Album Digital ini Untuk Kalian yang Rindu dengan Bandempo

Sebagai penikmat musik, apakah banyak yang tau menyoal band bernama Bandempo? Mungkin jawabannya sebagian tahu, sebagian lagi tahu selewatnya saja. Familiar di telinga, namun tidak tahu persis siapa yang menyanyikan karya tersebut. Atau pernah melihat sampul albumnya yang bergambar pelawak Tessy, tapi tidak tahu siapa si pemilik album itu. Hal itu cukup wajar, karena si band ini sendiri memang jarang terlihat di panggung-panggung Jakarta, apalagi di luar kota itu. Toh orang-orangnya juga sangatlah super sibuk dengan masing-masing kegiatannya.  Band ini lahir dari geliat kampus Institut Kesenian Jakarta, yang tentu saja, kampus ini sudah dikenal luas sebagai penghasil seniman-seniman ajaib hingga saat ini. Dari kampus, acara musik, IKJ melahirkan banyak band yang memiliki ciri khas dan karakter yang sangat unik di masanya. Bandempo salah satunya. Atau yang sangat familiar bagi penikmat musik mungkin Rumahsakit dan Naif, ketiga band ini adalah contoh band asal IKJ yang kemudian dikenal oleh publik yang lebih luas lagi, bahkan berskala Nasional.

Para personil Bandempo adalah Anggun Priambodo (vocal), Matheus Bondan (gitar), Jimmy (gitar), Wenceslaus de Rozari (bass), dan Ade Wahyu Pratama (drum) adalah mahasiswa IKJ angkatan 1996. Mereka berempat adalah saksi hidup yang melihat  penampilan Naif di panggung orientasi mahasiswa baru, dari sana, mereka menjadi terinspirasi untuk mencoba membuat Bandempo, yang tentunya harus dengan ciri dan racikan musik dari mereka sendiri. Segala jenis referensi musik mereka coba masukkan di tubuh mereka, bagaimana pop Indonesia era 1970an seperti Koes Plus dan Tetty Kady bercampur dengan indie rock, dan mengambil nama seorang pelawak Srimulat untuk nama band mereka. 

Poster Album Bandempo

Atas dasar percampuran yang banyak sekali tersebut, musik mereka pun menjadi sangat tak terbatas, bagaimana tidak, segala sub genre rock yang ada di sekitar Indonesia pada tahun 90an dilebur menjadi satu. Yang mana hal ini tentu saja melahirkan sesuatu yang baru. Musik di era tahun 90an memang tidak gampang untuk dikotak-kotakkan, tapi jenis ini sangatlah digemari bagi mereka yang merayakan ekspresi pop yang “baru”. Sesuatu di antara picisan dan maju. Beres menyoal jenis musik, kini giliran rilis merilis. Pada Juni 2000, Bandempo merilis albumnya dalam format kaset dengan kemasan yang menyerupai mainan robot-robotan. Tiga tahun kemudian album Bandempo dirilis dalam format CD yang memiliki tiga varian sampul album, masing-masing berupa foto Polaroid lima orang berdiri berjejer di mana tak seorang pun dari kelima orang tersebut personil Bandempo. Pada 2016, album Bandempo kembali dirilis ulang, kali ini dalam format piringan hitam; menghadirkan pelawak Tesi dari Srimulat sebagai sampul albumnya. 

Kini, setelah 20 tahun dari pertama kali dirilis, album self-titled Bandempo di-remaster oleh Levi dari the Fly untuk dirilis di berbagai layanan musik dalam jaringan (iTunes, Spotify, Joox, Deezer, Tiktok, Langit Musik, Shazam, iheartradio, Amazon mp3, dan Apple Music). Dirilis secara digital mulai Jumat, 14 Agustus 2020, kita pun akan jauh lebih mudah untuk mendengarkan debut album Bandempo, sebuah album “asing” yang pada masa pertama beredarnya hanya dicetak 150 kaset saja. Oh sebagai pengingat, kenapa mereka memilih nama band “Bandempo” karena nama ini sendiri diambil dari nama salah satu personel Srimulat yang kala itu menampilkan tokoh Wadino (Bandempo), Ranudikromo, Sarpin, Djuki, dan Suparni.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Bandempo

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading