Album Lagu milik Pembunuh John Lennon akan Dilelang

John Lennon adalah figur besar. Namanya mentereng sebagai ikon budaya populer. Bersama The Beatles ia berhasil mengubah wajah industri musik dunia, dalam project solonya ia kerap membuat panas kuping para pejabat negara dengan karya-karyanya yang kritis. Namun, 40 tahun lalu, tepatnya 8 Desember 1980, John Lennon meninggal di tangan Mark David Chapman. Sosok ini adalah seorang penggemar The Beatles yang dengan keji menembaknya Lennon di apartemen milik sang korban. Beberapa jam sebelum ditembak, Lennon sempat menandatangani album bertajuk ‘Double Fantasy’ –sebuah album yang baru dirilis oleh John Lennon dan Yoko Ono- yang tak lain adalah salinan album milik Chapman sendiri.

Baru-baru ini balai lelang bernama Goldin Auctions akan melelang salinan album yang dibubuhi tanda tangan terakhir John Lennon tersebut. Sebuah album dalam format piringan hitam tersebut dilelang dengan harga yang fantastis, yakni dimulai dengan harga $ 400.000 atau setara Rp. 5.663.000.000. Album dengan sampul  yang menampilkan John Lennon dan Yoko Ono sedang berciuman tersebut dibubuhi dengan tanda tangan Lennon dibagian leher Yoko, dengan keterangan tahun “1980” yang tertulis di bawahnya. Selain tanda tangan Lennon, sampul tersebut tercorang dengan tanda polisi, karena tak lama dari kematian Lennon, album tersebut diserahkan kepada polisi sebagai bukti selama penyelidikan Chapman.

Lebih dari 40 tahun lalu sejak Chapan membunuh Lennon, namun insiden ini tetap menjadi salah satu yang paling terkenal dalam sejarah musik. Bagi para kolektor berkantong tebal yang memiliki minat  untuk bersaing mendapat artefak album musik bersejarah ini kalian dapat segera menawarnya saat penawaran dibuka, yakni pada selasa (24/11) besok. Bisa dibilang album ini merupakan peninggalan Rock N Roll paling penting yang pernah dijual, ini adalah album ‘Double Fantasy’ yang ditandatangani oleh Lennon untuk calon pembunuhnya Mark David Chapman kira-kira 5 jam sebelum Chapman membunuhnya. Untuk keterangan lebih lanjut kalian bisa mengaksesnya di sini.

Bulan Agustus lalu (19/08) tersiar kabar bahwa pembebasan bersyarat yang diajukan tim kuasa Mark Chapman ditolak untuk yang ke-11 kalinya oleh dewan pembebasan bersyarat di New York. Banding tersebut ditolak oleh dewan karena adanya kekhawatiran akan keselamatan masyarakat dan Chapman sendiri. Mengingat begitu banyaknya fans, keluarga, dan teman John Lennon yang marah dan tersakiti atas penembakannya tesebut. Saat ini Chapman menjalani hukuman 20 tahun hingga seumur hidup dan mendekam di Fasilitas Pemasyarakatan Wende di Erie County, New York.

Pada 8 Desember 1980, hampir separuh dunia mengetahui bahwa pentolan dari The Beatles ini telah dibunuh di luar rumahnya di The Dakota, kompleks apartemen di Manhattan -tempat Lennon tinggal bersama istrinya Yoko Ono dan putranya yang masih kecil, Sean. Berita kematian Lennon pertama kali disiarkan di Monday Night Football ABC ketika penyiar legendaris Howard Cosell menyela panggilan pertandingan Patriots/Dolphins di Miami dan berkata kepada semua orang yang mendengarkan siaran tersebut, bahwa sosok pemusik terkenal tersebut telah meregang nyawa. “Ya, kami harus mengatakannya. Ingat ini hanyalah permainan sepak bola, tidak peduli siapa yang menang atau kalah. Sebuah tragedi tak terdua yang dikonfirmasi kepada kami oleh ABC News di New York City. Bahwa John Lennon, telah meninggal dunia di luar gedung apartemennya di West Side of New York City.” Tutur Cosell

Sedangkan pada 9 Oktober lalu, untuk menandai 80 tahun kelahiran legenda musik rock n’ roll cum aktivis, John Lenon, label Capitol/UMe merilis album remix bertajuk “Gimme Some Truth”. The Ultimate Mixes yang dirilis tepat di hari kelahirannya pada 9 Oktober 2020. Album ini secara eksekutif diproduksi oleh istri sang mendiang, Yoko Ono, dan diproduseri secara langsung oleh putranya, Sean Ono Lennon. Album yang dikemas ke dalam boxset ini setidaknya terdiri dari 36 lagu klasik era kejayaan the Beatles maupun lagu hits John Lennon ketika ia bersolo karir.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip Goldinauctions 

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading