Adidas Produksi Masker yang Bisa Dipakai Ulang

Sejak langkanya masker di beberapa waktu kemarin, banyak perusahaan akhirnya berinisiatif untuk membuat berbagai produk berupa masker. Tak terkecuali termasuk merek fesyen ternama, salah satunya dari Adidas. Bisa juga dikatakan ini adalah celah bisnis bagi industri fesyen. Perilisan masker ini adalah upaya lanjutan dari mereka untuk memerangi CoVid-19 dengan merilis sebuah masker yang dapat dicuci dan digunakan kembali.

Masker jenis earloop (tali pengait di telinga) ini berwarna hitam dengan logo Adidas putih terlihat di sampingnya. Dirancang spesial untuk digunakan oleh orang-orang yang ingin mengurangi risiko terkena atau menyebarkan virus corona. Di banyak negara mengenakan masker wajah sangat direkomendasikan oleh pemerintah, hal ini menyusul kemungkinan yang tidak diinginkan ketika ingin beraktivitas di luar rumah. Terbuat dari poliester daur ulang dan elastane, masker ini diklaim memiliki tekstur lembut serta nyaman untuk bernapas. Setiap pak yang dijual, terdapat 3 buah masker di dalamnya. 

Adidas mengumumkan bahwa untuk setiap paket yang dijual memiliki harga sekitar USD 2,47 akan disumbangkan kepada Save the Children’s Global Coronavirus Response Fund. Meskipun masker wajah yang dapat dicuci belum diuji secara medis, tapi saat ini masker tersebut telah habis terjual. Hal ini menunjukkan sebuah gelagat pasar baru bagi merek yang terkenal dengan produk olahraga yang sangat digandrungi oleh masyarakat luas. Masker ini merupakan proyek lanjutan dari kolaborasi mereka bersama Carbon yang sebelumnya memproduksi face shield.

 

Masker buatan Adidas. (Adidas)

 

“Ketika masa lockdown secara perlahan mulai dilonggarkan, dan mulai banyak orang yang ingin bepergian meninggalkan rumah untuk bersosialisasi, atas dasar itu kami membuat masker ini. Meskipun  secara medis belum teruji, tetapi masker ini memang dirancang untuk membantu mencegah penyebaran virus dan kuman yang dapat menular, dan untuk membantu melindungi orang-orang yang ada di sekitar anda.” Terang pihak Adidas dilansir dari situs resmi mereka.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa masker ini sendiri dihadirkan setelah beberapa waktu lalu Adidas mengeluarkan face shield yang dicetak menggunakan teknologi 3D printing yang sama digunakan untuk Sneaker 4D series-nya. Berkolaborasi dengan Carbon, mitranya di dunia 3D printing, Adidas sudah memproduksi lebih dari 18.000 face shield tiap minggunya yang diperuntukkan bagi tim medis dan relawan yang bekerja di garis depan. Untuk mendukung hal ini, seluruh fasilitas pabrik Carbon di California kini digunakan hanya untuk memproduksi masker tersebut.

 

Face shield kolaborasi Adidas dan Carbon. (Arsip Carbon)

 

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip news.adidas.com

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading