Angsa & Serigala yang Terus Bergerak dan Konsisten

Grup folk kenamaan asal Bandung, Angsa & Serigala, sepertinya tak mau berdiam diri di masa yang serba terbatas ini. Bagi mereka, yang terbatas hanyalah gerak, namun ide kreatif dan pengkaryaan haruslah terus produktif di situasi saat ini. Bukan hanya sekedar pepesan kosong saja, mereka membuktikannya dengan merilis beberapa single yang sudah terlebih dahulu dilepas pada awal hingga pertengahan tahun 2020. Tidak sampai di situ, kini Angsa & Serigala kembali lagi dengan rilisan barunya yang berbentuk sebuah single dan berjudul “1000”. Lagu ini adalah buah pemikiran sekaligus jawaban dari Angsa & Serigala terhadap keadaan saat ini. “1000” yang ditulis oleh Araji & Esa Prakasa ini, berasal dari apa yang terjadi di sekitar mereka belakangan ini, tentang kebingungan, rasa frustasi, hingga mimpi yang mungkin harus terkubur karena keadaan. Melalui lagu ini, Angsa & Serigala mencoba menyebarkan pesan positif bagi semua untuk tetap bergerak maju, dan konsisten dalam mengejar apa yang dituju. Tidak hanya melalui lirik, semangat dalam lagu ini juga tersampaikan melalui musik itu sendiri, dengan tempo cepat dan anthemic.

“Bergerak terus, lakukan terus, konsisten terus, apapun itu selama tidak membahayakan diri dan orang lain.” – Angsa & Serigala.

Proses produksi “1000” dibantu oleh Canggar Krisnatry selaku produser, dan juga Marvel Sumbayak sebagai Additional Keyboard dan juga Crystal Yoana sebagai Artwork Designer. Keadaan pandemi saat ini, tidak menyurutkan semangat Angsa & Serigala untuk bergerak maju, setelah singel “1000”, mereka sedang mempersiapkan karya-karya selanjutnya yang akan dirilis dalam beberapa bulan ke depan.

artwork single 1000 angsa & serigala

Beberapa bulan kemarin juga mereka baru saja merilis sebuah videoklip baru yang diberi judul “7 Hari“. Portee Goods dan Angsa & Serigala memutuskan untuk berkolaborasi untuk mengemas pesan tersebut lewat video musik dari single mereka berjudul “7 Hari” dan telah dirilis 7 Agustus 2020. Single dari Angsa & Serigala ini bercerita tentang keresahan terpendam para white collars akan rutinitas yang tak dilakukan dengan sepenuh hati. Situasi tersebut beririsan dengan salah satu target pasar Portee Goods, yaitu karyawan. Bersama team Studio Major Minus, makna lagu 7 hari berhasil diterjemahkan dengan baik lewat sajian visual surealis yang mengadopsi interpretasi realita abnormal dari seorang pengidap Schizophrenia.

Angsa & Serigala memang baru saja kembali. Selain album baru, di waktu itu juga mereka keluar dengan formasi baru, bila dulu sering terlihat segambreng, kini mereka hanya berlima. Formasi lima orang ini pun hanya menyimpan dua orang personil lama, yaitu Hendra Araji (vokal) dan Meyga Sukmana (pianika). 3 lagi adalah personil baru, mereka adalah Viddy (drum), Vicky (bass), dan Esa Prakasa (gitar.

Video musik “7 Hari” disutradarai oleh Shabila Hidayati dan menggambarkan bagaimana perasaan karakter utama yang diperankan sang vokalis, Hendra Araji, dalam mengejar impian yang semu dalam tekanan rutinitas pekerjaannya. Seluruh proses pengambilan gambar dilakukan selama 12 jam di studio Selatan 22, Bandung. Di zaman yang serba digital saat ini, kehadiran platform digital sangatlah membantu bagi band/musisi untuk terus berkarya. Kemudahan-kemudahan seperti inilah yang harusnya dijalankan dengan sangat serius di tengah kondisi yang ada saat ini. Masih banyak cara untuk menciptakan pasar sendiri. Inisiatif dari pihak band/musisi harus dilakukan agar dapat mendukung keberlanjutan bisnis yang mereka miliki. Salah satu cara adalah dengan melakukan kolaborasi antar pihak. Baik musisi antar musisi, ataupun musisi dengan entitas lainnya. Semangat kerja sama harusnya lebih bisa digaungkan dengan lebih besar lagi. Semoga kita semua bisa melewati krisis ini ya.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Angsa & Serigala

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading