Alir, Menyambut Tahun Baru dengan Penantian

Esensi dalam bermusik tentu saja adalah menciptakan karya. Ragam pengalaman dan serba-serbi yang melingkupinya jika diolah dengan baik tentu dapat memantik bagaimana karya-kaya yang penuh momentum itu lahir. Seperti halnya Alir, yang telah mendapatkan momentumnya. Selepas merilis 2 album pada tahun 2020, yakni Entitas Ketiga dan Cornucopia. Untuk mengakhiri tahun yang sama (31/12), Alir, kembali melepas sebuah entitas pendek teranyarnya yang bertajuk ‘Penantian’.

Tak bisa dipungkiri, bahwa pandemi yang terjadi sepanjang tahun 2020 telah membuat segala lini kesulitan, terutama dalam hal berkomunikasi. Secara  garis besar, EP ‘Penantian’ yang merangkum 4 komposisi musik ini merupakan respon mereka akan fenomena pandemi yang terjadi. Secara keseluruhan 4 trek yang saling menyambung ini membicarakan mengenai jarak, dimana pandemi ini membuat pertemuan tatap muka secara langsung tidak terjadi karena rasa takut dan khawatir, ruang isolasi bahkan skenario paling buruk ketika seseorang ditinggalkan oleh orang lain. Segala macam peristiwa yang dirasakan langsung oleh para personil ini akhirnya membentuk sebuah perasaan lain, yakni sebuah ‘kerinduan’. Ke 4 judul lagu yang hanya dibedakan lewat angka dibelakangnya ini seakan-akan merupakan patahan cerita tentang bagaimana tahun 2020 berjalan.

Secara musikalitas, jika dibandingkan dengan album sebelumnya, EP ‘Penantian’ lebih terasa sederhana. Otak di baliknya masih sama, yakni Mufti Widi yang mengelola dan menata bunyi serta yang menetapkan dinamika lagu dalam album secara keseluruhan. Hal yang paling menonjol pada album ini kita bisa mendapati secara langsung bagaimana emosionalnya suara vokal Sayed yang khas dan lirih dalam merapalkan lirik, seakan lampu panggung dan segala peristiwa dalam lirik tersorot padanya.

Isian bunyi Cello dari Boyan dan sisipan suara gitar dari Fathur menambah kuat suasana yang dihadirkan. Lewat aransemen bernuansa klasik pada lagu-lagu yang terkadung di dalam entitas pendek ini, mereka telah berhasil menambah kebaruan dibanding album-album sebelumnya.

“Dalam Ep ini, kami mencoba untuk melengkapi karya-karya musik teman-teman musisi lain, kaitannya karya yang merespon pandemi Covid-19. Dengan menyelipkan pengalaman dari salah satu personil kami, kami mencoba untuk menceritakan salah satu kenyataan yang terjadi pada masa pandemi ini dan menumbuhkan empati dengan pendekatan yang lain,” terang Alir,

“Harapannya, semoga karya-karya kami dalam entitas ini bisa mewakili perasaan, khususnya teman teman yang pernah mengalami pengalaman serupa,” lanjutnya.

Album singkat yang dikerjakan pada paruh kedua tahun 2020 ini kini sudah bisa kalian nikmati dipelbagai platform pemutar musik digital. Alir, sendiri merupakan sebuah unit yang sudah terbentuk sejak tahun 2017. Seiring dengan perjalanan bermusiknya, Sayed dan Mufti terus mencari format dan arah musik yang tepat. Berselang satu tahun sedari pembentukan, Boyan dan Fathur turut bergabung. Alir, yang kini berbasis di Bandung ini menemukan format musiknya yang ideal, yakni sebuah kuartet yang diisi oleh Sayed Purawinata (vokal), Fathur (gitar), Riyandi Nurul Akbar (cello), dan Mufti Widi (synthesizer).

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Alir,

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading

Teror Dari Tore Up

Memasuki 2022, satuan Violent/Chaotic Hardcore yang tergabung dalam Tore Up melepas peringatan dalam bentuk 2 track tergelapnya. Adalah “Drowning” dan “Nothingness” yang menjadi semacam perkenalan sekaligus awal perjalanan mereka mengarungi...

Keep Reading