“Yak, tahan. 1..2.. jepret!”
“Eh, nanti kayak gimana ya jadinya?”
“Nggak tahu nih, soalnya kemaren gue masang film nyangkut…”

Sepotong percakapan yang tidak sengaja terdengar ketika sedang ada di depan Lab Rana Jakarta tersebut adalah pembicaraan dua orang siswa dan siswi SMA yang sedang berfoto menggunakan kamera analog.

Dunia fotografi analog sedang ramai diminati lagi saat ini, entah mungkin karena adanya romantisme di zaman lalu, atau sekedar penasaran karena pada zaman kamera analog sudah tenggelam. Dua anak muda itu, yang duduk di bangku SMA, pasti lahir di era 2000-an. Saat itu, kamera analog sedang tenggelam, ditelan teknologi digital yang makin murah dan tidak susah diakses.

Lab Rana Jakarta, terletak di dalam Gedung Aksara yang berada di Kemang. Keberadaan tempat ini hadir untuk memenuhi hasrat duniawi fotografi analog. Ada berbagai macam layanan yang bisa dinikmati, mulai dari proses pencucian, hingga penjualan film dan kamera analog.

Yang spesial, para karyawan Lab Rana Jakarta punya kemampuan untuk menjawab banyak pertanyaan yang mungkin muncul dari calon pelanggan. Kebutuhan bisa dilayani dengan cepat. Agar calon pelanggan bisa segera menyebarluaskan hasil karya foto mereka dengan kamera analog. Yang spesial, jika penasaran dan ingin belajar memproses film analog menjadi gambar digital, di sini juga bisa mempelajarinya.

Biar analog, tapi pendekatan penyebarannya menyesuaikan zaman. Gambar-gambar di halaman ini, menerangkan keseruan main kamera analog kan? (*)

Teks dan foto: Mzbbw