Api Semangat Jangar dalam Single Teranyar, "Rijang"

Jangar meluncurkan single teranyar bertajuk “Rijang” pada Minggu (15/8). Rijang memilik arti batuan yang biasa digunakan untuk memantik api. Pengertian tersebut dipakai dengan apik oleh kuartet asal Denpasar, Bali ini untuk menjelaskan lagu tentang perjalanan semangat yang mereka bentuk sejak awal.

Lagu dibuka dengan permainan gitar yang terdengar janggal. Nampaknya, Dewa (gitar) sengaja menyisipkan nada-nada diminished bercampur tangga nada biasa macam intro “Primitive Blast”-nya The Shrine untuk membuat kejanggalan yang masuk akal tersebut. Lalu, Gusten (vokal) masuk dengan suara khasnya. Tak perlu terlalu in tune bagi Gusten untuk membuat lagu ini menjadi menarik.

“Bakar, membakar nalar. Api mengular, melahap akal,” nyanyi Gusten di chorus, menjelaskan secara tersirat bagiamana semangat yang mereka kobarkan untuk “menjadi penantang, bertandang keluar kotak usang”.

“Ada keinginan api besar yang ingin membakar semangat teman-teman dan kami pribadi, Jangar, untuk selalu bisa menjadi pemantik api adrenalin baru di setiap musik yang tercipta. Ini adalah bentuk rasa dan pikiran yang kami tuangkan lewat nada dan juga lirik, ini adalah batu api yang siap kami lempar untuk membakar nalar dan pikiran kalian,” jelas Gusten tentang maksud “Rijang” dalam siar pers.

Berbeda dari proses pembuatan trek-trek album Jangar sebelumnya, Jelang Malam (2019), “Rijang” direkam di luar pulau Dewata. Gusten, Dewa, Rai Bio (bas), dan Pasek (drum) merekam nomor ini di SAE Institute, Jakarta, April lalu.

“Yang bikin spesial sih tempat rekamannya yang proper, alat-alatnya oke, minim noise, terus dapat pinjaman alat-alat dari Coki dan Viki dari Kelompok Penerbang, juga Albert; mulus dan enak. Minusnya karena pandemi jadinya jumlah orang di dalam studio dibatasi, unsur senang-senangnya jadi sedikit berkurang mengingat Jangar kalau rekaman biasanya berbarengan dengan ritual masak-masak dan makan enak dengan keluarga besar, di rekaman kemarin tidak bisa dilaksanakan karena pandemi,” cerita Dewa, mejelaskan perbedaan rekaman di Bali dan Jakarta biarpun secara keseluruhan terasa sama.

Dalam proses pengembangan “Rijang” dan beberapa karya ke depan, Jangar dibantu oleh Anda Perdana sebagai pengarah vokal. Ini mungkin bisa menjelaskan kenapa tarikan vokal Gusten di awal chorus ada nuansa Matajiwanya sedikit.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Dion Clarensa

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading