Alfa, Rifki, dan Farah Mengajak Berdansa Lewat Single ‘Berdansa’

Tahun 80’an adalah salahsatu tahun ke-emasan musik di Indonesia, sebut saja disko, city pop, musik jenis ini bertebaran dimana-mana. Seakan tanpa surut, hingga saat ini musik disko atau city pop masih sangat sering di perdengarkan, di kamar, coffee shop, atau di putar oleh DJ dalam sebuah pesta.

Itu pula yang di lakukan oleh Alfa Adrian, Rifki Soeria dan Farah Susandra, mereka resmi merilis single berjudul ‘Berdansa’ pada tanggal 3 Maret lalu. Dengan nuansa musik disko/city pop single ‘Berdansa’ ini memang sangat cocok untuk berdansa, atau menjadi teman di perjalanan keliling kota.

Single ‘Berdansa’ terinspirasi dari musik era 80’an yang saat ini kembali meraih popularitas, ‘Berdansa’ dibuat untuk mengingatkan kembali keindahan musik era 80’an di Indonesia melalui instrumen musik yang menyerupai musik city pop  pada zaman tersebut.

Meskipun single ini dapat dilihat sebagai proyek throwback, mereka mengungkapkan secara produksi single ini dibuat secara modern pada saat proses mastering, agar dapat menunjukan sisis modernnya juga.

Ditulis oleh Alfa Adrian, Rifki Soeria, dan Ihya Akbar, dan dinyanyikan oleh Rifki Soeria dan Farah Susandra, mereka adalah alumni SMA yang sama yang dimana masing-masing dari mereka aktif bermusik di waktu luang masing-masing.

Ini adalah proyek kolaborasi merek bertiga, Alfa Adrian yang sebelumnya memproduseri “Afterglow’ milik Naya Yeira, dan Rifki Soeria sempat merilis singel pertamanya yang berjudul ‘After Hours’ dan ‘Berdansa’ adalah lagu pertama yang ia tulis dalam  Bahasa Indonesia , mereka akhirnya mengajak Farah Susandra dalam proyekl single ‘Berdansa’ sekaligus menjadi single pertamanya dalam dunia musik.

Single ‘Berdansa’ menceritakan sebuah kisah cinta antara dua remaja yang saling menyampaikan kasih sayangnya pada saat mereka berdansa bersama. Melalui lirik “Bersama dirimu tanpa pisah, terakhir selamanya, kudamba”. Selain itu juga, tujuan diciptakannya single ini adalah untuk membuat suasana yang penuh cinta dan kebahagiaan untuk para pendengarnya, dan untuk mempersatukan budaya musik Indonesia yang modern engan asal-usulnya. Ungkap mereka.

Tak hanya dari genre city pop Indonesia, single ‘Berdansa’ juga terinspirasi dari suara-suara penyanyi dunia seperti Michael Jackson, The Weekend, Hingga Bruno Mars.

Teks: Reza Raditya

Visual: Arsip dari Rifki Soeria

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading