Album Ketiga Yura Yunita yang Terinspirasi 5 Stages of Grief

Yura Yunita menjadikan album ketiganya, Tutur Batin, sebagai media penyampaian bagaiman proses ia bisa menjadi dirinya yang sekarang, menerima keadaan diri dengan setulus hati. Album tersebut telah berhasil dirilis pada Jumat (22/10).

Tema dalam Tutur Batin ia ambil dari salah satu teori psikologi yang disebut 5 Stages of Grief. Biarpun rasa duka tidak mengenal waktu tertentu dan bentuknya bermacam-macam, teori tersebut menyimpulkan setidaknya ada lima tahap serupa yang dialami orang-orang yang sedang berduka, yaitu penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar kenyataan, depresi, dan penerimaan. Album ini merupakan bentuk dari tahapan Yura menuju tahap terakhir.

Lewat album ini aku ingin menyampaikan ungkapan hati terdalamku yang sejujur-jujurnya.  Tutur batin dalam fase perjalananku sebagai manusia yang melewati pertemuan, kehilangan, penyangkalan, amarah, berandai, depresi, hingga proses healing, menerima semua yang terjadi dan merayakan semua proses kehidupan,” ungkap Yura melalui konferensi pers dalam jaringan yang diselenggarakan satu hari sebelum rilisnya Tutur Batin.

Penerimaan diri ini juga ditampilkan oleh Yura melalui sampul albumnya.  “Sampul album, wajah tanpa riasan, jerawat, inilah aku apa adanya, yang mungkin jarang banyak orang lihat, ” jelas Yura. “Embrace imperfection dan melewati insecurity. Proses menerima diri aku apa adanya.” 

Selain itu, unsur air dalam sampul tersebut juga bukan sekedar keperluan estetis. Yura mengaku bahwa air memberi ketenangan baginya. “Kadang kalau malam tuh sering dengarin video suara rintik air,” jelasnya.

Biarpun disampaikan bagai lagu cinta, ternyata pemaknaan Yura lebih dalam dari itu. Tumbuh di keluarga yang mayoritas beranggotakan perempuan, semenjak dini, Yura Yunita ditanamkan untuk menjadi perempuan yang mandiri, dan berani untuk mengambil keputusan yang terbaik, termasuk memilih untuk berjalan di musik. Perjalanan musik Yura Yunita, tentu bukan sesuatu yang dengan mudah ia raih. Tantangan, kendala, tuntutan pernah ditemui dalam perjalanannya yang ia jadikan pemantik untuk menulis dan berkarya lebih jujur lagi di album ketiganya ini.  

                     Baca Juga: Yura Yunita dan Single Terbarunya “Mulai Langkahmu”

Berusaha memenuhi tolak ukur kesempurnaan fisik yang umum di industri adalah sedikit dari banyaknya tuntutan yang Yura Yunita rasakan dan menyebabkan kegundahan di hati yang ia pendam. Kegundahan hati ini, memicu Yura Yunita untuk membuka obrolan dengan kerabat perempuannya. Apa yang Yura pikir hanya terjadi pada dirinya, ternyata juga terjadi di perempuan-perempuan lain yang ada di sekitar Yura, dengan bentuk permasalahan yang berbeda-beda. Keraguan, ketakutan untuk mengungkapkan tutur batin menjadi permasalahan yang ia temui di obrolan-obrolan sesama perempuan. 

Salah satu hal menarik dalam album ini adalah trek berjudul “Bandung”. Lagu tersebut dibalut dengan alunan ceria dan dibawakan dengan Bahasa Sunda. Ia mengaku lagu tersebut adalah semacam tribut ke tempatnya pulang, menjalankan waktu healing, sumber inspirasi, dan sumber dari banyak karyanya. “Bandung” merupakan lagu kedua Yura yang ber-Bahasa Sunda setelah di album selftitled-nya pada 2014 ia merilis “Kamaji”.

Yura juga menyiapkan sesuatu yang spesial untuk membawakan lagu ini dalam live session yang akan dirilis sekitar sepekan setelah Tutur Batin dilepas ke pasaran.

“Aku belajar jaipong loh untuk bawain ‘Bandung’,” katanya.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Yura Yunita

Debut Kathmandu Dalam Kancah Musik Indonesia

Musisi duo terbaru di Indonesia telah lahir. Penyanyi bernama Basil Sini bersama seorang produser sekaligus multi-instrumentalist bernama Marco Hafiedz membentuk duo bernama KATHMANDU. Dengan genre Pop-Rock, KATHMANDU menyapa penikmat musik...

Keep Reading

Sisi Organik Scaller Dalam "Noises & Clarity"

Kabar baik datang dari Scaller yang baru saja merilis live session (8/7/23) yang kemudian diberi tajuk “Noises & Clarity”. Dalam video ini, grup musik asal Jakarta tersebut tampil membawakan 5...

Keep Reading

Single Ketiga Eleanor Whisper Menggunakan Bahasa Prancis

Grup Eleanor Whisper asal kota Medan yang telah hijrah ke Jakarta sejak 2019 ini resmi merilis single ke-3 yang diberi tajuk “Pour Moi”. Trio Ferri (Vocal/ Guitar), Dennisa (Vocals) &...

Keep Reading

Sajian Spektakuler KIG Live!

Umumkan kehadirannya sebagai pemain baru pada industri konser musik Indonesia, KIG LIVE yang merupakan bagian dari One Hundred Percent (OHP) Group menggelar acara peluncuran resmi yang juga menampilkan diskusi menarik...

Keep Reading