9 Bir Bercita Rasa Logam

Tak bisa dipungkiri, bir telah menjadi semacam elemen yang dekat dengan kultur musik rock. Minuman ini bisa memantik inspirasi atau mungkin dapat sedikit meredakan depresi yang dialami oleh para musisi. Lebih jauh lagi minuman berkadar alkohol rendah ini bisa juga menjadi ladang bisnis. Melihat  potensi yang ada pelbagai perusahaan bir pun kerap membuat kolaborasi dengan musisi dan merilis sebuah bir dengan rasa yang khas dan menampilkan citra sang kolaborator.   

Dalam perjalanannya, puluhan musisi telah menjalin kerja sama dengan perusahaan bir untuk menciptakan rasa permentasi yang khas. Di bawah ini adalah 9 merek bir yang digandrungi oleh para pecinta musik keras!    

Iron Maiden (The Trooper 4.7%)

Sepanjang karir  perjalanan bermusiknya, kita bisa membayangkan berapa ribu liter bir yang sudah dihabiskan oleh Bruce Dickinson CS ketika dalam tur konser, di belakang panggung, maupun dalam upayanya membunuh kebosanan. The Tropper merupakan akumulasi dari kecintaan Iron Maiden kepada minuman beralkohol rendah ini. Dibuat oleh perusahaan bir asal Inggris, Robinsons Bowery pada bulan Maret 2013, bir ini diberi nama The Trooper. Nama ini dicomot dari judul lagu hits mereka yang termaktub di album Piece of Mind (1983). The Trooper menjadi salah satu bir yang mudah ditemui dibanyak tempat hingga hari ini.    

Motorhead (Road Crew, 4.5%)  

Minuman beralkohol sepertinya sudah menjadi denyut dari kehidupan para personil Motorhead, terlebih untuk sang mendiang Lemmy Kilmister. Nama bir ini diambil dari judul lagu (We Are) The Road Crew, salah satu lagu yang didedikasikan oleh Lemmy untuk para roadies Motorhead –mengingat Lemmy yang dulunya adalah seorang roadies Jimi Hendrix. Bersama penggalan lirik “another beer is what i need” agaknya bir ini sangat cocok untuk dinikmati oleh banyak orang, terlebih bagi mereka yang senantiasa berada di belakang panggung pertunjukan.    

Megadeth (A Tout Le Monde 4,5 %)

Dipicu dari pertemuan Dave Mustaine dan Brewmaster Unibroue, Jerry Vietz, bir ini hadir kehadapan publik. Seperti halnya Motorhead, nama untuk bir ini diambil dari lagu milik Megadeth yang berjudul “A Tout Le Monde” yang terdapat di album Youthanasia (1994). Dalam produksinya, Megadeth bekerja sama dengan pabrik craft beer kenamaan asal Quebec, Canada, yaitu Unibroue. Kemasan botol bir ini menampilkan maskot Megadeth, Vic Rattlehead. Bir ini mendapat predikat terbaik dengan poin 92 versi Tasting.com. selain A Tout Le Monde, Megadeth juga mengeluarkan bir dalam kemasan kaleng bernama Saisons 13 yang dibuat oleh perusahan yang sama.

Anthrax (Wardance Pale Ale 5,5%)

Tak ingin kalah dengan Megadeth dan Iron Maiden, kelompok musik thrash metal raksasa asal New York, Anthrax mengeluarkan bir bernama Wardance. Perusahaan sang gitaris Scott Ian & Co berkolaborasi dengan perusahaan minuman Butternuts Beer & Ale untuk menghadirkan bir dengan kadar alkohol 5.5%. 

Ozzy Osbourne (Ozzy 7.0 %)

Bagi pecinta metal siapa yang tak kenal Ozzy Osbourne, julukan ‘The Prince of Darkness’ layak disematkan kepadanya. Tak hanya  pandai mencicip tragedi, namun  Ozzy  pun piawai juga mencicipi bir, meskipun dalam beberapa kesempatan Ozzy Osbourne mengatakan ke para awak media bahwa ia sebetulnya tidak menyukai bir. Ia menyebut bir sebagai minuman dengan rasa yang aneh. Tapi dibeberapa momentum Ozzy muda kerap berfoto sambil menenteng kaleng ataupun botol bir.

Minuman dengan kadar alkohol 7.0% ini dibuat oleh The Brewer’s Art dan dinobatkan sebagai bir terbaik di Maryland pada tahun 2012. Namun beberapa tahun kemudian pihak Ozzy Osbourne melayangkan ketidaksetujuaannya atas nama Ozzy yang digunakan. Bir ini  kini dinamai Beazly.

Eyehategod (In The Name of Suffering, 7.1%) 

Minuman dengan kadar alkohol yang cukup tinggi, bir ini bisa menjadi representasi tentang bagaimana keganasan Eyehategood di atas panggung. Bir ini dirilis oleh 3 Floyd Brewing Co, sebuah perusahaan minuman asal Indiana, Amerika.  Seperti halnya merchandise, para pembeli bir ini bisa menjadikan botolnya sebagai koleksi. Seperti yang dituturkan oleh vokalis Eyehategod:

“Ini juga untuk dinikmati dan diminum orang, tapi pada saat yang sama itu adalah barang lain yang harus dimiliki. Ini interaktif. Anda meminumnya, dan Anda menyimpan botolnya untuk nanti. ” tutur Mike IX Williams yang juga pernah menyambangi Indonesia 2 tahun silam. 

Pearl Jam (Faithfull, 7.0%)

Dalam rangka peringatan 20 tahun terbentuknya band Pearl Jam, pada 2011 lalu perusahaan minuman bernama Doogfish Head merilis bir Faithfull berkadar alkohol 7.0%. Nama bir ini terinspirasi dari lagu Pearl Jam, Faithfull yang rilis tahun 1998. Tak hanya Pearl Jam saja, Dogfish Head pun kerap merilis seri bir yang terinspirasi dari musik, seperti seri Miles Davis, The Grateful Dead, Deltron 3030 dan seri Robert Johnson. Di tahun yang sama, 2011, Pearl Jam pun merilis sebuah film dokumenter tentang perjalanan musiknya selama 2 dekade.  

Mastodon (Black Tongue, 8.3%)

Bekerja sama dengan Signature Brew, bir ini dirilis pada Agustus 2011. Ide  dibalik pembuatan bir ini cukup sederhana, yaitu biarkan Mastodon mencicipi beragam bir, lalu catat apa yang mereka sukai dan apa yang mereka tidak sukai dari sebuah bir yang diminum. Lalu buatlah minuman khusus untuk mereka, dan lahirlah Black  Tongue dengan kadar alkohol 8.3% yang khas dan ramah di lidah Mastodon.

Selain Black Tongue, di tahun 2017 Mastodon kembali menghadirkan bir dengan nama Sultan’s Course berkadar 12% alkohol yang dibuat oleh perusahaan Makeller. 

Pig Destroyer (Permanent Funeral, 10.5%)

Legenda skena musik Grindcore, Pig Destroyer, merilis bir dengan nama yang diambil dari lagunya yaitu, Permanent Funeral. Dari nama dan ilustrasi gambar dalam kemasannya saja kita sudah bisa menebak bagaimana ganasnya rasa bir ini. Minuman dengan kadar alkohol yang tergolong cukup tinggi ini dirilis oleh 3 Floyds Brewing Co, perusahan yang juga berkolaborasi dengan Eyehategod, Ragnarok, Razorhoof, dan band metal lain sebagainya.  

“Serigala di dalam bir putih ini mencoba berjalan tegak. Bir cerah dan aromatik ini dibuat dengan teman-teman kita di band Pig Destroyer.” Tulis 3 Floyd Brewing dalam website resminya. 

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading