Album Esensial Indiepop Milik Kaveh Kanes Dirilis Digital

Menyeruak hadir dari keriuhan skena musik indiepop Yogyakarta di paruh pertama dekade 2010-an, Kaveh Kanes barangkali bisa dikatakan sebagai pionir ranah musik indiepop di Indonesia, terutama karakter musik jangly dreampop yang khas di US pada awal 2010-an. Hal itu pula yang memantik Anoa Records untuk merilis ulang album pendek esensial Kaveh Kanes bertajuk “Arabia’s Frankincense Trail” ke dalam format digital. Yaps, per-19 Februari 2021 ini album yang sejatinya dirilis tahun 2012 ini sudah bisa kalian dengar secara streaming dipelbagai kanal pemutar musik digital. Dengan menghadirkan formula jangly pop, twee pop, dan dream pop yang apik,tentu rilisan ini pantang untuk dilewatkan.

“Blossom Diary disebut sebagai band indiepop terawal di skena lokal, maka mungkin Kaveh Kanes bisa dibilang sebagai band indiepop terawal, bersama Humsikk, yang membawakan karakter jangly dreampop yang khas di US pada awal 2010-an. Soal ini berangkat dari sebuah diskusi dari seorang teman yang juga blogger musik, dan mengamini hal tersebut.” tulis Anoa Records dalam siaran pers

Setidaknya ada empat lagu yang tercantum di EP “Arabia’s Frankinscese Trial”, diantaranya: Rose Garden, Modern Times, Sabie, dan This is Pure. Di wilayah musikalitas, mereka banyak mengadopsi pengaruh musik indiepop yang saat itu tengah naik daun di US, dan menjadi hal baru di skena musik di Indonesa yang telah membuat nama mereka cukup dikenal hingga ke skena luar Jogja.

“Awal mula berdirinya Kaveh Kanes pun ketika itu gegara gue dan Mumu lagi suka banget sama band-band rilisan Captured Tracks,” kata Asad vokalis dari Kaveh Kanes.

Singkat cerita, mereka pun langsung merekrut beberapa kawan dari band-band seperti Tripping Junkie, Lazyroom, dan Brilliant at Breakfast untuk turut memperkuat formasi Kaveh Kanes. Personil terawal Kaveh Kanes ketika itu, selain Mumu dan Asad, juga termasuk Royan dari Brilliant at Breakfast dan Zaim dari Lazyroom. Tanpa direncanakan, ternyata kesemua personil yang bergabung ternyata sama-sama memiliki darah Arab. “Lucunya, kami semua berangkat dari keluarga Arab,” kata Asad sambil tertawa.

Alhasil band ini tak cuma sekadar band indiepop, tetapi juga menjadi perlawanan keempat anak muda Arab. “Kalau mau diliat dari alam bawah sadar mungkin ini juga pemberontakan kita sama kultur stereotip yg ada di keluarga arab. Kita pengen nunjukin klo kita punya interest lain loh dalam hidup yg ga melulu soal settle down sebagai orang Arab dan mengikuti kultur yang sudah ada di keluarga kami,” jelasnya lagi.

Di wilayah proses rekaman, produksi album mini ini pun terbilang cukup singkat. Hanya butuh seminggu untuk proses rekaman. Studio yang dipilih pun yang bukan menjadi langganan band-band Jogja. Mereka pun menemukan sebuah studio musik yang berada di daerah dekat kebun binatang Jogjakarta, di daerah Gembira Loka. “Sengaja pilih disitu biar nggak ada tekanan hahhaa,” ujar Asad.

Sedangkan musisi cum pegiat musik Yogyakarta, Indra Menus memberi liner notes sebagai manual pendamping rilisan digital ini. Sedikit bernostalgia, ia mengingat bagaimana Indra pertama kali mengenali band ini.

“Pertama kali tahu Kaveh Kanes karena rumor merchandise unik mereka yang sering dibagikan ketika main, yak benar, Kebab Turki. Salah satu gimmick kultus identitas mereka sebagai keturunan Yemen yang bermain musik sempat identik dengan membagikan kebab ketika manggung.” Tulis Indra Menus

Lebih jauh, Indra Menus pun turut mengomentari sisi musik yang dibawakan oleh Kaveh Kanes di album perdananya ini. “Pada Loanwords, Kaveh Kanes menyuguhkan materi terbaru mereka yang secara mengejutkan terdengar lebih kalem. Mungkin bagi pemerhati awal band ini, sound yang mereka tawarkan di materi terbaru ini sudah ada di mini album pertama. Yak benar, track Sabine yang ada di mini album Arabaia’s Frankincense Trail ternyata dikemudian hari menjadi benchmark album Loanwords. Tidak salah bila mereka kembali merekam ulang Sabine dengan mood album yang se-suram ini.” Pungkas Menus yang juga pendiri Relamati Records

Akhirnya, Arabia’s EP atau lengkapnya “Arabia’s Frankincense Trail” EP pun bukan album mini yang selow. Album ini menjadi penanda gelombang musik indiepop jangly pop yang kelak akan mendaratkan mereka untuk dirilis album pertama Capital bersama Kolibri Rekords, dan album kedua Loanwords bersama Anoa Records. “Arabia’s Frankincense Trail” EP adalah yang memulai hal itu semua, dan Kaveh Kanes sebagai sebuah band indiepop.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip  dai Anoa Records

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading