Album Baru Navicula yang Tampil Beda

Kita semua tahu, jadwal dari penyelenggaraan konser musik yang sudah direncanakan secara matang dari jauh hari banyak yang mengalami pembatalan maupun penjadwalan ulang. Band/musisi yang sudah mengantongi banyak jadwal pun dengan sangat terpaksa ikut membatalkan jadwal tersebut. Konser musik terpaksa untuk diundur ataupun dibatalkan. Lalu, langkah apa yang akan diambil oleh para pelaku industri ini kedepannya? Jika skenario terburuk dari adanya virus ini terjadi, apakah industri musik kita akan menurun drastis? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Saat ini yang kita butuhkan adalah kesadaran kolektif agar permasalahan ini segera cepat teratasi. Ekosistem yang ada di balik industri ini pun mau tidak mau harus mengubah kebiasaan yang ada menjadi sesuatu yang baru secara perlahan.

Pandemi ini memang secara nyata telah mengobrak-abrik banyak kehidupan dan ekonomi, tidak hanya di sini tapi juga secara menyeluruh di semua negara. Nilai positifnya, banyak orang yang kemudian mulai bergerak untuk menghadirkan ragam inovasi dan kreativitas. Hal tersebut juga diamini oleh band grunge/rock asal Bali, yaitu Navicula. Berkehidupan dan berkarya harus terus berjalan, agar hal-hal baik terus mengalir dan memberikan cahaya harapan. Akibat swakarantina yang berlaku di seluruh dunia, Gede Robi sang vokalis dari Navicula pun menemukan kepingan-kepingan kenangannya tentang awal mula band ini berdiri di tahun 1996 silam. Kepingan kenangan itu adalah kaset-kaset yang mana menurutnya banyak mempengaruhi musik yang dibuatnya bersama Navicula. Band-band itu adalah Koil, Kubik, Cherry Bombshell, Pas Band, Nugie, Plastik, Superman is Dead, LFM, dan banyak lainnya, yang menurutnya mereka adalah band yang punya andil besar terhadap perkembangan industri musi di negeri ini.

“Saya tertarik dengan istilah Indie atau independent, karena Pas Band yang mempopulerkannya saat itu. Saya merasakan dan melewati melankolia ABG saat itu dengan lirik lagu Matel dari Kubik. Nongkrong dengan sahabat-sahabat sambil membawakan lagu Plastik. Terpesona dengan “attitude” dan lirik kelam dari Koil. Dan, band saya Navicula, sama- sama meniti karir dari nol dan ikut serta sejak awal mendirikan dan membesarkan skena musik indie di kampung halaman kita, Bali, bersama rekan seperjuangan kita, Superman is Dead. Sejak itu, saya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA (atau kelas 11 sekarang), dan memiliki mimpi-mimpi indah untuk bisa tetap ngeband hingga tua.” Terang Robi.

poster navicula a tribute to local inspiration

Semua orang dalam hidupnya pasti memiliki musik penghantar perjalanan yang sampai sekarang masih menjadi andalan. Bagi Robi dan Navicula, musisi-musisi di atas adalah apa yang menjadi teman perjalanan karir mereka. Tanpa mereka, mungkin musik Navicula tidak akan seperti sekarang keadaannya. Musik adalah soundtrack hidup. Masa remaja adalah masa terbaik kita menyerap pengaruh dari lingkungan; apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan. Lagu-lagu yang kamu dengar saat remaja bisa jadi adalah playlist di hatimu selamanya.

“Tanpa band-band ini, Navicula bukanlah Navicula yang kita dengar sekarang. Sekarang, di waktu ini, di studio rumah, saya mengajak saudara-saudara saya di band untuk menyiapkan altar, menyalakan lilin, membuat ritual konser dan rekaman. Kita membuat sebuah perayaan bagi INSPIRASI.” Jelas Robi kembali.

Atas dasar kenangan-kenangan tersebut, Navicula bekerjasama dengan Apa Kabar Bali? (Sebuah program news dari Kopernik, yang berlokasi di Bali) dan Demajors (label dan distribusi rekaman, yang berlokasi di Jakarta), akan membuat album baru Navicula, yang berisikan 8 lagu kolaborasi dengan para idola mereka tersebut. Dalam rencananya, Navicula nantinya akan membawakan ulang lagu-lagu yang rilis di era 90-an, dari para musisi tersebut. Keuntungan dari penjualan album ini akan sepenuhnya didedikasikan ke semua inspirasi mereka yang tersebutkan di atas dan sebagian keuntungan juga didonasikan ke proyek kolaborasinya bersama dengan para pengrajin arak di Bali untuk bisa tetap memproduksi bahan baku hand sanitizer yang akan mereka salurkan ke seluruh fasilitas pelayanan medis dan masyarakat yang membutuhkan.

Jangan sampai terlewatkan sebuah video konser yang bertajuk “Indigo Child” A Tribute to Local Inspiration yang akan rilis pada 11 Juli 2020 di kanal Youtube Navicula.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Navicula

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading