilis dua single yang menjadi bagian dari album ini  yakni “Dinasti Matahari” dan “Kembali Ke Akar” yang kini sudah bisa kalian nikmati di berbagai layanan pemutar musik digital lengkap dengan video musiknya yang sudah bisa ditonton di YouTube dan beberapa TV lokal.

Sementara album penuh Archipelago Rebels sendiri kini hanya tersedia dalam format cakram padat CD. Kabarnya format-format rilisan lain dari album akan hadir menyusul dalam waktu dekat.

Seperti biasa, Navicula masih konsisten menyuarakan pelbagai isu yang ada, terutama isu-isu yang ada di Indonesia. Pun dalam Archipelago Rebels, Navicula banyak mengangkat tema tentang kearifan lokal masyarakat tropis Nusantara, pelestarian lingkungan, dan gagasan tentang keberlanjutan. Beberapa lagu menggambarkan dampak unik pandemi kepada pribadi para personil dan dampak umumnya pada global.

Di wilayah proses, semua materi lagu yang ada di Archipelago Rebels direkam di rumah sang frontman Navicula, Gede Robi di Ubud, dan Antida Studio, Denpasar sepanjang bulan Maret-April 2021. Sedangkan untuk pengerjaan mixing dan mastering digarap oleh Cipta Gunawan dan Navicula di studio Stonedeaf, Canggu, sepanjang akhir tahun 2021.

Lirik lagu hampir semuanya ditulis oleh Gede Robi, kecuali “False Saviour”, oleh Lakota Moira. Aransemen musik sebagian besar dibuat secara bersama-sama oleh seluruh personil band.

“Tetap hadir dengan pesan yang lugas dan idealis, namun juga tetap puitis dan tidak melupakan unsur pop di setiap lagu. Secara sound, kita juga tidak ikut-ikutan trend. Kita tau pasti apa yang kita mau, dan arah kita memang membuat karya yang konsisten dan timeless,” jelas Gede Robi.

Walaupun tetap menggambarkan selera rock alternatif khas Navicula yang dipengaruhi oleh beragam genre, album ini terasa berbeda karena aransemen yang lebih kaya namun efektif dan efisien pada tiap lagunya. Terkesan lebih sederhana tapi terasa lebih matang, dengan jangkauan topik yang bervariasi. Beberapa lagu bahkan mengandung vibe tribal.

“’Distinctive’ dan ‘eclectic’, mungkin adalah dua kata yang bisa mewakili karakter band ini, dan tertuang jelas di album ini”, jelas Gede Robi.

Kini Archipelago Rebels sudah resmi beredar dalam format cakram padat yang sudah bisa kalian buru di berbagai toko rilisan musik. Selamat berburu!

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari demajors

 

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading