Adrenalin Baru dari The Hauler

Palu, sebagai provinsi yang terletak di tengah pulau Sulawesi ini menyimpan banyak sekali hal-hal unik nan bagus di dalamnya. Ibu Kota dari Sulawesi Tengah ini memiliki bentangan alam yang sangat indah. Tidak bisa dipungkiri lagi keindahannya. Pegunungan yang berjajar dengan megahnya, serta hamparan pantai yang begitu cantik, menjadi daya tarik tersendiri kota ini. Tidak berhenti di situ, Palu ternyata menyimpan harta karun lainnya. Industri kreatif di sana, perlahan namun pasti mulai menanjak dan menonjolkan dirinya. Palu juga memiliki segudang talenta menarik di sana. The Hauler salah satunya. Band yang terdiri dari Iun Suneon (gitar/vokal), Sanx Satrisno (bass/vokal), dan Dana Hermansyah (drum/vokal) ini baru saja merilis single terbaru mereka yang juga sekaligus divisualkan ke dalam sebuah videoklip.

Single ini pun dihadirkan atas dasar eksperimen dan respon mereka terhadap situasi saat ini yang tak kunjung juga membaik, dan malah semakin mengkhawatirkan. Kenapa begitu? Sebab, kondisi yang belum baik ini dipaksakan untuk baik, padahal angka dari kasus Corona selalu menanjak naik. “Tagara” adalah judul single yang baru saja dirilis tersebut. Saat ini kedua format yang ada telah tersedia di Youtube dan juga layanan musik dalam jaringan, sejak 17 Juli kemarin. Menurut cerita mereka, single ini sendiri pada awalnya diperuntukkan sebagai original soundtrack  dari gelaran festival bernama “Tagara Motofest 2020” garapan dari komunitas motor kota Palu yang bernama Tagara Motorcycle, dan dalam rencana seharusnya akan berjalan pada bulan April silam. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya gelaran tersebut dengan sangat terpaksa harus ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Di single ini, The Hauler menghadirkan musik instrumental yang kental akan nuansa Rock berpadu dengan bebunyian hasil dari alat musik bernama Mbasi-Mbasi. Alat ini sendiri adalah sebuah alat tiup khas yang berasal dari Palu, dan terbuat dari bambu serta rotan yang memiki panjang sekitar kurang lebih 20cm. Untuk memainkan alat tersebut pun membutuhkan teknik khusus yang mana dalam penggunaannya akan ditiup secara terus-menerus tanpa jeda, dan diharuskan menguasai teknik mengambil nafas yang memadai. Dalam proses penggarapannya, mereka tak sendiri, melibatkan Arkie Gunawan (Ex-Guitarist The Box) dalam prosesnya, mereka percaya hasil akhir dari single ini sangat memuaskan untuk didengarkan oleh banyak orang. Bisa dipastikan saat mendengarkan lagu ini, kita akan dibawa ke dalam atmosfer berat nan menyenangkan yang mana bila didengarkan terus menerus akan menghasilakn suatu energi dan stamina tersendiri, tak bisa dipungkiri juga, anggukan kecil dari kepala tanpa disadari akan terjadi. Terlebih bila didengarkan saat berkendara dengan kecepatan maksimal.

Judul single ini kami ambil dari nama Tagara Motorcycle yang dimana “Tagara” dalam bahasa Kaili (Suku yang mendiami Lembah Palu) berarti “Kotor”. Sebelumnya kita dihimbau untuk berdiam diri dirumah karna wabah pandemi Covid-19. Dalam kondisi New Normal saat ini pasti ada hal yang berbeda dari kehidupan yang kita jalani sebelumnya. Semoga hal ini bisa menjadi pelipur lara teman-teman yang tetap produktif dan khususnya untuk teman-teman pecinta Motor Custom yang saat ini masih terbatas untuk melakukan kegiatan ridingnya. Terima kasih banyak, Tabe!!!” Terang mereka.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari The Hauler

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading