Akulturasi yang Asik dari Feel Koplo

Duo elektronika asal kota kembang, Feel Koplo, baru-baru ini resmi melepas single perdananya yang berjudul “Akulturasik”. Dengan dilepasnya single ini pula, duo yang diisi oleh Malfi Ikhsan dan Tendi Ahmad pun membuktikan bahwa mereka tidak hanya piawai me-remix karya orang lain saja, namun pandai pula meramu musiknya sendiri. “Akulturasik” menjadi debut karya orisinal mereka setelah lebih dahulu tersohor sebagi DJ Remix.

“Sebenarnya sudah sejak lama kami berencana membuat lagu sendiri. Namun baru di masa pandemi ini, ketika sedang tidak disibukkan oleh manggung, kami memutuskan untuk fokus menggarapnya. “Akulturasik” adalah pernyataan tentang identitas kami sebenarnya, sekaligus menjawab berbagai ekspektasi audiens,” tutur Feel Koplo dalam rilisan persnya.

Perihal identitas, terutama genre memang selalu menjadi pertanyaan yang tak berkesudahan dari para warga net kepada Feel Koplo. Namun Feel Koplo agaknya tak dibuat pusing oleh hal-hal tersebut. Dengan enteng mereka menjawab bahwa nama Feel Koplo sendiri bukan berdasarkan genre, tapi plesetan dari nama candu lokal.

“Emang, sih. (Kita) dibilang Koplo, engga, tapi namanya Feel Koplo, begitu kan permasalahannya? Padahal Feel Koplo awal ada bukan berdasarkan genre, tapi pelesetan dari ‘pil koplo’ aja. Itu kan membuat sensasi euphoria yang ilegal, nah kami ingin menyajikan hiburan musik yang memberikan sensasi sama tapi legal,” tutur Tendi dalam sebuah podcast yang dirilis 10 November kemarin. “Feel Koplo ga harus Koplo, Daft Punk aja ga Punk!” tambah Ikhsan.

Melalui “Akulturasik” Feel Koplo mencoba untuk merespon narasi-narasi tersebut dengan sebuah karya. Secara eksplisit “Akulturasik” membahas tema-tema selingkar ‘ekspektasi’ dan ‘persahabatan’, seperti juga yang tergambar dalam  penggalan liriknya: “Realita menghajarku telak/angan – angan tidak terlampaui/dibegal ekspektasi/tenanglah tenang/masih ada teman-teman menanti/bergoyang sampai pagi/walau bukan dangdut asli/dangdut akulturasi”.

Di wilayah produksi, Feel Koplo juga dibantu oleh Alyuadi Febriansyah (Heals, Fuzzy I). Secara musikalitas Feel Koplo membalut liriknya tersebut dengan sentuhan musik pop Indonesia di mana sisi akulturasi dalam komposisi musiknya begitu terasa. Meskipun ada sentuhan musik pop dalam karyanya, namun mereka berharap para pendengarnya masih tetap bisa bergoyang.

“Agar lebih maksimal, kami juga dibantu Pangestu Hning sebagai pemain violin/cello, dan Brigita Meliala di posisi vokal,” terang Ikhsan.

Di sisi lain, Feel Koplo juga menyampaikan pesan di atas tanpa melepaskan identitas mereka yang ‘merakyat’. Mereka mendekorasi beberapa angkot di wilayah Bandung dengan ornamen khas Feel Koplo yang cukup berhasil menarik perhatian masyarakat. Sebelumnya, Feel Koplo juga sempat membagikan 30 detik cuplikan “Akulturasik” lewat berbagai medium digital.

Kini “Akulturasik” dari Feel Koplo sudah dapat didengarkan di berbagai kanal pemutar musik digital. Tak hanya dikemas dalam format  audio saja, namun mereka pun mengemas “Akulturasik” ke dalam format video yang sudah  bisa kalian saksikan di YouTube resmi mereka. Video musik  ini disutradarai oleh Wildan Sugara, bekerja sama dengan Sabiq Hibatulbaqi (Animation Director), Insan Dwi Anugrah (Director of Photography), Adnan Sentosa (Editor), dan UVISUAL (Modelling & Motion), serta menampilkan Wildan Yusra sebagai talent.

Ya, akhirnya ini semua adalah tentang percampuran, tentang akulturasi yang dibuat asik. Tak perlu tendensius mengungkit genre musik semacam apa yang dibawakan, selama itu terasa asik, yasudah bergoyang saja..

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Feel Koplo

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading

Themilo Rangkum Perjalanannya di Nomor "Flow"

Dua dekade berlalu dan Themilo tetap berjalan dengan syahdu. Pada akhir Juli 2022, unit shoegaze dari Bandung yang berdiri sejak 1996 ini baru saja merilis single terbaru mereka berjudul “Flow”....

Keep Reading

Adaptasi Kehidupan Digital di Koleksi Terbaru Monstore

Jenama pakaian dan gaya hidup Monstore mengumumkan koleksi terbaru mereka dengan nama “New Fictional Temptation”. Koleksi ini diluncurkan sebagai rilisan ‘solo’; non-kolaborasi dari Monstore setelah berbulan-bulan lebih fokus bekerja sama...

Keep Reading