Senang rasanya tahun ini akan berakhir dan menyambut tahun yang baru. Rasa-rasanya di 2019 ini banyak sekali kejutan yang hadir, semuanya datang dari ranah kreatif. Tak terkecuali rilisan album dari para musisi. Jumlah yang rilis tahun ini tumpah ruah dan juga eksplorasi musiknya lebih jauh dari yang pernah mereka buat. Sudah jelas album-album yang rilis tersebut mendapat atensi besar dari para penikmat musik di Indonesia. Kami pun juga merasakan hal yang sama, ada album yang memang sudah ditunggu perilisannya lalu menjadi album favorit. Indikator pemilihan album ini bukan berdasar “siapa yang terbaik”, tapi tentang sesuatu yang kami favoritkan dan selalu diputar terus-menerus. Artikel ini tidak bermaksud untuk menjadi patokan kalian juga harus menyukainya, kami hanya ingin membagikan apa yang kami favoritkan.

Berikut album 2019 favorit kami, selamat merayakan akhir tahun dan semoga di tahun depan kita selalu mendapatkan kejutan.

Nabila Viatikara

Album:

1. Isyana Sarasvati – Lexicon
2. Jirapah – Planetarium
3. The Adams – Agterplaas
4. Avhath – The Avhath Rises

Semua album ini favorit buat gue, soalnya para musisi ini menghadirkan suguhan yang jauh berbeda dari rilisan terdahulunya. Semuanya tetap konsisten menghadirkan musik yang bagus. Misal Jirapah yang hadir kembali dengan “Planetarium ” yang berlirik bahasa Indonesia atau The Adams yang mengusung lirik lebih dewasa dari 2 album sebelumnya, dan Isyana Sarasvati yang tampil beda di album ini.

Adjust Purwatama

Album:

1. Ssslothhh – Celestial Verses
2. Avhath – The Avhath Rites
3. Elephant Kind – The Greatest Hits
4. Sunlotus – This Old House
5. Rubah Di Selatan – Anthera

Dua nama teratas adalah yang paling gue tunggu rilisannya. Alasannya sederhana, gue suka musik mereka dan selalu menunggu apa yang mereka hadirkan berikutnya. Dan keduanya memiliki kesamaan, musiknya padat berisi. Tiga nama dibawahnya mengapa menjadi favorit adalah karena musik mereka selalu terngiang-ngiang saat pertama kali gue mendengarkan, terlebih untuk Rubah Di Selatan. Bayangkan, di tahun 2018 gue berkesempatan untuk tur ke Eropa bersama mereka dalam program Siasat Trafficking: Europe Calling. Dan selama masa kurasi hingga tur, musik mereka yang selalu berulang-ulang didengarkan. Tapi bukan berarti musik mereka biasa saja, ketiga nama itu menunjukkan bahwa eksplorasi dan bereksperimen dalam bermusik itu harus dilakukan.

Raditya Ardianto

Album:

1. Mantra Vutura – Human
2. Jirapah – Planetarium
3. Polka Wars – Bani Bumi
4. Texpack – Spin Your Wheels
5. Elephant Kind – The Greatest Ever

Hadir di akhir kuartal pertama 2019, The Greatest Ever hasil gubahan Elephant Kind berhasil didengar secara berulang dalam kurang waktu kurang lebih 5 bulan lamanya. Di nomor selanjutnya ada Texpack, unit indierock asal Bogor yang merilis album penuh Spin Your Wheels dibawah Anoa Records. Setelah sebelumnya mengeluarkan beberapa single secara berkala sejak tahun sebelumnya, akhirnya Polka Wars hadir dengan Bani Bumi. Jirapah yang identik dengan keanekaragaman suara dalam album bertajuk Planetarium, kali ini hadir dalam lirik-lirik berbahasa Indonesia dan konsisten menawarkan pop yang tidak biasa, membuatnya ada dalam daftar nomor dua. Teratas dalam daftar ada Mantra Vutura yang berhasil membalut gaya vokal beberapa kolaboratornya dengan musik mereka yang selalu bernuansa megah.

Rizki Firmansyah

Album:

1. Tuangtigabelas – Harimau Soematra
2. Jirapah – Planetarium
3. Duara – Flights of Imagination
4. MVRCK – Further Agenda
5. Isyana Sarasvati – Lexicon
6. Lips Thirsty

Keenam nama ini punya candu. Dari mulai Isyana yang menampakan wajah berwujud Lexicon, hingga auman Harimau Soematra milik Tuantigabelas. Ada pula Flights of Imagination milik Duara yang cantiknya tidak bisa disepelekan, alunan instrumental kelam Further Agenda kepunyaan MVRCK, serta sepaket hentakan kasar bertajuk Thristy dari Lips. Oh, ya. Bila kontemplasi adalah pilihanmu untuk menghabiskan hari pergantian tahun. Menyinggahi bilik-bilik perenungan Planetarium milik Jirapah bisa jadi destinasi yang sangat cocok.

*Ingat, selalu beli rilisan fisik dari band yang kalian sukai. Itu adalah salah satu bentuk dukungan nyata kalian terhadap keberlangsungan dari band tersebut.