Album Debut Penuh Energi dari Dazzle

Di ranah musik ekstrim, kota Malang tak pernah ada habisnya menawarkan hal baru. Memiliki sejarah yang cukup panjang tentang perjalanan musik keras, kota Malang tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Baru-baru ini kota Malang memiliki unit pendatang baru yang cukup potensial dan mencuri perhatian, mereka adalah Dazzle, unit crossover hardcore yang dihuni oleh El Tria (gitar), Ardyan (drum), Agan (vokal), dan Syahidan (bass) yang baru saja melepas album pendek perdananya bertajuk Vanity and Void.

Dirilis melalui panji label rekaman Greedy Dust, setidaknya Vanity and Void mencantumkan 5 trek lagu penuh energi, termasuk menambahkan 2 nomor lagu terbaru, yakni “Vanity and Void” dan “Grief End Heaven” . Dari sisi musik, bagi yang menggandrungi band-band semacam Red Death, Iron Age, Municipal Waste, barangkali bisa masuk dengan apa yang dibawakan oleh Dazzle, karena pada dasarnya mereka banyak terpengaruhi oleh band-band tersebut. Untuk lirik sendiri ditulis oleh sang vokalis Agan dan banyak mengangkat tema-tema seputaran hidup menuju kematian dan apa yang terjadi setelah kematian terlewati.

“Tema lirik yang keseluruhan ditulis oleh Agan secara garis besar adalah tentang kehidupan yang pasti ada akhirnya, yaitu kematian yang akan diikuti oleh pembalasan sesuai dengan apa yang manusia jalani selama hidup. Dan sebagai manusia tidak patut sombong untuk membenarkan/menyalahkan segala sesuatu yang terjadi di hidup ini. Biarkan itu semua tetap menjadi pertanyaan sampai waktunya tiba. Kematian.” tulis Dazzle dalam keterangan pers

Untuk proses rekaman sendiri digarap di Griffin Studio yang di kerjakan oleh Satrio Utomo dari proses recording hingga mastering. Sedangkan untuk pengerjaan artwork album dikerjakan oleh seniman bernama Bajajsaurus yang dilukis secara manual pada media kertas berukuran A4. Menurut Dazzle sampul album ini sekaligus menjadi garis besar dari Vaity and Void yang secara visual dapat diartikan sebagai ketika manusia di alam selanjutnya akan memiliki keseteraan dengan manusia lain tanpa peduli apa yang mereka punya dan apa yang mereka sombongkan selama hidup di dunia.

Dazzle sendiri terbentuk di awal tahun 2021. Bermula saat El (guitar) dan Ardyan (drum) memulai jamming diawal 2021 untuk membuat sebuah proyek band hardcore dengan adanya pengaruh trash metal. Seiring waktu berjalan akhirnya El mengajak Syahidan untuk mengisi posisi bass. Dengan formasi ini mereka sudah mempunyai 3 buah lagu yang siap untuk direkam. Setelah proses diskusi yang panjang untuk mencari vokalis, akhirnya Agan yang juga vokalis dari Roots of Earth ditarik untuk mengisi vokal Dazzle. Setelah formasi ini terbentuk mereka langsung mempersiapkan materi untuk segera masuk ke dapur rekaman. Nama Dazzle yang diajukan oleh Agan akhirnya disetujui oleh semua member karena dirasa cukup ear-cacthing dan diharapkan bisa menjadi representasi dari proses kreatif yang mereka jalani.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Greedy Dust

Mari Rayakan Akhir Pekan Di M Bloc Fest 2022

M Bloc Space merayakan ulang tahunnya yang ke-3 dengan membuat beragam keriaan: The Writers Festival (24 – 25 September), M Bloc Music Week (25 September – 2 Oktober), Pasar Wastra...

Keep Reading

Sad But True Menggurat Kisah Sedih

Kuartet Sad But True, unit heavy pop-punk, kini solid digawangi oleh Anisham (vokal), Hery (Gitar), Ryan Fakk (Bass), dan Kicot (Drum) tidak ingin berlama-lama untuk menjadi pasif. Langkah konkret yang...

Keep Reading

Persembahan Dhira Bongs Pasca Pandemi

Dhira Bongs, solois pop asal Bandung yang makin melebarkan gaung dengan merilis album studio baru bertajuk A Tiny Bit of Gold in The Dark Ocean. Album penuh ketiga setelah My...

Keep Reading

Kejutan Dari Bas Boi Yang Menggandeng Feel Koplo

Melangkah tanpa henti, Basboi kembali merilis materi yang sudah beberapa kali iya bawakan sebagai kejutan di konser-konsernya berjudul U DA BEST. Sebelumnya, solois ini sukses menggelar tur albumnya di enam...

Keep Reading