Akhirnya! Album Kelima Sajama Cut Rilis Juga

Sudahilah bersedih karena kondisi yang ada saat ini, memang berat. Secara bertubi-tubi kita disodorkan oleh banyak masalah, yang pertama adalah adanya virus corona yang hingga saat ini belum juga menghilang dari muka bumi. Yang kedua adalah UU Cipta Kerja yang membuat geger banyak lapisan masyarakat hingga mengakibatkan terjadinya gelombang demonstrasi di mana-mana. Menyedihkan memang, tapi bukan berarti kita harus terus bersedih hati terus menerus. Nah, untungnya nih selalu saja ada hal baik yang juga mengalir deras. Salah satunya datang dari band indie rock kawakan asal Jakarta yaitu Sajama Cut. Setelah merilis 3 single yang dimulai dari “Kesadaran/ Pemberian Dana/ Gempa Bumi/ Panasea”, “Adegan Ranjang 1981/1982”, dan ” Menggenggam Dunia”. Hari ini mereka resmi melepas album kelima yang berjudul “GODSIGMA”.

Dengan riffriff gitar gegap gempita, melodi yang catchy namun digembosi lirik sarat sarkasme, dan aransemen yang lebih “organik” dari album-album sebelumnya, GODSIGMA menjadi arah baru yang manis untuk Sajama Cut. Banyak berjumpa band indie rock di berbagai panggung, akhirnya membuat mereka tersentuh untuk kembali merilis sebuah album yang sangat “stage-oriented, dan dikerjakan bareng dan live.”

“Kami banyak terinspirasi dari tur untuk album sebelumnya, Hobgoblin. Sebelumnya, kami band yang berorientasi ke studio, untuk pertama kalinya, kami bikin album yang menurut kami tepat energinya untuk panggung. Kami bertemu langsung sebagai band dan mengkomposisi album ini bersama-sama. Ini album yang kolaboratif.” Ucap vokalis mereka, Marcel Thee.

Dari berbagai panggung dan juga pengalaman di atas, lahirlah album yang sangat melekat dengan yang lain, mudah diresapi, dan sangat menampar di awal sejak “The Osaka Journals” di tahun 2005 silam. Detail-detail kecil seperti vokal latar di “Lukisan Plaza Selamanya, Leslie Cheung, Melukisku Melukisnya”, perpaduan synth dan gitar di “Kesadaran / Pemberian Dana / Gempa Bumi / Panasea”, atau lirik kurang ajar “berdisko ria / di vihara” pada “Menggenggam Dunia” menjadi momen wajib jajal di album ini.

Oh ya, yang menarik di album ini adalah penggunaan lirik bahasa di semua lagu yang ada di dalam album. Ini adalah sesuatu yang jarang mereka lakukan semenjak album debut mereka “Apologia” yang dirilis di tahun 2001 silam.“Gue ingin menggunakan lirik sebagai instrumen berbeda, dan menghindari pendekatan lirik yang umum. Kami mencoba seharfiah mungkin, meski tetap dengan cara kami sendiri.” Terang Marcel Thee.

Secara keseluruhan, album Sajama Cut ini berisikan perihal kehidupan pribadi dari masing-masing personel. Seperti yang ada di lagu “Adegan Ranjang 1981/1982”, di sini Marcel ingin menghadirkan sebuah lagu cinta kepada sang istri. Lalu untuk lagu “Rachmaminoff dan Semangkuk Mawar Hidangan Malam”, giliran Hans Citra Patria sang pemain keyboard yang memberikan pencitraan terhadap siklus hidup seorang pekerja kantoran yang dibalut dalam syair penuh slogan demotivasional.

“Meski tidak selalu soal keluarga, lirik album ini semuanya personal dan berangkat dari kehidupan pribadi kami,” jelas Marcel. “Kami mulai merasa hidup ini bertambah menyeramkan, karena kami mulai melihat dunia dari kacamata orang yang diharuskan berperan sebagai kepala keluarga dan sosok pelindung.” Tema utama ini juga tercerminkan dalam konsep sampul album ini, yang menampilkan tangan Anio Thee dan Yves Devo Thee, kedua anak sang frontman, Marcel Thee.

Untuk membiasakan para pendengar terhadap karya-karya Sajama Cut, terlebih dulu mereka sengaja melepas empat single berformat kaset yang dirilis oleh Gabe Gabe Tapes, Lamunai, Orange Cliff, dan Guerrilla Records, serta rilisan vinyl “Rachmaninoff dan Semangkuk Mawar Hidangan Malam” dengan format 7 inch oleh Vanilla Thunder Records.

GODSIGMA per hari ini sudah bisa didengarkan di berbagai layanan musik dalam jaringan, dan akan diperdengarkan secara resmi untuk pertama kalinya melalui akun OnlyFans resmi Sajama Cut (onlyfans.com/sajamacut). Versi fisik GODSIGMA akan dilepas dalam format CD oleh DeMajors Records pada November 2020.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Sajama Cut

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading